
Mata Mona perlahan Membuka Saat Sinar matahari Mengenai Wajahnya, Mona pun Duduk sembari mengedipkan Mata beberapa kali untuk menetralkan penglihatannya.
Mona pun melihat Jam Diatas Nakas Yang menunjukan pukul 09.28 Wib, Melihat itu Mona segera bangkit dan menuju Kamar Mandi untuk bersiap.
"Bisa-bisanya Aku Baru Bangun,"Monolognya sendiri, Sebab setahunya pagi ini ada meeting penting.
Tak butuh Waktu yang Lama, Mona telah Rapi dengan Kemeja dan Rok caramel yang Ia kenakan.
Dilain tempat, tepatnya Diruang keluarga Mona. Hans,Dara dan Dika telah lama Menunggu kehadiran Mona yang tak kunjung Tiba.
Tadinya Dara hendak membangunkan Mona, Namun Dika Melarang Dara dengan Alasan Agar Mona bisa lebih tenang.
Mona yang Merasa dirinya telah siap pun keluar Kamarnya, Saat menuruni anak tangga Ia menjadi pusat perhatian Karna hentakan Kaki Mona yang cukup Keras.Dan memang Ruang kelurga tepat disamping tangga,sehingga Siapa pun Bisa langsung Bertatap.
"Pelan-pelan dong sayang! "ujar Dara Lembut.
__ADS_1
Mona yang menghadap Bawah pun langsung mengalihkan pandangan Pada Dara,Melihat Kehadiran Dika, Mona sontak Menghentikan Langkahnya, Ada Niatan Untuk memutar balik ke kamar kembali dalam hatinya.
Mereka bertiga tertawa melihat Mona diam mematung sembari Menatap Kaki dirinya sendiri,Entahlah mungkin Mona sedang menahan Malu.
"Kamu Kok diam disitu, Turun sini! "Suara Hans Membuat Mona tersadar, dan kembali menuruni anak Tangga.
Saat tiba Dibawah, Mona langsung bergegas Menuju Pintu utama mengabaikan kedua orangtuanya terutama Dika. Rasanya Mona Masih Malas untuk berbicara dengan Dika, Apalagi saat ini Ia sedang memikirkan Meeting dengan klien penting itu.
Langkah Mona terhenti, Karna pertanyaan Dari Dara. Dara pun bangkit menghampiri Mona dan menuntun menuju Sofa ruang keluarga, Mona pun Mau tak Mau Harus menuruti Mamanya.
"Gak usah, Mon. Papa sudah Menyuruh Vero buat gantiin Kamu, sekarang Kamu disini saja. "Kata Hans menjelaskan agar Mona tak khawatir dengan meeting itu, Apalagi menjadikan hal itu sebagai Alasan agar tak bertemu Dika.
💧💧💧
Geri terbangun dengan Rasa sakit disekujur tubuhnya, Mungkin efek dari minuman keras sehingga Ia tak ingat apa yang Ia lakukan pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Beberapa Lama Geri mengumpulkan Nyawa, Ia pun tersadar bahwa saat ini dirinya telah berada dikamarnya sendiri. Seingatnya,Ia masih berada didalam Bar.
Geri bangkit,Ia tak Mau memikirkan hal yang tak penting itu.
Tak lama terdengar suara pintu yang berdecit, Dan perlahan Membuka melihatkan Sosok Wanita yaitu Lita.
Lita masuk membawa Nampan berisi Bubur dan teh hangat yang Ia masak sendiri, Dengan senyum Lebar Lita menghampiri Geri yang Baru bangkit Dari tempat tidur.
"Sayang, Sarapan Dulu. "Ujar Lita dengan meletakan Sarapan yang Ia bawa diatas Nakas, Lalu mendudukan Geri ke ujung tempat tidur.
"Pergi! "Bentak Geri membuat Lita terkejut, sebenarnya Ini bukan pertama Kalinya Geri membentak Namun kali ini Hatinya sangat sakit mendengar bentakan Geri.
Lita bangkit, menatap Wajah Ketus Geri. Tetap memberanikan Geri, dan beranggapan Geri masih terpengaruh minuman Keras.
"Ternyata Kau Masih Mabuk,Mari sarapan dulu Biar Aku suapin! "Ujar Lita sembari mengangkat mangkuk Bubur.
__ADS_1