
Empat Minggu telah berlalu,Rangga benar-benar membuktikan ucapanya.
Sejak saat itu, Rangga tak pernah bertemu dengan Lita bahkan Ia pun Tak Mengetahui keadaan Lita.Sekarang,Ia sangat Yakin Jika Lita telah kembali Bahagia Bersama Geri.
Kini Rangga Telah sibuk Dengan pekerjaannya,Yang telah menjadi Kepala Bengkel Bisa disebut Tangan Kanan dari sang pemilik bengkel.
"Pak,Ada telpon Dari seseorang yang mobilnya berkendala."Ujar Pegawai yang memang bertugas Untuk menerima Telpon dari Konsumen yang mengalami kerusakan.
"Dimana Lokasinya?"Tanya Rangga.
Pegawai itu pun Menyebutkan Lokasi Tujuan,Lalu Rangga pun mengajak Satu Orang Untuk Menghampiri Sang Konsumen.
💧💧💧
Hans Dan Dara Kini berada Dikamar Mona,Menatap Putrinya Yang begitu Pucat.
Tadi Pagi Saat Mona Hendak Pergi Ke Kantor,Ia tiba-tiba saja pingsan.Memang Sudah beberapa Hari ini Dara melihat Mona berbeda Dari Biasanya,Namun saat Dara menanya Mona selalu Bilang tidak Apa-apa.
Bukan Hanya Dara yang melihat perubahan Mona,Hans,Dika,Nella,Vero bahkan Semua Pegawai melihatnya.Semua khawatir dengan keadaan Mona tapi Mona bersikeras Bahwa Ia baik-baik saja.
Tak Lama,Dokter dari keluarga Hans Pun Datang.Dengan sigap Ia langsung Memeriksa Keadaan Mona,Memasangkan alat medis yang Mona butuhkan.
__ADS_1
Setelah Tahu penyebabnya,Dokter itu pun menyarankan untuk segera membawa Mona ke Rumah sakit Karna keadaan Mona yang Membutuhkan perawatan Medis Penuh.
"Mona Kenapa Tante?"Tanya Dika Yang memang telah ditelpon oleh Dara.
"Tante juga Gak Tau,yok ikut ke Rumah sakit!"Ajak Dara Dengan tergesa-gesa.
"Iya,Tan Nanti Dika Nyusul."Jawab Dika,Dara pun bergegas menyusul Hans Yang telah lebih dahulu.
💧💧💧
Rangga Yang telah tiba Di Lokasi pun Langsung Memperbaiki Beberapa Kerusakan,Lokasi itu pun tepat berada di depan Rumah sakit Jadi saat Mobil Hans Tiba Rangga Langsung Melihat ingin mengetahui siapa Yang sedang sakit.
"Mona?"
"Gimana,Mas sudah selesai belum?"Tanya si pemilik Mobil.
Rangga pun menjawab Sebentar Lagi Dan kembali Memperbaiki,Namun Konsentrasinya agak terganggu menyebabkan Gagal fokus sehingga waktu Perbaikan cukup Lama.
Sedangkan Didalam Rumah Sakit,Para Dokter Mulai memeriksa Mona Dengan Serius.Diluar Ruangan Dara,Hans,Dika Menunggu dengan Panik.
Kembali Lagi,Kepada Rangga.
__ADS_1
"Gimana,Ndre?"Andre pun mengangguk dan Mengacungkan Kedua jempolnya.
"Silahkan Dicoba Mbak!"Wanita itu pun Mencoba dan benar saja Mobilnya telah Nyala kembali.
"Uangnya sudah saya transfer Ya"Ujar Wanita dengan menunjukan Bukti Transaksi.
Setelah mengobrol sebentar Wanita itu pun Kembali melanjutkan perjalanannya.
"Ayo,Pak Kita pulang!"Ajak Andre.
"Kau duluan saja,Aku ada Urusan sebentar!"Sudah tentu Rangga Ingin mengetahui Keadaan Mona.
Dengan bergegas Rangga Memasuki Rumah sakit,Sangking Cepatnya Ia Hampir saja Tertabrak Vero dan Nella.
Sebelum Vero dan Nella Melihat,Rangga telah Memalingkan Wajahnya.Begitu pun Vero dan Rangga yang acuh,Setelah mengucapkan Kata "Maaf" Mereka kembali Ke Ruangan Mona.Karna Mereka Rangga pun Dengan Mudah mengetahui Diruangan Mana Mona di Rawat.
"Om Tante Bagaimana keadaan Mona?"Tanya Nella dengan menahan Air Matanya.
Dara yang memang telah menangis Hanya bisa menjawab dengan gelengan Kepala,Lalu langsung memeluk Nella.
Tak Lama,seorang Dokter Ke Luar.
__ADS_1
"Begini Bu..."