Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab24


__ADS_3

"Hey bro, "sapa Vero. Rangga hanya diam dan memandang datar.


Saat ini Vero memutuskan untuk mengunjungi Rangga, selain untuk mengantar beberapa berkas yang tak bisa di wakilkan. Ia juga bermaksud untuk bersilaturahmi pada Hans dan Dara.


"Bokap sama Nyokab,lo mana bro? "


"istirahat. Mau Ngapain lo ,jangan bilang lo mau ngasih tau tentang Lita! "selidik Rangga.


"Idih sotoy,gua cuma mau ketemu aja. Dah lama gak Ketemu, "


Sesaat kemudian,Mona datang membawa Dua gelas sirup dan Sepiring Cemilan. Kebetulan saat Vero datang, Ia sedang berada di dapur.Mendengar kedatangan Vero, Ia pun berinisiatif untuk membuatkan Suguhan.


Rangga menatap Vero Heran, Vero tak terkejut melihat kehadiran Mona. Seperti saat Ia pertama kali melihat Mona, setelah berapa Bulan menghilang. Padahal Vero saat itu pun panik akan kapergian Mona.


"Lo gak terkejut Melihat Mona, Atau menanyakan dimana aku menemukannya? "


Vero tersenyum meledek, "Aku lebih tau tentang Mona dari pada kamu!"ujar Vero santai.


"Maksud lo? "Rangga sangat heran dengan perkataan Sahabatnya itu.


"Gua sudah menemukan Mona,sejak Dua minggu Ia pergi, "Balas Vero sembari meminum sesuguhan Mona.


"Kenapa kau tak memberitahuku? Brengs*k."Kesal Rangga. Ia tak habis pikir dengan Vero, padahal Ia tau bagaimana pusingnya seorang Rangga mencari wanita itu.


"Dia sendiri yang memintanya. Dia berkata untuk tidak memberitahumu tentang keberadaanya, "jelas Vero jujur sejujur jujurnya.


"Keberadaan siapa?"Rangga dan Vero terkejut bukan main, mendengar suara Hans Wanita yang sangat familiar bagi mereka.


Suasana menjadi tegang.Rangga menatap Vero,memberi Kode agar tak menceritakan yang sebenarnya.


Mendengar tak ada jawaban, Dara pun ikut duduk bersama. Ia menatap dua lelaki yang kini berada dihadapannya yang nampak tegang.


"Keberadaan siapa?"Ulang Dara. Ia menatap vero dan Rangga satu persatu.


"I-itu tante keberadaan temen lama kita, "Jawab Vero sedikit gugup. Sebab ia tengah berusaha menormalkan keterkejutannya.


"Benar, Ma.kemarin Rangga ketemu temen kita pas di pantai,eh pas Rangga cerita Vero udah tau duluan. Gitu Ma, "

__ADS_1


Dara hanya mengangguk, meski ia yakin jika mereka sedang berbohong. Tapi,Ia juga tak mau ambil pusing dengan ucapan Mereka.


"Kalau gitu, Mama ke dalam dulu. Kalian lanjutin saja ngobrolnya! "


Dara bangkit meninggalkan Dua lelaki itu. Ia juga tak mau mengganggu obrolan mereka, jika ada apa apa pasti Rangga akan memberitahu.


Kepergian Dara membuat Rangga dan Vero bernafas Lega. Eitzz, Ralat. Hanya Rangga yang bernafas lega. Vero sejak tadi ia telah menormalkan jantungnya, ya karna itu bukan masalahnya.


💧💧💧


Setelah meninggalkan Rumah Lita, Geri tersenyum mengenang Lita beberapa saat yang lalu.


Sebenarnya Geri mengetahui semua yang Lita Bicarakan, Karna Ia telah meletakan Alat sadap suara pada ponsel Lita.


Flashback


Saat dicafe satu minggu yang lalu.


"Ger, Aku ke toilet sebentar. "pamit Lita. 'Kesempatan gua'batin geri.


Geri mengeluarkan benda kecil berbentuk persegi dari dalam dompetnya, Ia meletakan Benda itu pada lubang Speaker ponsel Mona.


Dua hari yang Lalu, Geri mendengar semua pembicaraan Lita dan Karin. Ia tak akan pernah membiarkan rencana itu berhasil, ia akan menggagalkannya.


Geri juga baru tau jika Rangga telah mempunyai istri, peluang terbesar bagi geri. Ia akan mencari tau siapa Istri dari Rangga, dan mengajaknya bekerja sama.


Idenya Muncul saat Lita merutuki Kesal, menunggu balasan Rangga. Saat itu lah ia mengetahui jika Lita meminta sebuah Mobil.


Ia akan membelikan apa pun yang Lita inginkan pada Rangga, Cara sama saat Ia meluluhkan Hati Lita setahun yang lalu.


Flashback off


Geri terus berpikir agar Bisa bertemu dengan istri Rangga, berharap mau bekerja sama dengannya. Akan lebih Mudah untuknya mendapatkan Lita, jika Rangga sendiri yang memutuskan hubungan dengan Lita. Tentunya rencana itu akan Ia lakukan,sebelum hari pernikahan Rangga dan Lita.


💧💧💧


Kini Nella sedang berbaring di sofa, sembari menatap Layar Televisi yang menayangkan film Sinetron.

__ADS_1


"Kabar Mona,gimana ya? "Gumamnya.


Nella merubah posiainya menjadi duduk, meraih benda pipih diatas meja depannya.


Jemarinya mengotak-atik diatas layar ponsel, Sambil sesekali mengambil cemilannya.


Dddrrrttt


Panggilan tersambung, Ia berteriak histeris mendengar suara Mona yang sangat dirindukan.


Sedangkan Mona menjauhkan Telinganya dari ponsel, untung saja ia tak melemparkan Ponselnya karna terkejut mendengar suara Nella.


"Nell, jangan teriak Gitu! Budek aku, "Ucap Mona.


"Iya maaf habisnya aku kangen sama kamu, "balas Nella.


"Kapan ni kau balik kesini lagi? Hmm, apa kau gak bakal kesini lagi?Apa kamu udah maafin dan balik lagi sama pria brengs*k itu? Apa kau__"ucapan Nella dihentikan oleh Mona.


"kalo nanya satu-satu, aku bingung mau jawabnya kalo gitu! "


"He he he, Maaf maaf aku dah penasaran, "


"Kau tenang saja Nell, Aku akan kembali tinggal bersama mu. Besok pasti Papa dan Mama pulang, setelah itu aku akan pergi. "Jelas Mona.


"Kalau gitu hubungi saja aku, aku akan menjemput mu"


"Tak usah Nell,Aku bisa sendiri "


"Please,aku khawatir jika suami mu itu memaksa mu untuk tinggal, "


Mona menarik Nafas panjang, Ia tau ke khawatiran Nella.


"Baik lah aku akan menghubungimu, "


"ya hubungi aku, Aku akan menjemput mu"


"Baiklah,"Nella pun memutuskan sambungan telepon dengan sumringah,sampai melompat seperti orang kerasukan.

__ADS_1


"Astaga aku seperti kemasukan Set*n,"Gumam Nella menyadari sikapnya.Rambutnya yang telah acak-acakkan dan baju yang ia kenakan kusut dan kotor karna bekas cemilan.


__ADS_2