Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab61


__ADS_3

"Terimaksih,Dik."Ujar Karin ketika Mereka telah tiba didepan Rumah Karin.


"Iya"Jawab Dika Cuek dan segera menaikan jendela Mobil.


"Maafkan Aku."Lirih Karin sebelum Jendela Mobil benar-benar tertutup.


Dika menatap Karin sekilas,kemudian Pergi begitu saja tanpa Berbicara Apa-apa.Karin terus Memandang Mobil Dika yang Kian menjauh, Hatinya Pilu jika mengingat Dika.


"Tidak Karin, Kau tidak bersalah.Jangan memikirkannya lagi, Fokus untuk mendapatkan Geri. "Ujarnya Sembari menggeleng.


💧💧💧


"Ger, Kau darimana saja? Dari tadi Aku telah menunggumu."Tanya Lita dengan nada dan Wajah cemas.


Geri kaget bukan main karna Lita yang bersikap hangat dan Manis padanya,Padahal Kemarin Lita sangat membenci Geri.


"Ger, "Panggil Lita lagi sebab Geri hanya menatapnya dengan Diam.


"Iya kenapa? "Ujar Geri.


"Kau Darimana, Sayang? "Tanya Lita lagi.


"Sayang? "Ulang Geri.

__ADS_1


"Heem, Sayang. Maaf kan sikapku Kemarin, Aku hanya Sok semata.Setelah Aku pikir-pikir ternyata Aku masih mencintaimu. "Ujar Lita yang kemudian memeluk erat Tubuh Geri.


"Aku paham. "Ujar Geri dengan membalas pelukan Lita,sedangkan Lita tersenyum licik.


'Kita lihat saja Nanti, Kau benar-benar tulus atau hanya bersandiwara. 'Batin Geri.


💧💧💧


Pagi-pagi sekali Dara telah siap,Setelah Hans dan Mona berpamitan Ke kantor,Dara pun bergegas pergi Ke rumah Rangga.


"Mama.. "Lirih Rangga dan Memeluk erat Dara,setelah cukup lama Rangga pun meregangkan Pelukannya.


"Masuk,Ma!"Ajak Rangga sumringah.


"Kau Mau kemana?"Tanya Dara, Karna Rangga telah berpakaian Rapi dengan Setelan kemeja dan celana hitam.


"Rangga Mau cari kerja, Ma."


"Cari kerja? Dimana? "Tanya Dara penasaran.


"Rangga tak tahu,Ma. Yang penting Rangga cari dulu,Terus Mama kesini kenapa? "Ujar Rangga yang bertanya Gerangan Apa Ia datang.


"Mama kesini hanya ingin memberimu ini, Mama tahu Kau membutuhkanya. Tapi Mama minta Jangan sampai Papa Tahu, Jika Mama memberimu uang."Dara meletakan Amplop coklat Ke atas meja yang berada dihadapan Mereka.

__ADS_1


Rangga tersenyum, "Rangga memang membutuhkan Uang, Ma. Tapi Rangga lebih membutuhkan Mona. "Ujar Rangga, Dara terhenyak mendengar itu.


Jika saja uang Dara bisa membantu Rangga Namun jika Kembali pada Mona,Dara tak bisa Tentu Karna Ke khawatirannya pada Mona.


"Bagaimana, Ma? Mama pasti Bisa membantu Rangga kembali Pada Mona, Mama pasti Mau membujuk Papa dan Mona. "


"Tidak, Ngga. Jika masalah itu, Mama tak bisa membantu. Karna Mama Tidak ingin membuat Mona tersiksa kembali, "Ucap Dara.


"Percaya sama Rangga, Ma. Rangga gak akan Ngelakuin itu lagi,"Ujar Rangga lagi.


"Maaf 'kan Mama, Tapi Mama tak bisa dan tak akan pernah Mau. Ambil lah ini, "Ujar Dara lalu beranjak pergi.


"Mama,Tolong Rangga Kali ini saja."Pinta Rangga.


Dara menggeleng, "Maaf Tapi Mama tak bisa, Mama masih takut dengan kejadian kemarin.Mama trauma melepas Mona padamu,"Jawab Dara.


"Tapi Rangga janji, Ma. Janji gak Akan mengulangi Kesalahan itu lagi, Rangga janji. "


"Tak bisa,Mama tak bisa."Kata Dara lagi kemudian pergi meninggalkan Rangga.


Setelah kepergian Dara, Rangga menatap Amplop Coklat yang berada diatas Meja lalu mengambilnya.


"Mama tak bisa diharapkan, Bagaimana lagi Aku harus Membuat mereka kembali percaya padaku. "Monolog Rangga.

__ADS_1


__ADS_2