Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab48


__ADS_3

"Kalian Yang telah merencanakan ini semua! iya 'kan? "Ujar Rangga dengan Nada tinggi,membuat mereka menjadi pusat perhatian Para pengunjung Kafe.


"Ngomong apa Kau,Hah?Sudah jelas Kau sendiri yang salah, Kau sendiri yang Bodoh,Menyia-nyiakan Wanita seperti Mona. "Jawab Nella dengan Lantang.


"Diam Kau wanita Bus*k!"Bentak Rangga sembari menunjuk tepat didepan Wajah Nella.


Suasana Kian memanas, Apalagi Mulai terdengar bisik bisik Para pengunjung. Mereka membisikan semua hal,ada yang menduga jika Rangga tengah melabrak istrinya Selingkuh.


"Kau yang diam brengsek! Anak Angkat Tak tahu diri. "Balas Nella Lagi.


"Sudah,Nell."Ujar Mona menenangkan.


Bukannya Mona Takut dengan Rangga tapi Ia memikirkan Nama Baik Keluarganya, Ia tak Mau sampai mencemari Nama perusahaan Hans hanya untuk meladeni Rangga.


"Ayo Kita pulang saja! "Ajak Mona.


"Pulang? Kenapa Kau Tak berani menghadapiku,Hah.Apa Kau memang menginginkan Aku melakukan ini didepan Mama dan Pap, Agar mereka semakin membenci ku.begitu?"

__ADS_1


"Aku Tak seburuk itu, Mas. Aku Tak sekeji pemikiran hinamu itu, Ingat itu. "Ujar Mona pelan namun penuh penekanan.


Mona menatap Rangga tajam saat Tangan Rangga melayang hendak menamparnya, Namun Semua tak terjadi Karna Vero berdiri tepat diantara Rangga dan Vero.


"Jangan Main Kasar, Bro!"ujar Vero.


"Bukan Urusanmu,Bans*t."Rangga mendorong Kuat tubuh Vero.


Tak terima dengan perlakuan Rangga yang sudah keterlaluan, akhirnya Vero dan Rangga pun terlibat dalam Perkelahian. suasana semakin mencengkam, Apalagi para pengunjung terus memperhatikan dan membisikan semua hal jelek tentang Rangga dan Vero.


"Stop!"Teriak Mona,Ia berdiri ditengah -tengah Rangga dan Vero.


"Sudah, Mas. Ayo Kita pulang, Biarkan saja Apa Maunya.Tak penting untuk diladeni, "Ujar Mona menarik tangan Vero. Nella pun ikut berjalan Bersama mereka.


"Mau kemana Kalian? Urusan kita belum selesai, "Cegah Rangga.


Mona membalikan Badan dan mrnatap tajam Rangga, "Maaf Kami Tak punya Waktu untuk meladeni Orang Sepertimu, Lelaki banci. "Ucap Mona sebelum mereka pergi.

__ADS_1


Rangga terdiam mematung sembari memperlihatkan langkah Mereka yang Mulai menjauh, "Ini belum selesai, "Gumam Rangga.


💧💧💧


"Tuh manusia apa sih maunya? heran ganggu kesenangan orang Mulu. "Cerca Nella,Ia masih merasa kesal pada Rangga.


"Sudah lah Nell, Buat apa juga Kita mikirin Dia. "Jawab Mona.


"Tapi Aku Tuh kesel Mon, hidupnya Kok gangguin Orang Mulu. "Mona hanya diam tak menyahuti Omongan Nella lagi.


"Mon, Bagaimana hubunganmu dengan Rangga? Apa semua telah Kau pikirkan?"Vero membuka suara setelah Beberapa saat hening.


"Tak perlu Kau tanya lagi, Mas. Kau pasti Tahu apa yang Aku inginkan. "Jawab Mona.


"Iya, Mas. Kau 'kan tahu Jika Mona memang sudah lama ingin berpisah dari Rangga, Apalagi saat ini Rangga tak bisa lagi mencegah perceraian itu. "Sambung Nella.


"Kau benar Dan Ku rasa memang itu yang terbaik,Om Hans dan Tante Dara juga pasti mendukung. Walau Rangga telah Mereka Anggap sebagai Anak,Namun Mereka akan memihak padamu. "

__ADS_1


"Ku Harap begitu, "Lirih Mona.


Jujur Mona Takut, Jika Hans Dan Dara akan terus mempertahankan pernikan Mereka. Memang saat ini Mereka Kecewa dengan Rangga Tapi tak tahu nanti, Karna kecewa belum tentu membenci. Bahkan mungkin, mereka hanya memberi peringatan Pada Rangga Agar sadar dan memulai Semua dari Awal.


__ADS_2