
Vero menatap Kedua insan di hadapannya, Hening,Hanya Hembusan Nafas yang terdengar di ruangan itu.
"Heem Heem"Ujar Vero Mencairkan Suasana.
"Diam-diaman terus sana,sampai tu rambut berubah jadi putih semua. heran, kok bisa aku temenan sama manekin butiknya Nella."ujar Vero kesal sebelum akhirnya meninggalkan Mona dan Dika berdua di dalam ruangan.
"Sayang, Kau harus mengecek manekin-manekin mu?"ujar Vero pada nela melalui sambungan telepon.
"kenapa?"tanya Nela heran.
"Disini ada manekin, Ku rasa itu milikmu."ujar Vero sebelum mengakhiri sambungan telepon.Nella pun heran dan tak mengerti ucapan calon suaminya itu.
"Maksudnya apa? "lirih Nella sembari menghitung manekin di butiknya.
💧💧💧
"Bagaimana Keadaanmu,Mon?"Tanya Dika Memulai Pembicaraan.
"Seperti yang kau lihat,Mas.Aku baik-baik Saja."Jawab Mona.
"Bagaimana Dengan Dirimu,Mas?"Tanya Mona Balik.
"Sama sepertimu Aku pun baik-baik saja."Dika menghentikan Katanya,Menarik nafas dan menatap Mona Dalam.
"Jika Kau bertanya tentang Fisik Ku,Tentu Aku baik-baik saja.Namun,Jika Kau tanya tentang Hatiku Kau Pasti Sudah Tau jawabannya."Lanjut Dika.
Mona Tau pasti Maksud Dari ucapan Dika,Hatinya pun terenyuh.Dengan segera Ia mengalihkan pandangannya untuk menetralkan perasaannya.
__ADS_1
"Mon.."Panggil Dika lirih Membuat Mona kembali menatap Dika.
"Iya,Mas."Dika mengulurkan Tangannya dan menggenggam Tangan Mona.
"Bagaimana Dengan pernikahan Kita?"Tanya Dika Kembali.
"Kau Masih menginginkan itu terjadi kan?Kau masih bersedia kan,Mon?"Terpancar Harapan Dari Mata Dika.
Dengan perlahan Mona Melepaskan Tangannya Dari genggaman Dika.
"Beri Aku waktu untuk menjawabnya,Mas "Jawab Mona Lalu pergi meninggalkan Dika.
"Ku harap Kau tak mengecewakan Ku,Mon."Lirih Dika Yang Masih terdengar Oleh Mona.
Mona berjalan Keluar dari Kantor Dika,Namun langkah nya terhenti ketika melihat seseorang yang mencurigakan.Apalagi keadaan sepi Karna jam kerja telah berakhir 30 menit yang lalu.
"Siapa orang itu?Apa maunya?"Batin Mona.
Mona segera mengambil Ponselnya dan menelpon Dika.
"Ada Apa Mon?"Ujar Dika saat sambungan telepon terhubung.
"Didepan ruangan mu ada seseorang Yang Mencurigakan."Ujar Mona berbisik.
Mendengar itu Dika sontak Melihat ke arah Pintu,Ia pun melihat sosok bayangan dari celah kaca pintu.
"Kau dimana?"Khawatir Dika,Ia takut jika Mona disakiti Orang itu.
__ADS_1
"Aku.."
"Kau tetap di sana!"Potong Dika kemudian mengakhiri sambungan telepon.
Mendengar suara Dika,lelaki itu pun pergi sembari Mencari keberadaan Mona.
Saat Ia menemukan keberadaan Mona dan hendak menyakitinya,Dika datang.
Tanpa basa-basi Dika langsung Menendang punggung si lelaki itu membuatnya tersungkur dan segera melarikan diri.
"Kau baik-baik saja,Mon?"Tanya Dika panik.
"Aku baik-baik saja."ujar Mona menetralkan detak jantungnya.
"Siapa Dia,Mas?"
"Entahlah Aku pun tak Tau."
Mona memperhatikan sekitar dan melangkah Untuk mengambil sebuah kamera yang terjatuh tak jauh Dari tempat mereka.
"Coba Ku lihat!"Ujar Dika meminta kamera dari tangan Mona.
Dika Dibuat terkejut Dan heran setelah melihat Potret dirinya Didalam Kamera,Dimana dan apa yang Ia lakukan semua terdapat Didalam Sana.
"Kenapa Mas?"Tanya Mona penasaran dan mengambil alih Kamera.
"Siapa yang sedang memata-matai Mu?Kau harus berhati-hati!"Ujar Mona dengan rasa khawatir setelah melihat semua.
__ADS_1
Dika mengangguk,Ia merasakan dua hal dalam bersamaan.Marah dan Emosi dengan pemilik Kamera serta senang dan bahagia Karna Mona Mengkhawatirkannya.