
"Pergi! "Usir Hans Lagi.
"Gak,Pa Rangga gak Mau.Rangga Ingin ketemu Mona, Rangga ingin memperbaiki Rumah tangga Rangga Pa. "Jawab Rangga memohon.
Hans Diam sejenak, Memikirkan ucapan Rangga yang terdengar tulus. Meski Ia sakit hati pada Rangga, Namun kasih sayang padanya tak berkurang.
Mona yang Tahu kebingungan Hans pun menggeleng,Seakan memberi tahu jika Mona tak menyetujui Permintaan Rangga.Sudah jelas,jika Mona enggan kembali pada lelaki seperti Rangga.
"Pergi! "Usir Hans lagi, Namun kali ini dengan Nada yang rendah. Rangga menggeleng, Ia Terus meminta Pada Hans Agar memberinya kesempatan kedua Untuk menjadi suami Mona. Rangga pun berjanji untuk Menjadi suami yang baik, Namun lagi-lagi Hans mengusir Rangga.
"Pergi lah,Mas. jangan harapakan Aku akan menerimamu kembali,Pergilah!"Usir Mona sebab tak tahan Lagi dengan Sikap kepura-puraan Rangga.
"Mon, Aku Mohon Beri Aku kesempatan lagi! Aku janji akan membahagiakan Kamu! "Mohon Rangga dengan mencoba meraih tangan Mona.
"Kau tidak tuli 'Kan Mas? Aku bilang Tak Mau,Ya tak Mau. Pergi! "Teriak Mona, Ia begitu Benci dengan adanya Rangga.
"Please, Mon Beri Aku kesempatan Kali ini aja! "Mohon Rangga tak kapok-kapok, Ia pikir Mona akan Luluh dengan permohonan yang berkali-kali itu darinya.
"Papa, Mona mohon suruh Mas Rangga pergi,Pa.Aku Mohon,Pa."Pinta Mona sembari mengoyang lengan Hans.
Melihat sikap Mona hans pun kembali mengusir Rangga, Bahkan sampai menyuruh satpam untuk menyeret Rangga keluar dari perusahaan.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja,Nak?"Tanya Hans pada Dika.
"Iya, Om Dika baik-baik saja."Ujar Dika sopan.
"Kamu Yakin?Kita Ke Rumah sakit aja, yuk! "Tawar Hans.
"Gak usah,Om Dika Gak papa. "Tolak Dika sopan.
"Ya sudah Kalo gitu, Mon sekarang Kamu obati Memar pad pipi Dika! "suruh Hans yang Dituruti Oleh Mona, tentu Karna Mona tak enak hati sebab itu terjadi Karna menolongnya.
"Baik, Pa. "Jawab Mona.
Dilain tempat, Rangga berjalan kaki menyusuri jalanan,
Disepanjang jalan, Ia terus mengumpat Pada dirinya sendiri. Rangga Mengumpat dengan Kata-kata Kasar, Merutuki Semua Orang.
"Lihat saja, Mon Aku tak akan menyerah. Lain kali Aku akan lebih Cerdik, Kau pasti tak bisa menghindar Dariku Dan tak ada satu pun orang yang bisa menolongmu termasuk lelaki Tadi. "Monolog Rangga lagi.
💧💧💧
"Makan! "Ujar Geri menyodorkan sepiring Nasi pada Lita.
__ADS_1
Sejak saat itu, Lita menjadi Sakit membuat Geri Kesal. Lita begitu karna terus memikirkan Rangga, padahal sudah jelas jika geri lah yang menjadi suaminya.
"Aku tak Mau!"Tolak Lita.
""Jangan buat Aku Marah,Lit! Makan Atau Kau tak akan ku beri Makan. "Ancam Geri membuat Lita segera mengunyah Makanannya.
"Bagus, Menurut saja denganku jika Kau ingin Bahagia.Ingat itu! Kau akan tersiksa jika terus membantahku, dan jangan pernah lagi Kau urusi Rangga, mengerti! "Ucap Geri Lagi, Namun Lita hanya Diam.
"Jawab! "Bentak Geri lagi.
"Iya, Ger. "Lirih Lita sembari menahan Tangis.
"Begitu dong, cantik. "Ujar Geri lagi, sembari mengelus Pipi Lita yang telah Banjir Air mata.
💧💧💧
"Awwss"Ringis Dika pelan, Saat Mona terlalu kuat menekan handuk Basah itu.
"Sakit? Maaf Mas Aku tak sengaja. "
"Tak Apa."Jawab Dika Singkat.
__ADS_1
"Maaf ya, Mas gara-gara Aku kamu jadi Gini. "
"Sudah Ku katakan, Mon Aku akan Menjagamu. "Jawab Dika.