
Dara telah menghubungi Hans beberapa Kali, Namun Tak Ada Satu panggilan pun terjawab.
"Pa,Kamu dimana sih? "Gumam Dara sembari tetap menelpon Hans.
Sedangkan Hans berada Dijalan hendak menuju Kantor yang diurus Rangga, Ada hal penting Yang Menyangkut bisnisnya.
Sedangkan Ponsel Milik Hans,Tertinggal diruangannya.
Setelah berusaha berkali-kali, Akhirnya Dara berhenti Ia berpikir mungkn Hans sedang meeting.
Dara Barjalan menuju Ruang Keluarga,Mona dan Nella pun Masih disana. Tadinya mereka Ingin pamit Pulang, Namun Dihalangi Oleh Dara.
"Kalian Istirahat saja dulu dikamar, Sebenrar lagi Papa pulang! "
"Tapi,Ma lebih baik Mona pulang."Ujar Mona.
"Tidak Sayang, Ada Hal penting yang Akan Mama Beritahu kepadamu dan Rangga. "Ucap Dara. "Nella tolong ajak Mona Ke Kamar Itu! "pinta Dara sembari menunjuk sebuah Kamar.
"Ayo, Mon Tante Dara benar Kau Harus istirahat disini. Aku pun Khawatir jika Kita pulang nanti Rangga akan Kasar padamu, "Bisik Nella.
Nella pun menggandeng Mona menuju Kamar yang ditunjuk Dara, Ia meminta Mona untuk Berbaring.
Sedangkan Dara tetap Duduk diruang Tamu, Ia begitu Kecewa mendengar penjelasan Mona. Namun hendak bagaimana lagi? Semua telah terjadi.
"Ya,Rangga Harus Tahu jika Mona adalah Anak Kandungku. Ini Waktu yang tepat untuk memberitahu mereka, Aku Takut terjadi apa-apa lagi Pada Mona. "Gumamnya.
💧💧💧
Hans memasuki Kantor dan langsung menuju Ruangan Rangga.
Banyak Karyawan Yang menyapanya, Namun hanya dibalas dengan Senyuman.
Karin Yang Mengetahui Kedatangan Hans Pun Langsung panik, sebab Saat ini Lita berada diruangan Rangga.
Karin mencoba memikirkan Hal yang dapat mencegah Hans, Namun Ia Tak Tahu Harus Bagaimana.
'Menelpon Lita' Ah sudah Terlambat Hans telah Membuka Ruangan Rangga.
Cekklek.
__ADS_1
Mata Hans Melotot Tajam, Wajahnya memerah menahan Amarah Bahkan Tangannya pun terkepal Karna Melihat pemandangan Dihadapanya.
Rangga yang Kaget Pun Langsung tersadar dan melepaskan Pelukan Tangan Lita Dilengannya, Lita pun begitu Ia langsung mengangkat kepalanya yang bersandar dipundak Rangga.
"Papa" Lirih Rangga.
"Apa yang Sedang Kau Lakukan Rangga? Siapa Perempuan Itu? Apa Kah Kau tak ingat dengan Istrimu? "Ujar Hans dengan Nada Tinggi.
"Dia Dia___"
"Aku Pacarnya,Om dan sebentar lagi Kami akan menikah."Potong Lita.
"Lita! "Teriak Rangga, Ia marah karna Lita mengatakan itu Sebuah bencana yang akan Rangga Dapatkan.
"Apa?Aku sudah Capek terus begini, Katakan Saja Jika Aku Kekasih Mu. Kau mencintaiku Bukan Mona,Si perempuan Gembel itu. "Teriak Lita tak Kalah Dari Rangga.
Hans yang mendengar semua Ucapan Lita pun menggeleng dan Merasakan Panas, Ia begitu Sakit mendengar sang putri Dikatakan Gembel.
"Cukup! "Teriak Hans.
Hans melangkah mendekati Rangga, Dan menatap dengan sorot Mata Kekecewaan dan ketidak percayaan.
Bugh!
"Dasar Anak Tak tahu diuntung! "
Plak!
Satu tamparan Kembali mengenai Pipi Rangga, Membuat cairan merah berbau Amis menetes disudut bibir Rangga.
"Kau Akan Tahu Akibatnya Karna telah menyakiti dan menghianati Putriku! Ingat Itu,"Ancam Hans. Ia pun menunjuk Wajah Rangga.
"Putri Papa,"Heran Rangga.
"Ya,Putri Ku."Ujar Hans."Pergi dari Kantor Ini, sekarang! "Sambung Hans Lagi.
Rangga bergeming, Ia masih mencerna Kata-kata Hans. Ia pun begitu heran, jika Mona putri Hans Maka Siapa dirinya.
"Pergi! "Bentak Hans Lagi.
__ADS_1
"Tidak Pa,Aku butuh penjelasan! "
"Penjelasan? "Hans Berdecak, "Baik Lah datang Lah kerumahku Dan Jangan Lupa Ajak Mona! "Lanjut Hans Lagi.
Setelah mengatakam itu,Hans pergi dari Kantor selagi Amarahnya bisa Ia tahan. Ia Harus segera pulang Dan Menceritakan semua pada Dara.
Sedangkan Rangga masih berdiam, Ia terus memikirkan Perkataan Hans.
"Pergi! "usir Rangga pada Lita yang hendak Membuka Suara.
"Kenapa Kau Marah Padaku? Aku hanya membantumu mengenalkanku Pada Papamu,"cerewet Lita.
"Gak gitu caranya,Lit! Aku sudah bilang padamu Akan mengenalkan Pada Mereka! "
"Kapan! "ketus Lita. Membuat Rangga mengacak Kasar Rambutnya.
"Pergi! "Ucap Rangga Lagi.
Dengan Berat Hati Lita pun meninggalkan Rangga yang Kini Masih terduduk Disofa.
💧💧💧
"Om Hans?"Lirih Vero.
Vero yang Baru saja Datang, Tak sengaja Melihat Hans Keluar kantor dengan Wajah Yang Tak Ramah.
"Om Hans,Kenapa?"gumamnya Lagi.
Tak Lama Dari Kebengongan dan keheranan Vero, Lita pun Keluar dengan Raut Wajah Sebelas Dua belas dengan Hans.
"Jangan-jangan... "Vero Bergegas Turun Dari Mobil Dan Masuk Keruangan Rangga.
"Rangga" Panggil Vero. Rangga menatap Sendu Sang sahabat.
"Ada Apa? Aku lihat Om Hans Keluar dengan Aura kemarahan? "tanya Vero. Rangga Tetap saja Bergeming, Ia Diam sembari terus menatap Vero.
"Apa Om Hans Mengetahui tentang Lita___"Tebak Rangga yang diangguki Oleh Rangga.
"Wow bagus Dong Kalo Gitu, Mona akan segera Berpisah dari Kau. "Girang Vero.
__ADS_1
"Maksud Mu apa? "Bentak Rangga.
"Pikirkan sendiri Bego! "Ucap Vero Sebelum meninggalkan Rangga.