Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab91


__ADS_3

(Mohon Bijak dalam membaca!)


"Jantung?"Batin Rangga yang ikut menguping pembicaraan Mereka.


Rangga Terduduk Lemas,Memikirkan Cara untuk membantu Kesembuhan Mona.


"Mau kemana,Dik?"Terdengar pertanyaan Vero pada Dika yang mulai melangkah keluar Rumah sakit.


Mendengar itu,Rangga buru-buru Menyembunyikan Wajahnya Agar tak diketahui atau dikenali oleh Dika.


Setelah Dika cukup Jauh Rangga Kembali pada posisinya,Melihat ke arah ruang Rawat Mona dan melangkah mendekat Karna tak Ada seorang pun menjaga Diluar,Lalu mengintip Dari Kaca Pintu melihat Kondisi Mona.


Cukup mengkhawatirkan,Didalam Sana Mona terus bertanya tentang keadaan Dirinya sedangkan Yang lain Berpura-pura tenang dan mengatakan Mona Baik-baik saja.Akting yang cukup menyakinkan.


Setelah beberapa Lama,Rangga Baru menyadari jika Ruang rawat Yang Kini Mona tempati adalah Ruangan yang sama saat Lita Dirawat.Pantas saja Rangga tak merasa Asing dengan tempat itu.


Setelah menyadari Itu,Kini Rasa penasaran dengan Keadaan Lita Terlintas dalam Pikirannya.Apakah Geri kembali padanya atau bahkan Lita benar-benar menjadi Gila?Entahlah ia tak tau dan tak mau tau.

__ADS_1


Rangga kembali Fokus pada Mona yang ternyata Sedang melihat kearahnya dengan senyuman,Mona mengisyaratkan Untuk Masuk.Hati Rangga terenyuh.


"Masuk,Mas!"lirih Mona yang tetap terdengar Oleh Rangga.


Hans,Dara,Nella dan Vero yang mendengar itu pun Langsung Menoleh kearah Pintu,untung saja Rangga refleks untuk Pergi.


"Siapa,Mon?"Mona tak Menjawab pertanyaan Nella.


Mona tetap Diam Sembari melihat kearah Pintu.


💧💧💧


Bahkan Dika Menelpon beberapa Kerabat,Sahabat dan temanya Hanya untuk menanyakan Perihal itu namun hasilnya sama tetap Nihil.


"Akkhhh"Teriak Dika sembari melajukan Mobil dengan kecepatan Yang cukup Tinggi.


"Kemana lagi Harus Ku Cari?"Ujarnya Dengan Memperlambat kelajuan.

__ADS_1


"Apakah Harus Aku membunuh seseorang dan membelah Dadanya?"Pikir Dika dengan senyuman Sinis.


"Tidak Dika,Apa Kau gila?Kau tak Akan melakukan hal sekeji Itu,Mona pasti kecewa jika aku benar-benar melakukan itu.Belum lagi berurusan dengan polisi, Gak Dik jangan Gila!"Monolog Dika Lagi.


"Siapa yang bisa membantuku Saat ini?Apa Aku Harus mencari psikopat?Tidak,Bisa-bisa Aku yang menjadi Korban selanjutnya."


Dika terus Beradu pikiran,Banyak hal-hal Gila yang Ia Pikirkan Dan pada Akhirnya Ia kembali Ke Rumah Sakit untuk meminta saran Vero Mana yang lebih Baik.Mencari penjual Organ ilegal? Membunuh seseorang atau Mencari psikopat?,Gak Bukan Itu ,Dika hendak mencari Saran yang Lain yang jelas Sesuai Aturan.


💧💧💧


Keesokan harinya,Rangga menyempatkan diri sepulang dari bengkel untuk Melihat keadaan Mona walau dari Luar ruangan dan tentu Dengan cara bersembunyi.


Hari Ini,Mona terlihat lebih Segar Dari sebelumnya Mungkin Karna efek obat penghambat reseptor angiotensin Atau ARB yang diberikan Oleh Dokter.


Sama seperti kemarin Mona kembali menyadari kehadiran Rangga dan kembali memberi isyarat Masuk,Untuk kali ini tak ada yang menyadari isyarat Dari Mona.


Jika saja tak ada Orang didalam sudah tentu Rangga Masuk menemani Mona.

__ADS_1


Sejujurnya Ia bisa saja Masuk,menggenggam Tangan Mona, kemudian memeluk erat Mona.Namun Ia tak ingin Mengambil Resiko Bertemu dengan Hans yang sudah pasti akan ada keributan yang terjadi.


Dengan Lambaian Tangan sebagai tanda Pamit,Rangga meninggalkan Ruangan Mona.


__ADS_2