
"Aaaaakhh"teriakan Rangga menggema diseluruh Ruangan.
"Si al,Kenapa semua jadi gini? "Sambungnya lagi.
Hancur sudah semua harapan dan impian Rangga, Apalagi kini semua orang membencinya,termasuk Hans dan Dara.
Umpat-umpatan Rangga terus terdengar diseluruh ruangan, Ia merasa kesal dengan semua Hal yang terjadi. Nasib sial selalu saja Ia dapatkan, penyesalan Mulai hadir dalam Hatinya.
"Seandainya Aku bisa mencintai Mona Dari Awal, Mungkin saat ini Aku sedang berbahagia berkumpul bersama Mama dan Papa. "Gumamnya Lagi.
"Gak,Aku Harus bisa mendapatkan Perhatian Mona lagi. Aku tahu Mona sangat mencintaiku, Iya Aku harus Bisa. Tak akan Ku Relakan Mona bersama siapa pun,Termasuk Vero. Tak Akan, Ku tak akan Biarkan itu. "Lanjutnya.
💧💧💧
"Sayang, Kenapa Kau terus saja menangis? Hem kenapa? Lihat lah dirimu,sudah berapa jam Kau mengurung diri didalam kamar ini. "Ujar Geri menghampiri Lita yang terus menangis diatas Pembaringan.
"Pergi Kau!jangan ganggu Aku! "teriak Lita.
Sedari Tadi Ia terus menangis, Bahkan untuk mengganti pakaian pun Ia tak sempat.
__ADS_1
Sebenarnya, Lita tak ingin menikah dengan Geri. Namun orangnya terus memaksanya dengan alasan ini dan itu, Sampai akhirnya Ia pun terpaksa Menuruti semua keinginan mereka. Padahal Lita sangat yakin Rangga akan datang, Meski sedikit terlambat.
Geri meraih Wajah Lita Dan menghapus paksa Airmatanya, Semakin Lita Menghindari semakin Geri menguatkan Tangkupan tangannya.
"Jangan Membuang Air mata mu hanya untuk lelaki itu! Kau telah menjadi milikku, Kau paham Milikku. "Ujar Geri penuh dengan penekanan dan terus menghapus Air mata Lita.
"Kau memaksaku,Bukan kehendakku.Jika Tahu begini,Lebih baik aku mati saja. "Jawab Lita sengit.
Geri Tersenyum Smirk, "Karna Kau memang milikku, Apa pun caranya Kau Harus bersamaku. "jawab Geri dengan tatapan sengit yang tak ditanggapi oleh Lita.
💧💧💧
"Eh sayang, Kau sudah pulang? Bukannya Tadi bilang Mau kumpul sama Vero dan Nella? "Tanya Dara dengan keheranan.
"Udah,Ma.tapi memang gak lama, Ada masalah sedikit. "Jawab Mona lembut.
"Masalah?"
"Hemm, Tapi Mama tenang aja semua Udah beres hanya hal sepele"sumringah Mona.
__ADS_1
Dara yang masih curiga pun terus menanyakan masalah itu, Dara berfirasat jika itu masalah dengan Rangga.
"Rangga yang membuat masalah? "Tebak Dara membuat Mona gelagapan hendak menjawab Apa.
"Em Bukan,Ma.Kita gak ketemu Mas Rangga, Kok. "Jawab Mona yang sudah tentu berbohong.
"Tapi Mama yakin jika Rangga akan terus mengganggumu.Ia akan terus menyakitimu,Apalagi saat ini..."
"Sudah, Ma.Tak usah diperpanjang lagi, Sebentar lagi Mona dan Mas Rangga akan segera Berpisah. "tenang Mona pada Dara.
"Kau benar, Mon. Papa mu sudah mengurus semua Perceraianmu Dan Mama yakin sebentar lagi Kalian akan perpisah."
"Iya, Ma. Mona pun sudah lama menginginkan itu, Maafkan Mona Ma telah menyusahkan kalian. "
"hem sayang, Seharusnya Mama yang minta Maaf. Sekarang Kamu bersih-bersih dulu gih! "
"Iya, Ma. "Mona pun melangkah meninggalkan Dara sedangkan Dara tersenyum melihat langkah putrinya kian menjauh.
'Mama Harap Kau tetap bahagia,Nak.Apa pun yang Kau lakukan Mama dan Papa Akan menuruti semua. Maafkan Mama dan Papa yang memaksamu untuk Menikah dengan Rangga.'Batin Dara.
__ADS_1