
Dika menceritakan keberadaannya Selama ini,Yang sebenarnya Ia Tak pernah Jauh Dari Mona. Walau Dari kejauhan,Dika tetep memperhatikan Mona. Bukannya Dika Tak Mau memerhatikan Dari dekat, namun Ia hanya memberi waktu Untuk Mona sendiri.
Dan selama ini juga Dika menyelesaikan Masalah Bersama Karin, Dimana Dika Mengirimkan Karin Ke Belanda Agar Tak mengganggu hidupnya Lagi.
"Mon Mon Mon Mona"Panggil Dika berulang Kali sebab Mona Hanya Menatapnya dengan Kekosongan.
"Kenapa Kau datang Lagi? Bukan 'kah Kau sudah Bahagia bersama Karin, Mas? "Tanya Mona dengan mengalihkan Pandangan Ke mana pun Yang jelas Bukan Pada Dika.
Dika tertawa pelan, Bangkit dan segera mendekap Mona dalam pelukannya seraya mengusap rambut Panjang Mona.
"Lepaskan,Mas!"Mona berusaha melepaskan diri dari dekapan Dika, terus memukul Dada Bidang Dika.
Tak memperdulikan Pukulan yang bagi Dika hanya lah pukulan Kecil, Dika semakin mempererat pelukannya sebab Ia sangat merindukan Mona.
"Pukul saja, Mon. Aku begitu Merindukan semua ini! "Ujar Dika Lirih.
__ADS_1
"Mulai saat Ini, Aku akan Terus Bersama Mu Apa pun Yang terjadi!Dan Kita akan segera Menikah. "Ujar Dika setelah Melepas Pelukannya tetapi tetap Berada Dihadapan Mona, dengan Tangan memegang kedua Pipi Mona.
"Menikah. Bagaimana dengan Karin, Mas? "Mona hanya ingin Memastikan Hubungan Dika dan Karin memang Sudah selesai, Mona tak Mau Gagal untuk kedua Kalinya. Cukup Baginya Merasa kecewa dan sakit Bersama Rangga, Tanpa merasakan itu lagi Pada orang Lain.
"Sudah berulang Kali ku katakan, Aku dan Karin tak punya hubungan apa-apa lagi.Aku pun berjanji, Karin Tak akan Mengganggu Kita untuk selamanya."Mona melihat Kejujuran dan ketulusan Di Kedua Netra Dika.
"Kau Berjanji Tak ada yang mengganggu Kita Lagi? Kau berjanji Karin Tak menyalahkanku Lagi? "Mona terus menyakinkan Dika akan Melakukannya,Dika menggangguk, Mona dan Dika pun Kembali berpelukan.
Tak Lama, Dika kembali Melepaskan dekapannya. Dan Merogoh Saku Celananya,Mengambil Kotak Kalung yang telah Ia Siapkan Sedari Lama.
Mona tentu mengangguk dengan cepat,Menerima Lamaran Dika untuk kedua Kalinya dan sangat Yakin ini akan menjadi yang terakhir kalinya.
Dika memasangkan Kalung bermanik Permata yang sangat indah pada Leher Mona. Kemudian Dika dan Mona diam terhanyut suasana, Wajah Dika Mendekat Hingga Jarak wajah Mereka sangat Dekat.Sangking dekatnya, Bibir Mereka pun Hampir Menyentuh.
Brukk
__ADS_1
Brukk
Dika Menarik Kembali Wajahnya,Ia pun Tersadar Dari Hal yang Hampir Ia lakukan sebelum Waktunya.
"Dah Dibilang Jangan Didorong! "Ketus Nella.
Nella dan Vero Sedari Tadi Sudah berada Didepan Pintu, Sudah tentu Kepo dengan yang terjadi.Memang Awalnya Vero menolak ajakan Nella, Tapi namanya Manusia Vero pun penasaran dengan hal yang terjadi.
"Kalian Ngapain? "Tanya Dika yang agak Kesal dengan Dua orang temannya itu.
"Sorry bro, Penyakit Manusia Suka kepo an."Jawab Vero dengan Membantu Nella untuk Berdiri.
"Tapi kalian harus berterimakasih Pada Kita,Kalo gak ada Kita mungkin Kalian udah.. "Kata Nella dengan Bangga dengan Menyatukan Dua Tangannya Membuat Mona Tersipu Malu dan Dika pun salah tingkah.
Vero dan Nella yang Melihat itu semakin menggoda Mereka, Hingga suasana itu Menjadi salah satu Hal yang paling indah.
__ADS_1