Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab46


__ADS_3

"Seperti yang Om ucapkan Tadi, Om minta Kamu memimpin Kantor ini!"Ujar Hans ketika mereka telah berada didalam Ruangan utama.


Vero memandang Ragu pada Hans, "Tapi Om.. "Jawab Vero Ragu.


"Om Mohon, Om Tahu Kau Pasti Tak enak dengan Rangga Tapi Om minta untuk Kau Melakukannya, Setidaknya sampai Mona mengerti tentang semuanya. "Potong Hans.


Vero mengalihkan Pandangan Pada Mona Dan kebetulan Mona pun sedang menatap Vero. Vero seakan memberi Kode pada Mona untuk meminta Saran, Mona yang mengerti Maksud Vero pun mengangguk.


"Baiklah Om, Akan Ku jalankan sepenuh hati."Terima Vero,Walau dengan berat Hati.


"Terimaksih, Ver. Kalau begitu Om pamit pergi,Kau Mulai lah ajari Mona."Ujar Hans Lagi.


"Siap, Om. "jawab Vero Mantap.


"Mon,Papa pergi dulu. "


"Iya, Pa. Hati-hati, "ucap Mona sembari mencium punggung Hans.


Setelah Itu, Hans pun pergi.


💧💧💧


"Vidio Apa ini? "Lirih Rangga sembari menatap Layar ponselnya.

__ADS_1


"Gak Mungkin, Papa pasti bercanda. "Sambung Rangga Lagi.


Rangga tak percaya dengan Vidio Yang dikirim oleh Karin, Ya Vidio saat Hans,Vero dan Mona sedang mengobrol. Karin merekam semua secara diam-diam, Yang memang kebetulan Ruangan utama bersebelahan dengan tempatnya.


"Semua Pasti Rencana Vero dan Mona.Ya pasti Vero sudah mengetahui semua fakta ini,Ia pasti Tahi jika Mona Anak Kandung Papa dan Ia berniat mengambil semua Hak yang menjadi Milikku. Ya pasti begitu, Awas saja Kau vero,Mona Kalian tak akan Mendapatkan semua."Gumam Rangga Lagi.


💧💧💧


"Maaf Ya Nell, Aku Gak bisa bantuin Kamu Lagi. Makasih karna udah Nerima Aku buat tinggal sama Kamu, "ucap Mona dengan telpon didaun telinganya.


"Mon,Sudah berapa Kali Aku Bilang Kamu itu sudah seperti Adikku. Aku gak suka Kamu terus bilang kek gitu, "Jawab Nella diseberang sana.


"Hhee Maaf,Tapi Aku Harua mengatakan itu. "Cengir Mona.


"Astaga, Mon. Kita ketemu Baru Satu Jam yang Lalu, "


"Lah Iya,Aku lupa. "cengengesan Mona.


Nella dan Mona pun mengobrol banyak hal dari sambungan telepon, Setelah cukup Lama barulah mereka memutuskan sambungan telepon Mereka.


💧💧💧


"Benda Apa Ini? "Monolog Lita, ketika tak sengaja melihat benda kecil menyelip diponselnya.

__ADS_1


Saat Ia mengetahui benda itu,Ia pun Langsung membuangnya Ke Luar jendala. Saat ini Lita tengah berada diperjalanan Pulang.


"Pasti Geri yang menyelipkan benda itu, Pantas saja Dia mengetahui semua Rencanaku. "Gumam Lita Lagi.


"Dasar lelaki brengsek, eitz Tapi Boleh juga sebagai cadangan Jika Rangga benar-benar dibuang oleh Hans. "Lita tersenyum licik.


"Maafkan Aku Rangga, Aku memang mencintaimu Tapi jika tak punya Uang Aku akan meninggalkanmu."Seringai Lita.


"Ya Aku harus Manfaatin semua. "


💧💧💧


"Mon Ini Hal-hal Awal yang perlu Kau Pahami, Semua nya telah Aku tulis disini supaya Kau lebih mudah memahami. "Ujar Vero sembari memberikan sebuah Map yang telah Ia tulis semua informasi tentang perysahaan.


"Terimakasih, Mas. Maaf Aku telah merepotkan Mu,"Jawab Mona.


"Semua sudah menjadi Tugasku,Mon.Ini semua adalah pekerjaanku. "


"Ya, Aku Tahu."


"Kalau gitu Aku tinggal dulu,Mon.Ada pekerjaan yang harus Aku urus,"Mona pun hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


"Aku Harus Bisa Mempelajari semua, Agar Mama dan Papa Bangga padaku dan Untuk membuktikan pada Mas Rangga jika wanita Yang Ia Hina tak sebodoh itu. "Gumam Mona sembari membuka Map itu.

__ADS_1


__ADS_2