
"hmm hmm"Gumam Mona sembari terus memberontak, sementara Dika terus saja menahan Tawanya.
Setelah tiba ditempat yang menjadi lokasi surprise,Dika membuka ikatan tangan Mona, Mona pun segera membuka penutup Mata dan Mulutnya.
Mata Mona membulat,Mulutnya menganga lebar melihat pemandangan Didepannya. Ia melirik orang yang berada disampingnya, Orang yang menjadi otak dari semua ini.
"Surprise... "Ujar Dika menatap Mona dalam.
"Kamu melakukan ini semua, Mas?"Tanya Mona Lirih,Dika mengangguk sebagai jawaban iya.
"Kamu Tahu Betapa Takutnya Aku? Sampai-sampai berpikir yang Aneh-Aneh?Aku Takut, Mas Kamu tahu itu?"Ujar Mona Dengan Nada Lirih.
"Maafkan Aku, Aku tak bermaksud menakutimu. "Dika meraih tubuh Mona dan memeluknya.
Brukk
Brukk
Brukk
__ADS_1
Dika dan Mona langsung melihat ke arah Suara,Betapa terkejutnya Mereka saat Meja yang tadi penuh dengan hidangan dan hiasan Kini menjadi hancur. Tak hanya itu, Hiasan lain pun telah hancur berantakan.
"Apa yang Kau lakukan? "Teriak Dika dengan Nada Tak Ramah.
"Hhhhhh "Terdengar tawaan dari wanita itu."Ini semua Milikku, Bukan Milik wanita itu. Kau kekasihku bukan Kekasihnya!"Tunjuk wanita itu pada Mona.
"Maksudmu Apa Hah?Kita sudah lama Berpisah, Dan itu semua karna keinginanmu! "Jawab Dika dengan Nada tinggi,Wajahnya pun memerah menahan emosi.
"Kau tetap Milikku,Sayang.Kau mencintaiku iya 'kan, Kau sendiri yang mengatakan itu. Dan kita tak pernah berpisah,"Ujar wanita itu lagi. "Kau pergi Karna Wanita ular itu, Iya 'kan Dasar pelakor!"Sambung Wanita itu lagi sembari melangkah mendekati Dika dan Mona.
"Apa Maksud ini semua? Apa hubungan Kalian?"Tanya Mona.
"mengada-ngada? Aku istrimu,Sayang.Lihatlah ini! "Ujar Wanita itu dengan menunjukan Foto pernikahannya dengan Dika.
Mona mengambil Alih Foto itu, Dan melihat dengan seksama. Benar itu, Foto Dika dan Karin yang sedang melakukan Akad Nikah.
"Apa Maksud Foto ini? "Tanya Mona,Ia menahan Air matanya yang hendak menetes. Bagaimana mungkin, Setiap orang yang Ia cintai menyakiti hatinya.
"Kau Wanita Bodoh! sudah jelas Masih saja Bertanya. "
__ADS_1
"Hentikan! Pergi Kau! "Usir Dika pada Karin, Ya Wanita itu adalah Karin. Dengan Dress Hitam yang dikenakan, Ia menghancurkan semua yang telah Dika persiapkan.
"Kau mengusirku, Demi wanita pelakor seperti Dia. Kau milikku bukan milikknya. "Teriak Karin.
Dika tertawa terbahak-bahak mendengar setiap Kata Yabg keluar dari bibir merah merona Karin, "Milikmu? hhhh Kau sendiri yang menginginkan Kita berpisah dan sekarang Kau mengakui Jika Aku Milikmu."Ujar Dika sinis.
"Bagaimana pun juga, Kau tetap Suamiku.Aku tak menginginkan Kita berpisah, Aku tahu Kau Masih mencintaiku Iya 'kan? "
"Suami?"Kata Mona lirih, Ia belum mengerti Apa yang dimaksud mereka.
"Sudah lah, Mon.Tak usah dengar 'Kan wanita Ini, lebih baik Kita pergi! "Ajak Dika dengan menarik paksa Lengan Mona.
"Tapi Aku butuh penjelasan,Aku tak Mau berhubungan dengan orang yang telah menjadi suami orang. "
"Nanti Akan Ku jelaskan padamu."Ajak Dika Namun dihalangi oleh Karin,Karin menarik Kuat Rambut Mona sehingga Membuat Mona menjerit kesakitan.
"Dasar pelakor"Teriak Karin dengan berusaha menarij Rambut Mona kembali.
Dika dengan sigap membantu Mona, Ia melepas dan mendorong Tubuh Karin. Membuatnya terduduk lemas dipadan Rumput taman.
__ADS_1