
Karin Menuju Pintu Dan Membukanya Lebar-Lebar Sembari Berteriak, "Heyy Lihat Lah Boss Kalian! Seorang Pelakor!Ia Merebut Suamiku Dan Membuat Suamiku Membenciku! "
Sudah Pasti Para Karyawan Mendengar Ucapan Karin, Dan Mulai saling Berbisik bertanya Ada Apa Sebenarnya.Dika dengan Sigap Menarik Karin Masuk dan Menutup Pintu dengan Keras. Begitu pun dengan Mona yang Sudah Tak Tahan dengan Sikap Karin yang semakin Menyalahkan Dirinya Pun Melangkah Mendekat,Dan...
Plak
Plak
Dua Tamparan Didapatkan Oleh Karin sekaligus.
Karin Memegang kedua Pipinya,Perih sangat Perih Rasanya Air Mata Karin Hendak menetes Namun Ia lebih Mementingkan Gengsinya. Sembari Menatap Nyalang Pada Mona,Seakan-Akan Hendak Melahap Mona Hidup-hidup.
"Beraninya Kau Menampar Ku,Dasar Wanita Pelac*r!"Teriak Karin. Dika Pun Hendak Menghalangi Karin, Namun Mona lebih dahulu Melangkah.
Plak
Plak
__ADS_1
Dua Kali Lagi Mona Menampar Karin.
"Tamparan Itu Untuk Membalas ucapanmu Barusan!,"Ujar Mona Menatap Karin dengan Amarah."Kau pikir Aku Akan Diam dengan semua Tuduhanmu itu? Kau pikir Aku terima dengan Ucapan Pelac*r Darimu, Hah."Sentak Mona membuat Karin Bungkam,Mungkin Karna Tak percaya Mona Akan Melawannya.
"Pergi Kau Dari Sini! Atau Aku akan Memaksamu Pergi!"Perintah Mona.
Karin enggan Menuruti kata-Kata Mona, Yang ada dalam Hati dan Pikirannya Hanya Lah Membalas Tamparan Mona Dan Mendapatkan Dika Kembali.
"Baik Lah,Jika Kau Tak Mau. Aku akan Panggil Polisi Dan Menjebloskan Mu ke penjara,Karna Telah Mengganggu Kenyamanan dan membuat Onar Di Kantor Ku."Kembali Mona Berkata, Namun Kali ini dengan intonasi yang sedikit Merendah.
"Pergi! "Mona Mengangkat Hp Yang Menampilkan Telepon dan telah Mengetik Nomor 911.
Pada Akhirnya,Karin Keluar Dari Ruangan Mona Tentu dengan Umpatan Keluar Dari Mulutnya Sepanjang Jalan.
Dilain Tempat,Mona Duduk,Menetralkan Detak Jantung Dan Nafasnya. Rasanya Sangat Membuang Tenaga Mengurusi Orang Seperti Karin,Yang Sama seperti Lita dan Rangga.
"Mengapa Aku Dikelilingi Orang Seperti Mereka? "Batin Mona.
__ADS_1
"Mon.. "Panggil Dika yang Masih Berada Di Ruangan Mona.
"Pulang Lah,Mas!Biarkan Aku Sendiri, Aku Tak Mau Berdebat Lagi. "Ujar Mona,"Bila Perlu Tak usah Menemuiku Lagi, Aku Capek Berurusan Dengan Hubungan Kalian Yang Belum Selesai.Aku Capek dan Tak Mau Di cap Sebagai Pelakor, Pergilah! "Lanjut Mona.
Dika Menarik Nafas Panjang, "Hubungan Ku dan Karin Telah Lama Berakhir, Dan Tak Ada Sangkut Pautnya Denganmu. Jadi Jangan Mengorbankan Hubungan yang Baru Saja Kita Jalin, Mon. Aku Tak Rela! "Jawab Dika.
"Pergilah, Mas. Aku ingin Sendiri, "Ujar Mona Lagi.
Dika Yang Pasrah pun Menuruti Kehendak Mona, Namun Ia Hanya Memberi Waktu Mona Sendiri Untuk Menenangkan Diri Bukan Melepas Mona Dar Dirinya.
Rasa Cinta Dika Pada Mona telah tumbuh begitu Besar, Dan Tak mungkin Ia tinggalkan Apalagi Melepaskan. Justru Dika Yang Akan Menyelesaikan Semua,Dan Membuat Karin Menjauh Dari hidup Mereka.
Sebelum Keluar Ruangan, Dika menatap Mona Begitu pun Mona yang Menatap Dika. Setelah Beberapa Menit, Memastikan Tak Ada yang Mau Mona Katakan Dika Pun Menutup Kembali Ruangan Mona.
Sepanjang Jalan,Dika Menjadi Pusat Perhatian. Banyak Juga Karyawan Yang Tak sungkan Menanyakan Perihal Tadi, Tapi Tak Digubris Oleh Dika.
"Tak Usah Ikut Campur Dengan Urusan Orang Lain! "Ucap Dika Dingin.
__ADS_1