Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab62


__ADS_3

"Permisi,Mbak.Apa disini ada lowongan pekerjaan? "Tanya Rangga pada Resepsionis sebuah perusahaan Besar.


"Maaf,Pak.Sudah tidak tersedia Lowongan,"Jawab Sang Resepsionis.


Rangga membuang nafas Kasar, Ini kesekian kalinya Ia Mendatangi perusahaan, Namun tak satu pun yang bisa menerimanya.


"Mbak yakin tak ada lowongan? " Tanya Rangga lagi,


Resepsionis itu pun mengangguk.


"Terimaksih,Mbak.saya permisi dulu, "Ujar Rangga pelan dan meninggalkan Perusahaan itu.Rangga kembali menyusuri jalan untuk mencari pekerjaan yang layak untuknya,dengan mengumpat merutuki hidupnya.


"Untung saja, Mama memberi uang yang lumayan banyak jika tidak Mau makan apa Aku. "Gumamnya yang kini memasuki sebuah kafe.


"Lita.. "Lirih Rangga.


Ya, Saat ini Lita sedang Duduk sendiri sembari menatap layar ponsel. Baru saja Rangga ingin menghampiri,Geri telah Duduk dihadapan Lita.


"****,Ternyata ada Dia."Ujar Rangga Memundurkan Langkahnya, kemudian duduk Di meja yang jaraknya Sedikit Jauh Dari Lita dan Geri. Ia pun menutupi Wajahnya Di balik tubuh orang lain.


💧💧💧


"Ba... "Teriak Vero mengagetkan Nella yang tengah memeriksa Rancangan Gaun yang baru diselesaikan.

__ADS_1


"Apaan sih? Kalo dateng gak usah ngagetin gitu, Dateng tu baik-baik. "omel Nella sembari kembali memeriksa Gaunnya.


"Dateng baik-baik? Emang Udah siap? "Goda Vero.


"Siap apaan? "Ketus Nella menatap Vero tajam.


"Siap kalo Aku datang dengan Niat baik, "Ujar Vero membuat Nella Agak bingung.


"To the point aja, Maksudnya Apaan? "


"Niat baik? Melamar Kamu."Kata Vero lagi yang membuat Nella Salah tingkah dan pipinya bersemu Merah.


"Kok gitu ekspresinya? Salting Ya?"Vero terus menggodanya.


"Baiklah, Tunggu Niat baik Saya Bidadari. "ungkap Vero lagi.


"Udah ah bercandanya gak lucu! "


"Aku gak bercanda! Tunggu kehadiranku Bersama keluargaku Datang Ke Rumahmu. "Kata Vero sembari menatap Lekat Wajah Nella yang sudah bersemu.


Lama Mereka saling Tatap, Sampai Vero mengusap Lembut kedua Pipi Nella yang memerah.


"Baru ditatap gini aja Baper,Apalagi Di cium? "Ujar Vero membuat Nella sadar Dan melepas tangan Vero yang Masih berada di pipinya kemudian Agak menjauh Dari Vero.

__ADS_1


"Pergi sana, Aku masih sibuk! "Usir Nella untuk mengalihkan pembicaraan,Karna detak jantungnya Tak sejalan dengan Akalnya.


"Pergi?Ayo pergi ke pelaminan! "Goda Vero lagi, semakin Nella salah tingkah semakin Pula Vero Menggodanya.


💧💧💧


"Mama Dari Mana? "Tanya Hans pada Dara yang Baru Tiba.


Hans Yang seharusnya berada di kantor terpaksa pulang karna Ada berkas yang ketinggalan. Hans telah menelpon Dara berulang Kali agar membantu mengantar bekas itu, Namun nomor Dara Tak Bisa dihubungi. Hans Yang Khawatir pun Segera pulang, Ia takut terjadi Apa-apa pada Dara.


Saat berada dirumah, Hans tak menemukan Dara. Asisten rumah tangganya bilang Dara keluar Rumah tak lama dari Hans pergi, Akhirnya Hans menunggu Dara.


Lain Halnya dengan Dara yang kaget Karna Hans,Sebenarnya Dara Mengikuti Rangga yang sedang mencari pekerjaan. Bukan apa-apa,Dara Hanya ingin memastikan Keadaan Rangga.


"Mama habis kumpul bareng teman-teman Kompleks sebelah, Pa. "ujar Dara berbohong.


"Mama tak sedang Berbohong 'kan? "Kata Hans menyelidik, sebab Ada keraguan dari Wajah Dara.


"iya, Pa. percaya sama Mama, "Bujuk Dara lagi.


"Ya sudan, Papa hanya ingin memastikan Mama tak Apa-apa.Kalau gitu papa kembali ke kantor, Ingat jangan membantu Rangga biarkan Dia berusaha sendiri. "


"I iya Pa. "Jawab Dara lirih.

__ADS_1


__ADS_2