
"Mama,Mona Ingin pulang! Mona bosan,Ma."Rengek Mona.
"Nanti Ya sayang,Kau harus Banyak beristirahat!"Tenang Dara.
"Tapi Mona Bosan,Ma memangnya Mona sakit apa sih?Mona Merasa Baik-baik saja."
"Kau tak Sakit, Mon Tapi Kau butuh istirahat.Sudahlah Waktunya Kau untuk Tidur!"Dara Menaikan selimut Mona Dan mengusap rambut Mona Hingga Ia tertidur.
💧💧💧
"Hey,Kau kenapa?Tak baik terus-terusan ngelamun!"Vero menghampiri dan berdiri tepat disisi Kanan Nella.
Kini Mereka berada Di balkon Kamar Nella,Tadi Pagi Dara dan Hans menyuruh Mereka untuk beristirahat sebab sejak Hari Mona dirawat Mereka selalu Ada disamping Mona membuat waktu Istirahat mereka Terganggu.
"Aku mengerti Apa yang Kau pikirkan! Semua pasti ada jalan keluarnya,Mona akan sembuh!"Vero meraih Tubuh Nella ke dalam Pelukannya.
__ADS_1
"Kau pasti Tau bagaimana Perasaanku saat ini,Mas? Mona Sudah seperti Adik Kandungku sendiri,Jika Dia ada Masalah Aku akan membantunya dengan senang Hati Apapun Caranya!"
Nella membuang Nafas Kasar,mengangkat Wajahnya Dan memandang wajah Vero Yang begitu dekat dengannya.Air Mata Mulai Menjadi sungai membasahi pipinya,Dengan Gerak cepat Nella menghapus Air itu dan berusaha untuk tersenyum.
"Aku bisa membantu Mona,Aku pasti Bisa! Jika memang Tak mendapatkan donor Jantung untuknya,Biarkan Aku saja yang menjadi pendonornya."
"Apa yang Kau ucapkan,Mon! Kita pasti bisa menemukan Donor yang cocok Untuk Mona.Kita pasti Bisa!"Vero Memeluk erat Nella,Mendengar ucapan Nella membuatnya bersikeras untuk secepatnya menemukan Donor Jantung yang cocok untuk Mona.
Jika saja terlambat,Mungkin Vero harus kembali mengikhlaskan Sosok yang begitu Berarti bagi Dirinya.
Vero sangat Mengetahui Bagaimana perasaan Nella,Namun Jika harus merelakan Nella Ia tak sanggup Lebih baik Dia saja Yang mengikhlaskan Dirinya.
💧💧💧
Baru saja Ingin Memejamkan Mata,Dering ponsel Menggangu Kelelapannya.Semakin Ia membiarkan semakin Terasa Kuat dering itu berbunyi.Akhirnya dengan sangat berat Ia Meraih ponselnya Dan menjawab dengan Rasa Kesal.
__ADS_1
Begitu mendengar Suara dari seberang Sana,Dika buru-buru Bangkit.Rasa tak percaya Dengan Apa yang Ia dengar,Dika terus bertanya berulang Kali hanya untuk memastikan Kebenaran.
Rasa Lelah seketika Hilang bersamaan dengan Kabar,Seorang bawahanya telah mendapatkan Donor Jantung Untuk Mona.
"Kapan Ia mendonorkan Jantungnya?"Tanya Dika Tak sabaran.
"Wanita itu Bilang,Beberapa Hari lagi Ia akan mendonorkannya."Jawab seorang pria Berumur Sekitar 29 tahun itu.
"Mengapa tidak besok!"
"Dia bilang ingin bertemu dengan Anaknya terlebih Dahulu,Sebelum merelakan Jantungnya untuk Mona."
Jika kalian bertanya mengapa wanita itu Mau mendonorkan Jantungnya,Apa Karna dipaksa dan Diancam oleh Bawahan Dika?itu salah.Dia melakukan itu karna Ada jaminan dan perjanjian Diantara Mereka,Sebagai ganti Jantung itu Dika harus membebaskan, Menjaga,Merawat dan membesarkan anak Wanita itu yang baru berusia 7 Tahun.
Dika Harus membebaskan Bocah itu dari siksaan Ayah Kandungnya,Dengan begitu entengnya Dika menerima tawaran itu.
__ADS_1
Awalnya Ia tak tega,Namun sang wanita memberitahu bahwa dirinya pun Tak kan hidup lama sebab Ia menderita Kanker otak stadium 4.
Dari kesepakatan itu lah,Akhirnya Dika mendapatkan donor Jantung untuk Mona walau harus Merawat Anak Usia 7 tahun nantinya.