
Setelah cukup lama Dika berada dirumah Mona, Tepat pukul 14.15 WIB Dika pun memutuskan untuk pulang. Dika lega karna Mona masih memberinya kesempatan walau dengan memberi bukti yang kuat,Dika yakin bisa membuktikan Karna Dika memang tak ingin kembali pada Karin.
Dika bahkan Sangat bersyukur Bisa berpisah dengan Karin, Dan Bertemu dengan Mona,Dika pun Sangat senang sebab kedua orangtua Mona mendukungnya.
Mona mengantar Dika hingga Depan Gerbang, setelah Mobil Dika tak terlihat Mona membalikan Badan Hendak kembali masuk Rumah. Namun Langkahnya Terhenti saat Sebuah Taxi berhenti tepat Didepan Rumahnya, Karna penasaran Mona pun memperhatikan Sosok yang akan keluar dari dalam sana sebab Ia begitu penasaran.
"Mas Rangga "Lirih Mona, Ketika Rangga keluar dan bersalah kearahnya.
Mona memperhatikan sekelilingnya, Takut Hans dan Dara melihat kehadiran Rangga. Bukan maksud untuk melindungi Rangga, Namun Mona telah capek dengan pertengkaran Toh Dia pun sudah memaafkan Semua yang terjadi walau tak bisa melupakan.
"Mon, Kebetulan Kau ada dirumah. "Ujar Rangga ketika telah berada tepat dihadapan Mona.
"Ada Apa? "Jawab Mona ketus, Agar Rangga segera mengatakan Sebab Ia kesana.
__ADS_1
Rangga tersenyum Dan mengeluarkan sesuatu dari Kantong celananya, menunjukkan benda yang sempat Mona pikirkan beberapa saat Lalu. Membuat Mata Mona melotot Dan dengan Secepat Kilat mengambil benda itu Dari Rangga.
"Darimana Kau dapatkan Gelang ini, Mas? Apa Kau sengaja mengambilnya dan Ingin menjualnya? "Tuduh Mona Langsung.
Mendengar perkataan Mona, ekspresi Rangga pun langsung berubah.Dari yang senang membanggakan Diri menjadi kesal, Bagaimana tidak Niat bauknya menjadi Sia-sia.
"Asal Tuduh aja, untung gak Aku jual Tuh gelang Buruk! "Ujar Rangga tak kalah ketusnya.
"Buluk? "Gumam Mona tak Terima dengan perkataan Rangga, "Bagusan gelang Ini dari pada Kau, pergi sana! "Usir Mona.
"Siapa yang tak tahu terimakasih? Aku? Hah jelas-jelas Dia yang Tak tahu Malu. "Batin Mona.
"Tunggu!"Teriak Mona Membuat langkah Rangga seketika berhenti dan menatap Mona lagi.
__ADS_1
"Apa? "Tanya Rangga dengan Nada tak santai.
"Darimana Kau dapatkan gelang Ini? "Tanya Mona Lagi.
Rangga memutar Bola mata malas Lalu tanpa menjawab pertanyaan Mona, Rangga kembali melangkah pergi.
Sembari berjalan, Rangga mengingat kembali dimana Saat Ia menemukan Gelang Milik Mona. Malam Itu, Tepatnya kemarin Malam. Rangga yang hendak Turun Dari Taxi, Ia merasakan Menginjak sesuatu. Karna gelap Ia tak dapat melihat Dengan jelas ,Ia pun menjangkaunya dan berniat mengembalikan Pada Mona esok Hari tanpa memberi tahu Mona.
Rangga Kini telah berada Disamping Taxi yang Masih menunggunya,Melihat Itu dengan Bodohnya Atau penasaran Mona berlari mengejar Rangga. Tapi sayangnya saat Mona berlari,Kakinya tersandung sehingga membuatnya terjatuh dan itu pun membuat Kaki Mona terkeseleo.
Mendengar Suara kesakitan Mona,Rangga pun Menolong Mona. Mona enggan dengan bantuan itu dan terus memcoba berdiri sendiri, Namun Ia tak mampu.
Karna Tak ada Satu orang pun disana, Memanggil Hans atau Dara pun tak mungkin,Mona pun terpaksa Bersedia dibantu Oleh Rangga.
__ADS_1
Dengan Mona dalam gendongannya, Rangga pun memasuki Rumah Keluarga Hans.Nasi telah menjadi Bubur, karna kesalahan itu membuat Rangga menjadi begitu asing berada dirumah yang Dulu Sering Ia tinggali.
Beribu kata Maaf pun telah Ia ucapkan,Namun tak mampu membuka hati keluarganya kembali.Disaat Waktu,Rangga pun merindukan Suasana berkumpul bersama Hans,Dara dan Mona seperti saat itu. Saat yang Ia benci dulu menjadi hal yang sangat Ia rindukan.