
"Aku hanya ingin meminta Hak ku sebagai suamimu, Sayang. Dengan begitu Aku akan tetap menjadi bagian Dari keluarga Hans, Kau pasti paham Apa yang akan Ku lakukan. "Ujar Rangga dengan suara berat sembari Mengelus Pipi Mona.
"Lepaskan Aku! "Berontak Mona dengan mendorong tubuh besar Rangga.
"Kau Tak akan Bisa Lari Dariku!"Ujar Rangga dengan merapatkan tubuhnya pada tubuh Mona.
"Tidak,Ku Mohon jangan! Kita akan segera bercerai, Tolong Ku Mohon."Pinta Mona dengan terus Memberontak.
Penolakan dari Mona semakin membuat Rangga menjadi, Ia terus mendempetkan Tubuhnya,Wajahnya pun terus mendekat.
"Aarrgghh"Teriak Rangga kesakitan sebab Mona menginjak Kaki Rangga, Walau pun Rangga memakai sepatu namun Ketajaman Hill yang dipakai Mona mampu menembus sepatu yang dikenakan Rangga.
Rangga kesakitan dan terus memegangi Kakinya yang terasa bolong karna tinjakan Kaki Mona, Kesempatan itu lah Yang Mona gunakan, Ia membuka kunci pintu dan Keluar Dari Ruangan Itu.
"Mona... Mau kemana Kau? "Teriak Rangga ketika sadar Mona keluar.
Dengan tergopoh-gopoh Rangga masih mengejar Mona yang terus berlari, Hari masih pagi membuat kantor Sepi karna para karyawan berada dalam Ruangan mereka.
Bruk
__ADS_1
Mona menabrak seseorang, Dengan Refleks Mona memeluk Orang itu. Ia yang sangat Ketakutan tak memperlakukan Siapa yang saat ini Ia peluk, Tubuhnya Kian gemetar saat Mendengar Suara Rangga.
"Mona... "Teriak Rangga lagi.
"Tolong Aku, please. "Lirih Mona pada orang yang Ia peluk dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Kamu tenang saja, Selagi ada Aku Kamu tak akan kenapa napa. "Suara orang itu membuat Mona langsung menatapnya.
pandangan mereka bertemu, membuat jantung Mona Kian berdetak dengan kencang karna Rasa Takut pada Rangga atau bahkan Rasa malu Pada Dika.
"Sini Kau! "Mereka sadar dari lamunan, Karna Rangga kembali menarik paksa lengan Mona.Dengan sigapnya Mona berdiri dibalik tubuh kekar Dika.
"Siapa, lo?"Tanya Rangga dengan Kasar, "Jangan Halangi Aku! "Sambung Rangga lagi.
"Santai, Bro.Main dengan kepala dingin, Dong. "Ujar Dika santai.
"Jangan Banyak Bacot lo! Minggir sana! "Usir Rangga lagi Dengan terus berusaha menyingkirkan Dika.
"Silahkan Jika bisa. Dasar lelaki bodoh, "
__ADS_1
"Apa Kau bilang?"Ujar Rangga.
Karna tak terima dengan ucapan Dika Rangga pun memukul Dika, Yang membuat Mereka berkelahi. Mona berusaha untuk memisahkan Namun Ia tak didengarkan sama sekali, Keadaan semakin panas Para karyawan pun mulai berkumpul karna suara Dari perkelahian Rangga dan Dika. Namun sayangnya,Tak ada satu pun dari mereka yang Bisa menghentikan perkelahian itu.
"Berhenti... "Teriak Hans.
Kebetulan Hari ini Ia memang ada janji dengan Vero sekalian Membawakan Map Yang hendak dibawa Mona tertinggal. Saat memasuki jalan keruangan Mona, Ia melihat Rangga.
Mendengar teriakan Hans,Kedua lelaki itu pun berhenti berkelahi. Keadaan Rangga telah Parah, Di sudut bibirnya telah keluar cairan berbau Amis, sedangkan Dika tak begitu parah.
"Apa apan Ini? "Tanya Hans, setelah Menyuruh para karyawan kembali ke posisi masing-masing.
"Pa, Mas Rangga... "Lirih Mona sembari melihat Rangga.
"Rangga Kenapa Kau disini?Sudah Papa Katakan, perusahaan ini bukan hak mu lagi,pergi!"usir Hans.
"Rangga hanya ingin bertemu, Mona.Pa,"Jawab Rangga.
"Pergi! "usir Hans lagi.
__ADS_1