Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab88


__ADS_3

"Gimana,Bro Baru Sadar Kalo Lo itu cinta sama Mona.Memang sih gak salah,penyesalan slalu di akhir."Ledek Vero di iringi dengan kekehan kecil.


"Menyesal? Ya aku memang menyesalinya,Namun Lo tau sendiri semua ini bukan sepenuhnya salah Gue."Balas Rangga membela diri.


Vero Hanya bisa terkekeh,Ia malas menjawab ucapan Rangga Karna bisa memicu perdebatan.


"ngomong-ngomong Lo ngapain Ada disitu?"


"Kebetulan lewat aja,Liat rumahnya Rame Aku jadi penasaran."


"Oh gituu,Gak ada rencana Jahat?Merusak Lamaran Dika Misalnya."Ledek Vero lagi.


"Gila! Bisa-bisanya Lo mikir ke gitu,Gua memang gak ada kerjaan tapi gak Sampai ganggu hidup orang juga."


"Siapa Tau,Karna lo Mencintai Mona Lo nekat ngelakuin apa Aja."


"Bodok lah"Cetus Rangga,"Eh Eh stop disini aja!"perintah Rangga.


Vero Yang mendengar Itu pun langsung Ngerem Mendadak,Membuat Kepala Rangga Hampir Terbentur.Hampir Lo Hampir!.


"Makasih dah Nganterin Gue,Sorry ngerepotin lo"Ujar Rangga Lalu Keluar dari Mobil Vero.


Vero tercengang,Bukan hanya Karna Ucapan Terimakasih dan Maaf yang jarang Rangga Ucapkan tapi Juga Karna Tempat Dimana Rangga turun.


"Ngga!"Teriakan Vero membuat Rangga Kembali Berbalik.

__ADS_1


"Apa?"Ketus Rangga.


"Lo ngapain Kesini?Lo sakit?sakit Apa?jantung?Hati?Atau mau jual ginjal?Kalo memang Butuh uang Jangan Gitu juga,Ngga tar gue pinjemin."Celetus Vero Asal.


"Mau Jual Organ Lo!"


"Gue Serius, Ngga! Lo ngapain Ke rumah sakit?"Ujar Vero lagi.


"Kalo Mau tau,ikut Gue!"


Mau tak Mau Vero pun Mengikuti Rangga,Takutnya Rangga benar-benar ingin menjual Organ tubuhnya.


💧💧💧


Sebuah pesan Masuk dan beberapa saat kemudian Layar menampilkan Nama seseorang yang sedang menelpon,Tanpa Lama-lama Geri pun Mengangkat ponselnya.


"Saya sudah Tahu keberadaan Bu Lita,Pak.Kondisinya Memang sedang tak sehat,salah seorang Perawat bilang Bu Lita sengaja Di bius untuk membantu menenangkanya."jelas Seseorang yang berada Tak Jauh dari Ruang Rawat Lita.


"Dimana Ia dirawat?"Orang itu pun menyebutkan Sebuah Rumah sakit yang tak Jauh Dari Kantor Geri.


"Saya juga telah Mengirimkan beberapa Foto,Bapak Bisa liat sendiri."Setelah mengucapkan itu,Ia pun mengakhiri Sambungan telepon.


Geri pun dengan secepat Kilat Menekan Pesan dan Memperhatikan Beberapa Foto Lita yang telah Dikirim,Dengan membuang Nafas Kasar Geri pun mengusap wajahnya.


💧💧💧

__ADS_1


"Tante"sapa Rangga Pada Wanda yang tetap setia Duduk disisi Lita.


"Lita"Lanjut Rangga ketika melihat Lita yang telah tersadar.


'Ada Apa Ini?'Vero membatin.


"Rangga,Apa Geri Akan segera Datang?Mama bilang Kau sedang menjemputnya,Tapi dimana?Kau malah membawa Dia."Lirih Lita sembari menunjuk ke arah Vero.


"Kau tenang saja Sebentar Lagi Geri akan Datang,Aku sudah Menemuinya cuma Dia sedang Meeting dan Akan selesai beberapa saat Lagi."


"Kau serius?"Selidik Lita,Rangga Mengangguk.


"Setelah meetingnya selesai Geri Akan menjengukmu!"


"Kalau begitu Aku Harus berdandan,Ma Dimana Pakaianku Aku harus Tampil Cantik."Ujar Lita yang berusaha untuk Bangkit.


"Lit,Pakaianmu Akan dibawa Geri jadi Kau harus menunggunya Dulu."


"Benarkah Geri membawakan Pakaian ku?"


"Heem,Tak hanya pakaianmu Geri juga Akan Membawakan mu Bunga yang sangat indah."Jawab Wanda dengan Mata berkaca-kaca,Ia Tau jika Mereka sedang membohongi Lita Agar sedikit merasa Tenang.


"Sekarang Lo tau 'kan kenapa gue Kesini?"Bisik Rangga.


"Gue Paham!"Jawab Vero Singkat.

__ADS_1


__ADS_2