Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab82


__ADS_3

Tok


Tok


Pintu Ruangan Mona diketuk Dari Luar.


"Masuk! "Ujar Mona.


"Selamat Pagi Bu, "Ujar Nella Sembari Kekehan Diujung Kalimatnya.


"Nell Kau?"Mona Dibuat Bingung Dengan Penampilan Nella Yang Berpakaian seperti Dirinya.


Nella Duduk Di kursi Yang Tak Jauh Dari Mona, Tempat khusus sekretaris Mona.


"Mulai Saat Ini, Aku Menjadi Sekretaris Mu Mon. "Ujar Nella dengan Sumringah.


"Tapi, Bagaimana Butik mu? Lagi pula Aku merasa sangat Merepotkanmu? "


"Mon, Sudah sering Ku Katakan Bahkan Beribu Kali Kau Mendengarku Mengatakan Tak Suka Bila Kau berbicara begitu.Terima saja Apa yang Ku lakukan, selagi Tak Menyakiti Mu,Mon."Kata Nella.


"Ahh Kau selalu Menjawab Begitu. "Lirih Mona.


"Dan Kau selalu Merasa Merepotkan Ku. "Balas Nella,"Sudah Lah, sekarang Apa yang Harus Kita siapkan? "Lanjut Nella Namun Tak Dijawab Oleh Mona.


"Mon.. "Pekik Nella saat menyadari Mona sedang Melamun.


"Nell, Kau mengagetkan ku Saja. "


"Mikirin Apa Kau Barusan? "

__ADS_1


"Gak Mikirin Apa-apa? "Jawab Mona acuh Dan Mulai menyiapkan Berkas Untuk Meeting Hari ini.


💧💧💧


"Bagaimana Keadaan Anak Saya, Dok? "Tanya Wanda Pada seorang Wanita sebayanya.


Dokter itu Menatap Prihatin Pada Wanda Kemudian Menatap Lita Yang tengah Berbaring Diatas brankar Rumah sakit.


Ya, Setelah Rangga Menelpon Geri Kemarin.Rangga Mengajak Lita berbicara dan Menjelaskan Hubungannya dengan Geri, Namun bukannya tenang Lita Mengamuk Hingga Melempar Rangga dengan Benda-Benda Yang ada Dikamar. Lita Tak terima dengan Ucapan Rangga, Dan terus Berkata Hubungannya dengan Geri Baik-baik saja.


Karna Tak tahan dengan Kondisi Lita, Wanda pun segera menelpon Pihak Rumah sakit untuk Membantu Memberi penenangan.


"Anak Ibu Sedang Mengalami Depresi Ringan,Kita harus Bisa Memulihkannya Karna Itu bisa Berdampak buruk Untuk Kandungannya. "Wanda pun Terkejut Mendengar Penjelasan Dokter itu.


"Kandungan? Anak Saya Mengandung? Dia Hamil? "Ucap Wanda Tak Menyangka.


"Iya,Buk.Usia Kandungannya Masih sangat Muda, Terhitung beberapa minggu.Saya tinggal Dulu,Buk.Jika ada Apa-apa Pada Lita segera Panggil Saya. "Pamit Sang Dokter.


Wanda Duduk Disebelah brankar Lita, Memandang Wajah yang sangat pucat Itu. Sedari Kemarin Dan Hari-hari sebelumnya, Tak ada Satu pun Makanan Yang Masuk Pada tubuhnya. Yang Dilakukan Lita Hanya Mengamuk Dan berbicara Sendiri.


💧💧💧


Setiap Sebab Memang Ada Akibat, Begitu pun Rangga Saat ini. Karna Perbuatannya Sendiri, Kini Dia Harus Bekerja Dengan Tangan yang selalu Kotor oleh Oli.


Rangga Kini Bekerja Disebuah Bengkel yang Tak Jauh Dari perumahanya,Sudah tentu Ia melakukan itu Karna terpaksa.Sudah tentu Dengan berbekal Ilmu yang Ia Miliki.


"Gimana Mobil Saya, Bang? "Tanya Pemilik Mobil yang sedang Diperbaiki Oleh Rangga.


"Coba Abang Nyalain!"

__ADS_1


Sang pemilik Mobil Pun Mencoba dan Ternyata Mesin Mobilnya telah Menyala.


"Terimakasih,Bang."ujar Sang sopir Ketika telah Menyelesaikan Pembayaran.


Drrtt


Drrtt


Rangga Memandang Ponselnya.


"Tante Wanda"Tanpa Ba Bi Bu Rangga pun Menjawab Telepon,Takutnya terjadi Apa-apa Pada Lita.


Rangga Khawatir bukan Karna Ia Masih Mencintai Lita, Namun Karna Rasa terimakasih Sebab selama Ini Membantunya.


"Ada Apa Tante? Apa Lita Mengamuk Lagi? Apa Dokter Tak Memberi obat penenang? "


"Lita Gak Ngamuk, Dia Sedang tertidur pulas.Tante Sangat Khawatir dengan keadaannya, Apalagi saat ini Lita Sedang Hamil. "


"Lita Hamil,Tan?"Tanya Rangga Dengan terkejut.


"Iya,Ngga."


"Geri Harus Tahu,Tan!"


"Tante sudah berusaha Menelpon Geri, Tapi sepertinya Geri sudah mengganti Nomornya. "


"Tante tenang Ya, Rangga Akan berusaha membantu Tante mencari Geri tapi gak sekarang, selesai Rangga Kerja."


"iya, ngga Makasih."Rangga pun memutuskan Sambungan telepon.

__ADS_1


💧💧💧


"Sudah Lama Menunggu? "Mona dan Nella sontak Menatap Pemilik Suara,"Masih ingat denganku? "Lanjutnya.


__ADS_2