Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab96


__ADS_3

Di rumah,Lisa menangis tersedu-sedu Pikiran dan Hatinya tertuju pada Anaknya.


"Bagaimana Kalo Dia melukai Anakku?Gak gak akan ku biarkan?"


Lisa Bangkit ingin pergi Namun tubuhnya Tak seimbang,Kepalanya terasa sangat berat dan Dengan perlahan Matanya Tertutup,Lisa jatuh tak sadarkan Diri.


Pada malam harinya,Lisa terbangun pada posisi yang Sama dengan sebelumnya.Ia melihat jam Tua pada dinding rumahnya,Waktu telah menunjukan pukul 11 Malam.


Lisa Merenung.


"Hampir tengah Malam,Mana mungkin Aku keluar Apalagi Diluar Hujan Deras."Monolog Lisa melihat keluar dengan Membuka Kain penutup Jendela.


Tak lama Ia melihat,Lisa pun Kembali mengistirahatkan tubuhnya Karna Kepalanya pun Masih Terasa pusing.


Keesokan Paginya,Lisa bergegas mencari Anaknya dirumah sang suami.orang-orang Disana Memperhatikan Lisa,Saling Berbisik-bisik.


"Kenapa Kau kembali?"Tanya seorang ibu-ibu paruh Baya.


"Aku ingin membawa Anakku."Jawab Lisa.


"Terlambat.Suami Mu tak tinggal disini Lagi,Tadi pagi Ia pergi entah kemana.Mangkanya Jadi Istri yang Baik,Biar GK ditinggal sama Suamimu."Jawab ibu-ibu Lainnya.


"Pindah?Gak mungkin.."

__ADS_1


Lisa berlari ke rumah yang Ia Tempati dahulu Dan benar saja Rumah itu telah Kosong,Lisa tak menemukan Siapa pun Disana.


Ia terus mencari Hingga pada akhirnya bertemu dengan Dika,Setelah menceritakan semua Dika Mau membantu Namun dengan Syarat Lisa Mau mendonorkan Jantungnya untuk Mona.


Lisa yang Tau Keadaanya itu pun Menyetujui Persyaratan Dika,Ia tak Mau jika nanti menyesal.Mati Sia-sia dan Tak menjamin hidup Anaknya.


flashback off


Lisa yang Telah merapikan seluruh isi rumah pun,Bersiap-siap untuk menemui Lisa.


Brrakk


Pintu Rumahnya Didobrak Oleh seseorang Membuat Lisa terkejut bukan Main.


"Mas Kau.."


💧💧💧


Dika kini tengah Menyuapi Makan Mona,Setelah pulang dari Kantor Ia Langsung Menemui Mona.


"Mas Sudah Makan?"Tanya Mona,Dika mengangguk dan tersenyum.


"Kapan Mona pulang,Mas?"Tanya Mona lagi yang merasa Bosan berhari-hari Berada Disana.

__ADS_1


"Secepatnya."Jawab Dika singkat dan kembali menyodorkan sendok Dalam Mulut Mona.


" Kenapa semua orang Setiap Ditanya Pasti Jawabnya Begitu,Aku kan bosan terus-terusan berbaring Disini."keluh Mona.


"Kalau begitu Selesai Makan Kita jalan-jalan ke luar,Bagaimana Kau Mau?"Tawar Dika.


Sudah tentu Dengan Cepat Mona mengangguk,Entah mengapa Ia tak kepikiran Dari Kemarin-kemarin.


Setelah menghabiskan Makanan,Dika segera membawa Mona berkeliling Rumah sakit Menggunakan Kursi Roda dengan begitu perasaan Mona sedikit Senang.


Setelah berkeliling,Dika Memberhentikan Kursi Roda Mona pada Taman yang Memang ada Didepan Rumah Sakit.


Saat sedang berbincang-bincang,Ponsel Dika Bergetar.Segera Ia melihat Siapa yang Menelponnya,Nama anak buahnya terpampang dilayar utama.


"Mas Angkat telpon dulu,Mon."Mona mengangguk,Dika pun Melangkah beberapa Langkah menjauhi Mona.


"Ada Apa?"Spontan Dika yang enggan berbasa-basi.


"Lisa,Lisa tak ada Dirumahnya."Ujar Anak Buah Dika.


"Mungkin Dia Keluar Sebentar Dan akan kembali."Jawab Dika tenang,Ia masih berpikir Positif.


"Sepertinya Tidak.Rumah Lisa terbuka lebar Mana mungkin Ia pergi sebentar dan Juga seorang bapak-bapak memberi tau Jika Ia melihat seorang lelaki Membawa Lisa."

__ADS_1


"Mungkin lelaki Itu suaminya."Lanjutnya Lagi.


"Cepat Cari Dia!"Balas Dika dan memutuskan sambungan telpon.


__ADS_2