Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab99


__ADS_3

Rangga telah tiba Di rumah sakit,Dengan segera Ia menggendong dan membawa Mona Ke ruang Rawatnya sembari berteriak Memanggil Dokter.


Lita dan Geri yang memang ada Disana Langsung Mengikuti Rangga Dan membatu Memanggilkan Dokter,Kini Mereka tahu penyebab Rangga sering Ke rumah sakit.


"Mona Kenapa Ngga?"Tanya Lita.


Rangga pun menceritakan Tentang penyakit yang Kini Mona Alami,Geri dan Lita pun terkejut dengan hal itu.


"Tenang Ngga semua pasti ada jalannya"Tenang Lita kemudian saat Raut kekhawatiran Pada wajah Rangga menjadi.


Tak beberapa lama dari itu,Semua orang telah tiba dan menunggu di ruang rawat Mona.Dika yang telah memberitahu mereka bahwa Rangga telah membawa Mona.


Hans menahan langkah Rangga saat Ia hendak pergi,Lalu Hans memegang pundak Rangga mengucapkan Kata terima Kasih Padanya.


"Bagaimana keadaanya Mona,Dok?"Tanya Dara setelah dokter yang menangani Mona keluar.


Dokter itu menghela nafas Panjang,sedetik kemudian Ia mengajak Dara dan Hans untuk berbicara Diruangan pribadinya.


"Keadaan Mona semakin Parah,Obat saja tak bisa membantunya saat ini Kita membutuhkan Donor Jantung Kalau tidak hal yang tak diinginkan Akan terjadi."Jelas Dokter itu.


"Donor jantung?"Bagai disambar petir Dara terhenyak,Ia mematung dengan Air mata terus mengalir.


"Apa tidak ada cara lain,Dok?"Hans masih berusaha untuk Mencari jalan keluar Lain.


"Ini sudah tahap terakhir,Mona harus segera mendapatkan Donor."Ujar dokter lagi.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang Akhirnya mereka pun kembali Ke Ruangan Mona.


Disana Hans dan Dara menceritakan pada Yang lainya,tentu sama seperti Hans dan Dara mereka pun terkejut bukan Main.


💧💧💧


Keesokan Paginya,Dika menggerakkan Seluruh Bawahannya untuk Mencari donor jantung Untuk Mona.


Begitu pun dengan Hans,Ia juga menyuruh beberapa Orang untuk Mencari pendonor jantung.


Mereka Pun ikut mencari Donor tersebut.


"Tante"Panggil Nella Dara pun menoleh.


"Bagaimana jika Aku saja yang menjadi pendonor untuk Mona."ujar Nella lirih sembari menahan Air Matanya.


Sontak Dara terkejut dengan ucapan Nella,Sebegitu peduli kah Ia pada Mona?apa pun masalah Mona ia siap membantu meski mengorbankan Dirinya sendiri.


"Gak Nell,Om Hans dan Dika pasti menemukan pendonor untuk Mona.Kau tak perlu melakukan itu!"


"Jika mereka tak menemukannya?"


"sssttt Kau tak boleh berbicara seperti itu! mereka akan segera menemukan dan Mona Akan baik-baik saja."Dara memeluk Nella,meyakinkan gadis itu untuk tak terlalu khawatir padahal Dirinya sangat mencemaskan Mona.


Jika Dara Mau,Ia Akan Sangat senang Bila Nella mendonorkan Jantungnya untuk Mona Namun Ia tak sampai Hati untuk itu.

__ADS_1


Ia tak Mau mengorbankan hidup orang Lain demi kesembuhan Mona.


💧💧💧


Seperti Biasa Rangga kini berada Di bengkel,Memperbaiki beberapa kerusakan walau pikirannya Masih Tertuju Pada Mona.


Ia sangat ingin membantu Mona Tapi tak Tau bagaimana Caranya?


saat Ia sedang Melamun,Ia dikejutkan Dengan Seseorang yang tiba-tiba saja menepuk pundaknya.


"Kau ini mengagetkan saja"Ujar Rangga setelah mengetahui si pelaku.


"Maaf Pak,Dari tadi saya Panggil tapi bapak tak mendengar"ujar seorang Gadis.


"Hem iya,Ada Apa?"


"Ada Costumer Lagi Pak,Ia mengalami kerusakan Dijalan Anggrek Simpang 3"Ujar Gadis itu.


"Baik lah Saya Ke sana."


Rangga mengajak rekannya untuk Menemui si costumer.


Saat sedang Memperbaiki,Rangga melihat Dika yang hendak menyebrang Jalan.Rangga segera berlari Kearah Dika saat Sebuah Mobil dengan sengaja Ingin menabraknya.


Bruukk....

__ADS_1


__ADS_2