
"Katakan Mon! Apa yang ingin Kau ucapkan?Apa ada Masalah dengan Rangga? "Tebak Dara yang Melihat Mona Ragu-Ragu untuk Bicara.
Mona mengangguk, Ia pun Duduk disamping Dara Dan Langsung memeluknya.Dara pun Membalas pelukan Mona, Ia bisa merasakan Kesedihan Mona. Nella pun hanya bisa menahan Air Mata, Ia juga terharu melihat Hal yang ada didepannya.
Setelah Cuku Lama,Dara pun merenggangkan Pelukan Mona dan Menghapus Air Mata Mona. Dara menatap Lembut kedua Netra Mona yang memerah, Membuatnya juga menahan Air Mata.
"Ucapkan Lah, Mon Mama Akan mendengarkanmu."Lirih Dara dengan Suara sedikit serak Kentara jika Ia berusaha menahan Air yang Akan Jatuh.
"Maafkan Mona,Ma Maafkan Mona "Jawab Mona dengan Air Mata terus mengalir.
"Ceritakan Saja untuk apa Kau meminta Maaf! "Ujar Dara Lagi.
"Mon Katakan Lah, Lebih cepat lebih Baik "Timpal Nella.Mona mengangguk dan menatap Dara kembali.
Akhirnya Mona pun menceritakan Semua Hal yang terjadi, Dari Awal pernikahan Hingga saat ini. Mona menceritakan dengan jelas,Jujur dan Tak Menambahi Atau mengurangi Kata-kata.
Dara Tak bisa lagi Menahan, Air Matanya Mengalir begitu deras. Ia tak pernah menyangka jika Rangga Melakukan Itu semua, Rasa kecewa menyelimuti Hati Dara.
Dara memeluk Erat Mona dan menenangkan Mona,"Maafkan Mona,Ma Mama pasti kecewa pada Mona. Maafkan Mona yang menutupi semua, "Tangis Mona.
__ADS_1
"Sudah Lah Ini semua Bukan Salah Mu, Mon.Mama yang harusnya Meminta Maaf Karna Mama memaksa Mu untuk menikah dengan Rangga. "Jawab Dara.
💧💧💧
Lita merenungi Nasibnya, Hidupnya Hancur. Mahkotanya telah diambil Oleh orang yang jelas-jelas bukan suaminya atau pun calon suaminya.
"Bagaimana ini? Aku tak Mau menikah dengan Geri.Akkhh Awas saja Kau Geri! "Gumam Lita."Brengs*k Brengs*k Laki-laki bej*t."Gumam Lita Lagi.
"Bagaimana jika Rangga mengetahui semua? Tidak Tidak Rangga Tak boleh mengetahui semua! "Racau Lita. "Pasti Rangga Akan Meninggalkanku jika Mengetahui semua, Ya Aku harus bersikap biasa saja. "Monolog Lita.
"Tapi Jika Geri mengatakan pada Rangga, Arrgghh. "Gumam Lita lagi.
Lita terus memikirkan Cara Agar Geri tak mengatakan Hal Itu pada Rangga, Ia tak mau Ditinggal Rangga.
"Lita Buka pintunya! Itu ada Geri Nungguin Kamu, "Teriak Sandra.
"Geri, Untuk apa Lagi Dia Kesini?"Gumamnya.
"Lita Buruan! "Teriak Sandra Lagi.
__ADS_1
"Iya Ma Sebentar" Lita beranjak,Ia memandangi. wajahnya dipantulan cermin, Menghapus Air Mata dan memoles Make Up Agar tak terlalu terlihat habis menangis.
💧💧💧
"Kenapa Kau datang kemari? Apa belum puas dengan yang telah Kau lakukan? "Tanya Lita langsung pada Geri, setelah Sandra pergi menjauh dari mereka.
Geri tersenyum smirk, "Puas? Sudah jelas Aku belum Puas, Jika belum menikah denganmu. "
"Baik lah jika itu yang Kau Mau, Tapi Aku ada satu permintaan. "
"Katakan! "
"Jangan memberitahu Semua pada Rangga! "Ya Kalimat Itu yang keluar dari Bibir Lita.
Jika Tak Dengan Cara itu, Mana mungkin Geri Akan menuruti nya. Lagi pula jika Lita melapor Pada polisi sama saja Ia membongkar semua Pada Rangga, Sakit memang harus menikah dengan Orang Yang begitu lancang menodainya.
"Aku Akan memikirkan Agar bisa menyingkirkanmu? "Batin Lita. Ia sungguh Membenci Manusia Dihadapanya, Lelaki yang telah merebut kesuciannya.
"Baiklah,Jika Kau Tak Macam-Macam denganku.Apalagi mencoba membunuh ku, Kau Akan Tau Akibatnya. "Ujar Geri membuat Lita bergidik ngeri.
__ADS_1