
Hari berhari telah berlalu, Kini tiba saatnya Hari pernikahan Rangga dan Lita. Semua telah siap Dari gedung, Catring Maupun Yang Lain. Untung saja Semua persiapan itu telah Rangga lunasi saat Hal ini belum terjadi.
"Kamu sangat cantik, Sayang. "Puji Sandra.
"Iya dong, Anak Mama Kok. "Jawab Lita.
"Kau sudah Kabari Rangga,Lit?"Tanya Sandra Lagi,Ia cemas jika Rangga mengundur pernikahan ini lagi seperti beberapa bulan lalu.
Lita menggeleng, Karna memang Ia belum menghubungi Rangga. Ada Raut cemas dalam Dirinya, sangking Bahagianya Ia sampai Lupa untuk menghubungi Calon suaminya itu.
"Cepat Kau hubungi Lit, Mama takut! "Suruh Sandra.
Lita pun dengan cepat meraih ponselnya, Ia menghubungi Rangga berkali-kali, Namun Tak ada satu Sambungan yang terjawab.
"Bagaimana? "Pertanyaan Sandra membuat Lita menggeleng pelan.
"Sudah Mama duga,"Ujar Sandra lalu pergi Meninggalkan Lita begitu saja.
Dilain tempat,Rangga Masih Terpulas dalam dunia Mimpi.Ia tak ingat sama sekali dengan Acara pernikahannya dengan Lita.
Rangga terbangung karna suara bising dari Ponselnya, Dengan berat Rangga memaksakan diri untuk Bangun.
__ADS_1
"Lita, Apa sih Maunya? "rutuk Rangga.
"Astaga Aku Lupa, Hari ini pernikahanku dengannya. "Ucap Rangga Ketika melihat banyak pesan yang dikirim Oleh Lita.
Rangga pun bergegas Mandi dan berpakaian serapi Mingkin, Ia harus datang tepat Waktu.
Hampir satu Jam akhirnya Rangga tiba digedung yang menjadi tempat Acara pernikan, Namun Langkah Rangga berhenti saat terdengar suara Ramai dari dalam gedung.
"Sah... "Ujar suara itu serempak.
Rangga pun segera masuk karna Ia penasaran dengan hal apa yang terjadi didalam,"Tak Mungkin,Lita.Pasti Ada orang lain yang satu gedung dengan Acara kami. "Rangga berpikir positif.
"Apa arti semua Ini? "Ujar Rangga dengan suara meninggi.
"Rangga! "Lirih Lita dan Sandra berbarangan.
"Apa maksud semua ini, Lita? "teriak Rangga Lagi.
"I ini ini.."Jawab Lita gugup.
"Ini Apa? yang jelas kalo ngomong! "
__ADS_1
"Aku dan Lita telah Sah menjadi pasangan suami istri,Memangnya kenapa? "Sergah Geri.
"Jangan ngacok! Ini hari pernikahku dengan Lita bukan Kau,Lita jelaskan Padaku! "
"Maafkan Kami Nak, Lita dan Geri memang sudah menikah. Lagi pula Kau sudah dihubungi berkali-kali Namun tak pernah Kau tanggapi,Kami berpikir jika Kau membatalkan pernikahan ini. Karna tak ingin menanggung Malu kedua Kali, Akhirnya Kami memutuskan untuk menikahkan Mereka. "Jelas Riko,Papa Lita.
"Sini, Kau! "Rangga menarik tangan Lita menuju tempat yang Jauh dari para Tamu undangan. Geri, Riko dan sandra pun mengikuti Langkah mereka.
"Lepas! sakit,"Ringis Lita merasa Pedih dipergelangan tangan yang dipegang Rangga.
"Apa Maksud semua ini, Lit. Kenapa Kau mau menikah dengan mantanmu Itu?Kau Hanya milikku! "ungkap Rangga dengan kekesalan dan penekanan.
"Cintanya bisa saja Milikmu Namun Raga nya telah menjadi Milikku, Kita sudah tidur bersama. "Jawab Geri Santai, sedangkan Lita hanya diam dan menangis jika kembali mengingat Hari itu, Hari terburuk baginya.
Deg.
Dunia Rangga seakan Rubuh, Tubuhnya seakan tertimpa puluhan Batu besar. Tangan yang mencengkram Lengan Lita Ia lepas perlahan, Benarkah Wanita yang selama ini Ia jaga telah Tidur bersama pria Lain.
"Benar itu terjadi, Lit?"Lirih Rangga,Lita mengangguk membenarkan semua itu.
"Wanita Murahan! "Ujar Rangga kemudian berlalu dari tempat Itu.
__ADS_1