Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab33


__ADS_3

Drrt


Drrt


Drtt


Ponsel Rangga berbunyi Nama 'Mama'Terpampang Dilayar Ponselnya. Ia bingung Ingin menjawab Atau menolak, Takutnya Ia menanyakan Mona atau mungkin Mona sudah memberitahu Semua pada mereka.


"Arrrgghh, "Raung Rangga.


Dengan Terpaksa Rangga pun menjawab telepon Dari Dara, Sebisa mungkin Ia menetralkan Jantungnya.


"Halo Ma"Ucap Rangga Tenang.


"Rangga bisakah Mama bicara dengan Mona? Tadi Mama telpon Dia Tapi Gak Aktif,"Ujar Dara.


Deg


Jantung Rangga kembali memompa dengan Kencang, Dugaannya Tak salah Dara pasti menanyakan Mona. Rangga juga tak habis pikir dengan sang Ibunda,Jika menelpon selalu saja membahas Mona. Tak pernah Menanyakan Tentang Dirinya, 'Sebegitu Sayangnya Mama pada Mona'Batin Rangga.


"Hemm iya Ma,ponsel Mona lagi Lowbet. "Ucap Rangga,tentu saja Ia berbohong.

__ADS_1


"Ya sudah Berikan ke Mona Mama mau bicara! "pinta Dara.


"Emang Mama mau ngomongin apa sih? Biar Rangga sampaikan,"


"Kamu gak usah Kepo, Mama ingin bicara langsung! "Rangga menarik nafasnya Panjang, Mencoba kembali menetralkan irama detak jantungnya.


"Mona SudahTidur,Ma.Rangga Gak tega Banguninnya, "Bohong Rangga Lagi.


"Tidur! Tak biasanya Dia tidur jam Segini, "Ucap Dara sembari melihat Jam Dinding yang berada diruang Keluarga.


"Mona gak enak badan Ma. Jadi cepet tidurnya, "


"Apa? Udah kamu bawa ke dokter belum? "Ujar Dara Cemas.


"Ya sudah Besok Mama telpon Lagi, Jaga Mona Baik-baik.Jaga kesehatan Kalian!"Pesan Dara sebelum memutuskan Sambungan telepon.


"Iya Ma, "Lirih Rangga. Lalu meletakan Ponselnya diatas Nakas.


"Maafin Rangga Ma. Rangga Bohong sama Mama, maafin Rangga. "Gumam Rangga,Mengusap Kasar wajahnya.


Rangga Bangkit dan Mengambil Kotak merah didalam Laci Nakas, Ia membuka Kotak itu dan mengeluarkan sebuah kalung. Kalung yang Ia beli tiga minggu yang Lalu untuk Mona, Tadinya Ingin Ia berikan saat Berada dipantai Namun Naas Ia lupa membawanya.

__ADS_1


"Ku harap Kau suka"Gumamnya sembari tersenyum.


💧💧💧


Mona termenung menatap Indahnya Langit yang dihiasi Bintang bertaburan, Suasana Hatinya Sedang Gelisah,Entah lah Ia pun Tak tau Apa sebabnya.


Mona menghidupkan Ponselnya kembali, sengaja Ia matikan Karna Rangga Tak berhenti Menelpon dan mengirim pesan Padanya.


Ada rasa bahagia saat Rangga memperlakukannya dengan hal yang tak pernah Ia Berikan, Namun Ia pun sadar jika Rangga melakukan itu pasti karna Mama dan Papanya.


"Mama?"Lirihnya, saat melihat layar yang dipenuhi dengan panggilan tak terjawab. "Kenapa Mama nelpon? "sambungnya Lagi.


"Telpon Balik Gak Ya? Takutnya ada Hal penting,"Mona ingin menelpon balik Dara. "Gak?Pasti Mama sudah nelpon Mas Rangga."monolog Mona lagi.


Didalam kegelisahan Itu,Ada pesan Dari Rangga. Tanpa pikir panjang Lagi, Mona membuka pesan itu.


[Tadi Mama Nelpon Ia bilang Mau bicara denganmu! Ku Mohon beri Tahu keberadaan mu,Aku akan menjemputmu. Please Aku Mohon, Pulanglah!]


Deg


Hati Mona terenyuh, Walau tak bisa melihat Namun Ia bisa merasakan Jika Ada ketulusan Dari Rangga.

__ADS_1


"Maaf Mas, Aku Tak bisa. Sudah Ku katakan Aku akan pulang Jika Kau memutuskan Lita, Terserah kau mau bilang Apa Tapi itu yang Ku mau. Jika Kau ingin Aku kembali Maka Turuti Permintaanku, Walau Kau tak menginginkan pernikahan ini Namun Aku tetap istrimu.Dan Sebagai seorang Istri Aku Tak Mau Dimadu,"Balas Mona Lagi.


__ADS_2