Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab104


__ADS_3

Mona merasakan Jantungnya berdetak kencang Ketika Mereka telah tiba di Makam Rangga,Mona pun terduduk lemas saat melihat didepan Matanya.


Mona menggelengkan kepala berulang Kali, menepuk-nepuk pipinya Seolah Yang Kini terjadi hanya sebuah Mimpi.


Selembut Apa pun Ia menepuk Rasa Sakit itu tetap ada,Semuanya jelas-jelas Nyata.


Hans mengusap lembut punggung Mona,Hans Tau Jika Mona merasa Kehilangan Rangga.


"Mas Rangga.."Lirih Mona memegang Nisan Rangga Sembari Mengusap air matanya.


"Dengarkanlah Mas,Jantungmu begitu Rindu padamu!"Lirih Mona."Ia Tak pantas berada didalam Diriku,Mas!"Lanjut Mona.


Hans Hanya Bisa menenangkan Dengan Cara mengusap Lengan Mona,Sesekali Memeluknya.Jujur Saja Ia Menyesali Perbuatannya.


💧💧💧


"Disini Kau rupanya,Dicariin Juga dari tadi."Ucap Vero pada Dika yang saat ini termenung Dipinggir pagar Balkon Kamarnya.


Dika hanya menoleh Vero sebentar,Lalu kembali Menatap Kosong Ke Depan.Sejak Kemarin,Dika Malas Untuk berbicara.


"Mbak Vira Nelpon? Katanya Mau Fitting Gaun."Ujar Vero sembari menyantap cemilan Dika.


"Gak Jadi."Vero seketika berhenti mengunyah Mendengar celetuk Dika.


"Repot Kalo sama Mbak Vira,Dia gak tau ukuran Badan Mona.Dan Aku juga bego Sih Dah Tau Nella Punya Butik Malah nyari ditempat Lain."

__ADS_1


Degh


"Lah iya Aku pun Lupa.Pantes Nella dikasih Tau Melotot,terus Iya-iya Doang.


"Pasti Dia dah Buat Gaunnya sendiri.Tolol bet Gua."Umpat Vero pada diri sendiri.


Dika Terkekeh Kecil Melihat tingkah Vero.Bagaimana Bisa Vero Lupa Kalau calon istrinya itu seorang Desainer terkenal.


Padahal,Bisa dikatakan Vero setiap hari Ke butik untuk menjenguk Nella.Ya,Sejak Mona Koma Ia Tak Menjadi sekretaris Lagi.


"Aku pulang,Dik."Pamit Vero tak lupa Ia mengambil beberapa Cemilan lalu pergi.


"Aku tak memikirkan Masalah Gaun,Ver.Yang saat ini Ku pikirkan Hanya Mona,Entah pernikahan ini berlanjut atau tidak."Batin Dika.


💧💧💧


Sudah cukup Lama Mereka berada Di Makam Rangga,Terasa Dari terik Matahari yang Mulai memanas.


Mona menatap Hans dan mengangguk perlahan Sebagai Jawaban Dari "iya".


Setelah mendoakan Rangga,Mereka pun beranjak Meninggalkan pemakaman.


Seseorang Mendatangi Makam Rangga Setelah kepergian Hans Dan Mona,Sejak Tadi Ia telah memperhatikan Mereka Dari Jauh.


Pria Itu tersenyum Smirk Menatap Liang Lahat Rangga,terpancar Aura licik Dari Wajahnya.

__ADS_1


"Selamat beristirahat sobat."Ujarnya.


"Sebenarnya Bukan Lo yang gua Inginkan,Lo bego Telah menolong Dia.Tak Apa sebentar Lagi si brengsek itu akan menyusul mu."Lanjut pria itu Lalu Pergi Dengan Niat Buruknya.


💧💧💧


"Sayang.."Teriak Vero didepan Pintu rumah Nella.


"Sayang,Kamu Didalam?"Ulang Vero untuk kesekian kalinya.


Tak Ada jawaban Dari Nella,Vero pun Membuka Pintu langsung sebab Tak terkunci.


"Kok sepi?"Lirih Vero melihat sekeliling.


Vero melangkah menuju Kamar Nella,Ia mengintip Dari sela pintu yang terbuka sedikit.


Terlukis Senyuman Dibibir Vero saat mengetahui Nella Sedang Memakai Gaun yang begitu indah,yang mungkin Ia rancang untuk pernikahannya Nanti.


"Cantik"Ujar Vero yang Kini telah berada disisi Nella.


Agak Kaget Namun Nella segera menormalkan detak jantungnya,Jujur Ia merasa sedikit Malu Karna Vero mendapatinya mencoba gaun itu


"Hey,Kenapa Diam saja?Mau jadi Manekin?"Ujar Vero kembali.


"ngapain kesini?"Nella hanya menatap Vero dari Pantulan Cermin.

__ADS_1


"Gak Papa,Cuma Kangen."Jawab Vero dengan Senyuman yang tak pernah pudar.


__ADS_2