Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab43


__ADS_3

"Ma, Maksud Mama Apa? "Rangga Mendekati Dara menatap kedua Manik Wanita yang Ia panggil Mama.


Dara Memalingkan Wajahnya, Ia tak Mampu untuk menatap Lelaki yang telah Ia Asuh dan diberi Kasih sayang Bak Anak sendiri.


Jujur Saja Dara Berat dalam Hal ini.Satu sisi Ia kecewa pada Rangga karna telah menyakiti Mona,Disisi Lain Ia tak Bisa membohongi Naluri Keibuannya.


"Ma Jawab Rangga Ma, Apa maksud perkataan Mama? "Lirih Rangga,Ia masih berharap semua pirasatnya itu salah.


Dara menguatkan Hatinya, Ia memandang Lelaki yang Kini berada dihadapanya.


"Mona Putri Mama, Anak Kandung Mama Dan Papa. "Ucap Dara lembut.


Deg.


Bagai ditusuk beribu Jarum, Rangga Lemas sampai Tubuhnya Bergetar.


"Gak, Ma. Jika Mona anak Mama,Bagaimana dengan Rangga?"Rangga menggeleng Tak menerima ucapan Dara.


Lain dengan Mona,Air Matanya Menetes mendengar pengakuan Rangga. Ia Tak pernah menyangka sedikit pun Bila Dara dan Hans adalah Orangtuanya,Ia bahkan tak pernah berharap semua Itu. Yang Ia pikir Dara dan Hans Baik Padanya hanya sekedar orang biasa atau karna yang Lainnya.

__ADS_1


"Bangun Lah Rangga! "ucap Dara sembari menuntun tubuh Rangga yang terduduk lemas dilantai.


"Ma, Mona bukan putri Mama 'Kan. Mama pasti bohong iya 'kam Ma, "


"Semua benar Rangga, Kau hanya anak yang dititipkan Mamaku. Seandainya saat itu Ia Tak membawa putriku, Mungkin Kau Tak Akan Ada dihidup Kami saat ini. Bahkan sampai menyakiti putri Kami,"tegas Hans.


"Papa Mama"Lirih Mona yang Kini telah berair dengan Air Mata.


Hans dan Dara mengalihkan pandangan Pada Mona yang kini berdiri menatap mereka dengan Air Mata yang mengalir deras.


"Apa semua ini benar? Aku anak kandung Mama dan Papa?"Tanya Mona Lirih,Dara dan Hans pun mengangguk dan membenarkan ucapan Mona.


Nella Terharu melihat pemandangan didepannya,Ia pun Tak menyadari jika Air matanya telah menetes. Akhirnya,sahabatnya itu mengetahui Orangtua kandungnya.


Dara merenggangkan Pelukanya dan Menghapus Air Mata Mona, "Jangan Nangis Sayang, Maaf Selama ini Mama menutupi semua."Ujar Dara.


"Iya, Sayang. Maafkan Kami, "Hans pun memeluk Mona untuk pertama Kalinya sebagai seorang putri.


"Dan Kau pergi dari Rumahku! Kau boleh tinggal dirumah itu, Tapi tidak dengan Kantor. Mulai saat ini,detik ini Kau bukan siapa-siapa Lahi dikantor itu. Pergi! "Usir Hans setela melepas pelukan Mona.

__ADS_1


"Tapi, Pa... "


"Pergi! "teriak Hans menggema diruang Keluarga.


Rangga Bangkit dan menatap Mona, "Mona.. "Lirih Rangga,Ia menatap Mona sendu ada pancaran harapan dimatanya. Namun Mona Hanya bergeming menatap Rangga, Ia bahkan tak mengeluarkan Satu kata pun.


"Mon.."lirih Rangga lagi. Namun Lagi-lagi Mona hanya diam, Karna tak ada jawaban akhirnya Ia bangkit dan melangkah walau berat.


"Stop! "perintah Hans.


Seketika Langkah Rangga terhenti, Ada Rasa bahagia saat mendengar Hans memintanya berhenti,Ia berharap Jika Hans memberinya kesempatan lagi.


Rangga pun membalikan Badanya, menatap dengan Iba dan penuh harap Pada Hans.


"Tinggakan Kunci Mobilmu! "ujar Hans membuat semua harapan Rangga Musnah.


"Tapi, Pa.Rangga..."


"Jangan Banyak Alasan! untung Kau Ku izinkan tinggal dirumah itu, Itu pun Karna Mamaku yang mewariskan padamu. "ujar Hans Lagi.

__ADS_1


Dengan terpaksa Rangga merogo Kantong celananya dan memberikan Kunci Mobil itu pada Hans, Lalu pergi meninggalkan Rumah itu.


__ADS_2