
Prang
Prang
kurang dan lebih begitu lah suara Mangkok yang terjatuh Dilantai.
Geri sudah berulang kali meminta Lita untuk pergi,Namun Lita bersikeras untuk tetap Menyuapi Geri. Karna kesal dan tak Mampu menahan amarahnya, Geri pun melemparkan Mankok yang berada ditangan Lita.
Bubur yang Lita buat dengan Tangannya sendiri itu tumpah tepat dibawah Kakinya,Untung saja pecahan Beling Mangkok Tak mengenai Kakinya.
Geri bangkit dan menutup pintu Kamar Mandi dengan Sangat keras, Lita yang diperlakukan begitu pun meneteskan Air Mata tak pernah menyangka jika Geri akan terus memperlakukan dirinya seperti itu.
Dengan Deraian Air Mata, Lita membersihkan pecahan beling Dan Bubur yang telah jatuh. Terlintas dalam pikirannya Untuk Mundur menjadi istri Geri, Namun dirinya telah sangat mencintai Geri.
Setelah membersihkan semua, Lita keluar Kamar dan menangis sejadi-jadinya Didalam Kamar Tamu.Ia pikir Geri akan tetap mencintainya Meski Tahu Bahwa Hatinya Masih memendam Nama Rangga, walau begitu Lita tak pernah berniat untuk Kembali Pada Rangga.
__ADS_1
💧💧💧
"Mon, Mari selesaikan Kesalah pahaman ini!Aku Tak Mau ini menjadi Penghancur hubungan Kita. "Ujar Dika membuka percakapan.
Saat ini, Dika dan Mona berada disebuah bangku taman yang berada dibelakang Rumah Hans. Dara dan Hans sengaja Menyuruh mereka kesana supaya bisa menyelesaikan semua Tanpa ada Yang mengganggu.
"Hemm"Jawab Mona singkat, Ia juga tak melirik wajah Dika Yang saat ini menatapnya.
"Mon, please Percaya sama Aku!Ku Mohon. "Dika memegang Dagu Mona dan Menghadapkan Pada wajahnya.
"Percaya Padaku!Aku dan Karin Tak ada hubungan Apa lagi,Dan Aku tak akan pernah kembali Lagi padanya."Ujar Dika lagi, dengan Netra yang menatap lekat Mona.
Dika bungkam, Bukan Karna Ia Masih mencintai Karin Namun Karna Ia tak memiliki Bukti berupa Foto atau Vidio untuk menyakinkan Mona.
" Mas,Kenapa Kau Diam?Jangan Bilang Kau tak mempunyai Bukti itu! Jika memang tidak pergilah! "Mona mengalihkan Pandangannya setelah mengatakan itu.
__ADS_1
Dika yang sempat Terdiam sejenak pun Kembali menghadapkan Mona padanya, Dan kembali menatap kedua Netra Milik Mona.
Sangking Dalamnya, Mona dapat melihat ketulusan dari Mata Dika.
"Apa pun caranya Aku akan membutikan itu, tapi Biarkan Aku Terus bersamamu!"Ujar Dika Serius, Tak ada pilihan Lain Mona pun mengiyakan Apalagi hatinya telah mencintai Dika.
Setelah beberapa Lama terdiam, Dika menyadari ada benda yang Hilang dari tubuh Mona.Gelang,Ya Dika Baru menyadari Gelang pemberiannya Tak ada dipergelangan Tangan Mona. Ia Mengetahui itu Karna Mona Membenar kan Rambutnya, Yang otomatis Membuat baju lengan panjang Mona tersingkap.
"Ternyata Kau sangat Marah Padaku, sehingga gelang Dariku pun Kau lepas, "ujar Dika dengan Nada Mengejek.
Mendengar perkataan Dika, Mona pun sontak melihat pergelangan Tanganya. Benar saja, Gelang pemberian Dika tak berada disana. Ia pun baru menyadari itu, Pantas tadi Pagi Ia merasa ada yang Kurang.
"I Iya Aku simpen dikamar, habisnya Aku kesal Padamu, Mas. "Jawab Mona yang sudah tentu berbohong, Dengan tujuan Agar Dika tak berpikir Negatif.
"Segitunya kesal Padaku,"lirih Dika.
__ADS_1
Mona tak mendengar ucapan Dika, Ia memikirkan keberadaan Gelang itu. Mengingat-ingat apa Ia melepasnya atau terjatuh.
"Dimana Gelang itu? "Batinnya.