
Andrew memilih untuk pergi meninggalkan tempat tersebut. Hatinya sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan Sherly padanya. Andrew benar-benar tidak mengira kalau Sherly akan lebih memilih tetap bersama dengan Steven daripada dirinya. Ada rasa sakit yang menggerayangi hatinya saat ini.
Steven tersenyum puas dengan apa yang disaksikannya. Ia merasa menang karena Sherly lebih memilihnya daripada Andrew. Ada rasa puas saat melihat kekecewaan yang terpancar jelas di wajah Andrew.
Kini Andrew sudah berada di dalam mobilnya ia, berulang kali memukul stir mobilnya untuk meluapkan rasa marahnya yang sudah tidak bisa ia bendung.
Kemudian Andrew melajukan mobilnya meninggalkan Sherly disana. Andrew benar-benar merasa kesal karena otaknya terus mengingatkannya akan kejadian beberapa menit yang lalu. Sherly lebih memilih Steven.
Andrew semakin menaikkan kecepatan mobilnya. sampai batas.
Sampai....
Duakkk....
Mobil Andrew terbalik.
🌷🌷🌷🌷🌷
prang.....
Sherly tiba-tiba menjatuhkan gelas yang ada di tangannya. Ada perasaan yang tak enak melintas dan bergelayut di hatinya.
Sherly merasa cemas jantungnya berdetak kencang. Sampai sebuah dering telepon mengejutkannya saat itu. Dengan tangan gemetar Sherly meraih handphone miliknya yang terletak tak jauh darinya.
" Mama..." Gumam Sherly karena ia merasa aneh sang mertua tiba-tiba menghubunginya.
Mungkin Anna ingin menanyakan keberadaanya dan Andrew karena setelah sampai di tempat ini ia belum menghubungi mertua maupun orang tuannya.
Dengan perasaan ragu Sherly menjawab panggilan tersebut. Terdengar Isak tangis ibu mertuanya. Sherly meras cemas karena mendengar hal itu. Sherly berusaha menenangkan dan berfikir positif tentang apa yang telah terjadi sehingga membuat Anna menangis.
__ADS_1
Bagaikan dentuman keras mengenai hatinya saat mendengar kabar kalau Andrew suaminya kecelakaan.
Sherly tak dapat menahan berat badannya. Ia pun terduduk di lantai dengan air mata yang telah mengalir. Rasanya tidak percaya kalau semua ini terjadi kepada Andrew..
Sherly menangis sejadi-jadinya. Sementara Anna terus memanggil namanya. Sherly hanya menangis. Kemudian ia segera menyambar tas tangan miliknya dan berlari keluar kamar hotel dengan air mata yang telah membasahi pipinya.
Langkahnya goyah hatinya terus berdoa agar sang suami dalam keadaan yang baik.
Selama perjalanan di dalam taksi. Sherly terus menangis, hatinya terasa nyeri. Seakan teringat masalah yang terjadi antara mereka belakangan ini. Sherly merasa menyesal karena tidak memberikan Andrew kesempatan untuk bicara dan menjelaskannya. Harusnya ia percaya dengan pria yang kini telah menyandang status suaminya itu. Kenapa ia harus termakan omongan Steven. Meskipun ia percaya dengan Steven. Harusnya Sherly tahu Andrew punya alasan atas apa yang telah terjadi. Sherly semakin terisak. saat otaknya mulai membuka lembar tiap lembar pengalam kejadian yang terjadi.
flash back on...
" Sherly lebih baik kau tinggalkan Andrew dia tidak cukup baik untuk mu." kata Steven
Sherly mengerutkan kedua alisnya. Mencerna apa yang dikatakan Steven padanya. Sherly sempat berfikir kenapa Steven berubah, dulu ia selalu memberikan semangat untuk tetap menjaga rumah tangganya dan memahami bagaimana Andrew. Kini berbanding terbalik dengan Steven yang dulu pernah ia kenal.
