
Pukul 10.00 wib,Para karyawan telah berkumpul. Mereka saling berbisik-bisik, Mereka gelisah Takutnya Mereka membuat Masalah.
"Ada Apa Ya? "bisik seorang karyawan wanita pada teman disampingnya.
"Gak Tahu, "Jawab karyawan satunya.
"Perasaan Kita gak buat Masalah? "bisiknya lagi,Temannya hanya menjawab dengan Anggukan.
Mereka yang berbisik pun sontak terdiam ketika Melihat Hans, Mereka menundukkan kepala.
"Sudah Kumpul semua, Ver? "Tanya Hans.
"Sudah,Om. E Pak, "jawab Vero gaguk.
"Terimakasih,"Ucap Hans.
Hans pun mengalihkan Pandangan pada para Karyawan yang tengah menunduk.
"Siang Semua, "Ujar Hans membuat semua karyawan menatapnya.
"Siang Pak, "Jawab Mereka Serempak.
"Baiklah, Tanpa Basa basi lagi. Saya disini ingin memberi Tahu Kalian, Jika Mulai Hari Ini, Menit ini dan Detik Ini yang akan menjadi pimpinan Kalian dikantor ini Bukan lagi Rangga Tapi semua Akan dipegang Oleh... "Hans mengalihkan Pandangannya Kesamping tepat Pada Vero, "Vero. Ia yang akan mengurus semua, "sambung Hans.
__ADS_1
Para Karyawan pun merasa Panik, Mereka semua Tahu Jika Rangga adalah Anak tunggal Hans dan Dara. Namun kenapa perusahaan ini dialihkan pada Vero.
Termasuk Karin, Ia sampai Melotot Mendengar Semua ucapan Hans.
'Ada apa ini?' Batin Karin.
"Kalian mengerti! "
"Mengerti, Pak. "jawab mereka.
"O iya Satu Lagi, Jika Rangga Datang kemari,Jangan Izinkan Dia Masuk! Jika sampai Kalian teledor dan membiarkan Ia Masuk Maka posisi Kalian terancam! Ingat itu!"
"Baik Pak, "Jawab Mereka lagi.
"Satu Lagi, selain Vero yang mengurus perusahaan ini. Ada juga Mona yang Akan membantunya, Ia Akan membantu Vero menjalankan perusahaan. Dan ingat, Mona bukan Menantuku tapi Putri tunggalku."Ujar Hans Lagi, membuat para karyawan terkejut mendengar fakta itu.
'What? Apa-apaan Ini,Mana mungkin Wanita itu putri Pak Hans.Lita harus tahu semua ini,'Karin kembali membatin.
"Apa Ada yang ingin Kalian Tanyakan? Jika tidak, Kembali lah bekerja! "
Karna tidak ada yang bertanya, Ralat sebenarnya Banyak yang ingin mereka tanyakan Namun Mereka Tak punya nyali untuk itu, Mereka pun Bubar dan Kembali Ke tempat mereka.
"Ver, Om ingin bicara padamu. "Ujar Hans.
__ADS_1
"Baik,Om."Jawab Vero sembari mengikuti langkah hans,Mona pun ikut melangkah bersama mereka.
💧💧💧
"Harus!Lita harus Tahu! "Monolog Karin.
Ia segera mengambil Ponselnya dan menelpon Lita, ketika sambungan telah terhubung Karin segera menceritakan semua yang diucapkan Hans tadi.
Lita pun sangat terkejut dengan cerita Karin, Awalnya Ia tak percaya Namun Karna Karin terus meyakinkan jika dirinya tak berbohong,Akhirnya Lita percaya.
💧💧💧
"Lita, "Lirih Rangga ketika melihat Layar ponselnya yang bergetar.
"Apa benar Kau bukan Anak Dari om Hans? "Tanya Lita Langsung.
"I Iya memangnya kenapa, Sayang?Kau pasti Tak akan meninggalkanku, Walau Aku bukan Anak kandung mereka Iya 'kan,"
"Apa Kau bilang? Jika Aku bersamamu lalu Kau memenuhi semua kebutuhanku dengan Apa? Daun?Gak bisa, Aku gak bisa. "Kesal Lita.
"Lita,Dengarkan Aku sayang! Aku memang bukan Anak kandung Mama dan Papa Tapi Kau Tahu Mereka sangat menyayangiku, Mereka pun tak mengusirku Malah memberikan Rumah ini untukku. Kau tenang saja, Mereka Tak akan membiarkanku terlantar Karna bagaimanapun Aku adalah Anak Mereka. "jelas Rangga.
Lita termenung, Ya benar juga yang Rangga bicarakan. Walau Rangga bukan anak kandung tapi mereka telah menganggapnya seperti Anak sendiri. Buktinya,sudah bertahun-tahun mereka merawat Rangga.
__ADS_1
"Baiklah Aku percaya padamu, "Ujap Lita kemudian, Setelah Ia berpikir.