Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab64


__ADS_3

Hati Geri terenyuh mendengar ucapan Rangga, Ia membenarkan kata-kata Yang keluar dari bibir Rangga.dulu Dengan mudahnya Lita meninggalkannya, Dan saat ini pun dengan cepatnya Lita menyakiti Rangga.


Geri melirik Lita yang berada Dibalik punggungnya, Seakan Tahu pemikiran Geri,Lita menggeleng.


"Omongan Rangga jangan dimasukkan didalam Hati, Mana mungkin Aku Menyakiti Kamu,Aku mencintaimu Sungguh. "Ujar Lita dengan Tatapan Mata sendu menyakinkan Geri untuk tetap mempercayainya,Geri hanya bisa tersenyum,Muncul keraguan dalam hati Geri.


💧💧💧


"Apa ini?"Gumam Mona,melihat Sebuak Paper bag Diatas meja kerjanya.


"Coklat?"Ujarnya setelah nelihat Isi dari paper bag itu.


'Semanis-manisnya Cokelat Ini, Tak dapat mengalahkan Manisnya Kamu,Wanita Baik pujaan Hati, Mona.'


Kata-kata itu tertulis disebuah kertas berwarna Merah Hati yang tertempel dibungkus coklat.

__ADS_1


Mona celingak celinguk mencari seseorang yang telah memberi paper bag itu,Menanyai Setiap Karyawan sekitar situ Siapa tahu ada yang melihat sosok pembawa Paper bag itu.Namun tak ada Satu pun yang melihat Orang itu, Sampai tiba Seorang clening servis membuka Suara. Ia melihat seorang lelaki Masuk Ruangan Mona,Namun sayang Ia tak melihat wajah prua itu karna Ia berpikir jika itu orang suruhan atau kepercayaan Mona.


Pada akhirnya, Mona pun bodo amat dengan sosok itu Dan kembali pada pekerjaannya.


Ke Esokan Harinya Mona terus mendapat Kiriman-kiriman tak jelas, baik berupa makanan mau pun Minuman.


Hingga suatu Hari Mona pun sengaja datang ke kantor lebih Awal dari biasanya, karna Ia sangat penasaran dengan orang yang Akhir-akhir ini membuatnya nyaman walau hanya dengan Kiriman kecil itu. Ia memutuskan itu Karna Rekaman Cctv setiap paginya selalu terhapus pada pukul yang sama.


Mona sengaja bersembunyi dibawah Kolong mejanya,Agar menjadi kejutan bagi orang itu.


"Ini kesempatan ku"Batin Mona dan bersiap untuk bangkit.


"awwsss"teriak Mona, Kepalanya tersantuk Ujung Meja. Salahnya,Mona berdiri saat kepalanya masih berada tepat diujung meja,Ia tak sabaran melihat sosok itu.


Dika, Ya sosok itu adalah Dika. Dika yang kaget pun langsung menghampiri Tempat Asal Suara, Tawa Dika menggelar Ketika melihat Mona bersembunyi dengan jidat yang memerah.

__ADS_1


"Kamu ngapain disitu? "Tanya Dika dengan tawa yang masih tergelak.


"Mas Dika? oo ternyata situ yang ngasih makanan setiap pagi? "Tebak Mona tak menghiraukan Jidatnya yang memerah.


Tawa Dika langsung berhenti, Ia baru menyadari jika dirinya sudah ketahuan. Dika mengangguk dan ikut Duduk Dilantai bersama Mona.


"Kalo iya kenapa? "Tanya Dika sembari menatap kedua Netra Mona.


"Hmmm Gak papa sih, tapi Mona Penasaran tahu. "Ujar Mona gugup Karna tatapan Menggoda Dika.


Dika terkekeh Lagi, "Penasaran Karna Kamu sering senyum-senyum sendiri, Iya 'kan? "Goda Dika dengan menaikan Satu Alisnya.


Mona salah tingkah dan mengalihkan pandangan dari wajah Dika yang kini hanya beberapa Senti Dari wajahnya,"Tak usah berbohong, Mon. Aku sudah melihat semua Dari rekaman Cctv,"Lanjut Dika Lagi.


"Lancang, Kamu. Buka-buka Cctv Ruanganku, "Ujar Mona kembali menatap Dika.

__ADS_1


"Sudah Ku katakan, tak ada yang tak mungkin untuk ku Apalagi mendapatkan cinta Kamu. "Ujar Dika membuat Suasana menjadi serius dan canggung.


__ADS_2