Hati Sherly mulai menimang. Steven tidak pernah seperti itu sebelumnya. Mungkin Steven berkata jujur. Hatinya semakin berdarah saat Steven menunjukan bukti kedekatan Andrew dan Helen yang begitu sangat mesra. Di foto tersebut terlihat Helen mengandeng tangan pria yang tak lain adalah suaminya di berbagai acara. Sherly merasa sedih otaknya mulai berkata kalau Andrew tidak mau mengajaknya padahal dirinya adalah istri sahnya. Bahkan Dunia tahu kalau Andrew telah memiliki seorang istri. Sherly sempat berfikir kalau Andrew malu mengajaknya tampil di acar bergengsi karena ia buka wanita yang fashionable.
Steven memberi bumbu dalam pertengkaran itu bahkan menyalakan api sekaligus. membuat Hati Sherly semakin terbakar cemburu dan marah. Apa lagi setelah apa yang dilihatnya Andrew bersama dengan Helen hanya berdua di apartemen mewah milik suaminya itu.
" Sherly aku akan selalu ada untukmu. Aku akan membantumu membalas sakit hatimu kepada Andrew yang sudah tidak bisa di maafkan." kata Steve. yang berusaha memberi dukungan kepada Sherly.
flash back off
Sherly menangis histeris. Ia merasa bodoh. Ia sendiri yang mengatakan kalau sebuah hubungan harus berdasarkan kepercayaan. dan kini ia telah tidak mempercayai Andrew suaminya bahkan tidak memberi kesempatan kepada sang suami untuk menjelaskan..
Sampai taksi itu di depan sebuah rumah sakit mewah yang merupakan milik keluarga Bastian. Dengan cepat Ia berlari menyusuri koridor rumah sakit dengan air mata dan keadaan yang begitu kacau.
Hatinya terus memohon agar sang suami dalam keadaan baik-baik saja. Ia akan memberikan kesempatan Andrew untuk menjelaskannya dan ia akan mendengarkan apapun itu. Sekalipun Andrew melakukan kesalahan Sherly akan memaafkannya. Asalkan ia diberikan kesempatan untuk bertemu dan bicara lagi dengan Andrew orang yang begitu sangat ia sayangi.
__ADS_1
Sherly terdiam saat melihat Anna dan David sudah berada di sana. Anna yang telah menangis di pelukan David. Sherly semakin kacau kemudian ia histeris dan berteriak mendekati dua mertuanya itu yang berada di depan ruang IGD.
" Mam... Dimana Andrew? Bagaimana keadaanya? Dan apa yang sebenarnya terjadi?" Sherly menyerbu Anna dengan berbagai pertanyaan.
Anna memeluk erat tubuh menantunya itu. Anna tidak mampu berkata apapun. Semuanya semakin menjawab pertanyaan Sherly kalau Andrew tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.
Sherly semakin terisak. Saat matanya menangkap sosok Andrew yang terbaring dengan berbagai alat di medis menempel di tubuhnya. Andrew berlumuran darah para dokter tengah sibuk menangani Andrew. Suasana begitu mencekam. Sherly berlahan melepaskan pelukan dari tangan Anna kakinya melangkah mendekati kaca besar yang ada di hadapannya. Ia ingin sekali berlari masuk untuk melihat langsung keadaan Andrew.
Air mata Sherly semakin deras dan rasa takut semakin menguasai dirinya saat dokter terlihat begitu sangat panik. Anna semakin terisak.
Para dokter semakin tampak sibuk saat alat-alat medis yang menyala menunjukan sesuatu yang darurat. Dokter mulai memasang alat pemompa jantung ke tubuh Andrew. Sherly semakin takut. Jantungnya semakin enggan untuk berdetak saat dokter terus melakukan pompa jantung ke tubuh Andrew.
Dan...
tiiiiiiiiiiiittttt......
Alat medis itu berbunyi dengan sangat keras...
Sebuah garis lurus tergambar jelas di layar monitor tersebut...
" TIDAKKKKKKKK......." Teriakan Anna menggema di setiap sudut ruangan tersebut. Kemudian Anna tidak sadarkan diri.
Sementara Sherly terpaku. Ia tidak percaya dengan hal itu.
Andrew telah tiada....
Sherly berjalan mundur hingga tubuhnya menabrak dinding. Wajahnya pucat. Matanya terus menatap Andrew yang kini sudah terpejam.
Sampai akhirnya ...
__ADS_1
Burkkk....