Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab94


__ADS_3

Hans dan Dara datang tepat Disaat Rangga Telah keluar,Beruntungnya Mereka tak saling Berpapasan.


"Sayang Maafkan Mama dan Papa,Terlalu lama Meninggalkanmu!"Ujar Dara Mendekati Mona.


"Gak Papa Ma,Mona baik-baik saja."Senyum Mona.


"Apa ada seseorang yang menemanimu?"Tanya Dara,membuat Mona sedikit Khawatir.


"Iya,Ma.Tadi ada karyawan yang Mampir Kesini,Dia bilang Ada urusan disekitar sini Jadi sekalian Jenguk."Jawab Mona,Mona bertanya Pada dirinya sendiri Dari Mana Dara Tau jika Seseorang baru saja mengunjunginya.


Seakan tau dengan Pikiran Mona Dara berkata,"Pantas saja Kursi ini terasa Hangat,Pasti karyawan itu sudah lama menemanimu."Mona mengangguk Lemah.


"Sayang Bagaimana perasaanmu Hari ini?"Hans mengalihkan pembicaraan yang menurutnya Sangat Tak penting.


"Mona baik-baik saja,Pa."Ujar Mona untuk sekian Kalinya."Kapan Mona akan pulang,Pa Mona Sangat Bosan."lanjut Mona.


"Segera mungkin Sayang,Papa sama Mama Janji!"Jawab Hans Untuk menyenangkan Hati Mona


"Pa Ma,Mas Dika Dimana?"Celoteh Mona Karna tak melihat Dika beberapa Hari ini.

__ADS_1


Hans Dan Dara Reflek Saling Pandang,terpancar kebingungan Dari kedua Netra mereka.


"Dika Lagi ada kerjaan Yang sangat penting,Dia kesini Malam Hari Mon Saat Kau Telah tertidur."


"Begitu,Pantas saja Mona tak melihatnya!"Ujar Mona percaya Saja Tak Mau memperpanjang Masalah,mendengar jawaban Hans pun Ia sudah Cukup Percaya.


💧💧💧


"Rangga,Kau..."Vero Menatap Rangga dari Atas hingga Bawah,Lalu Melihat Kearah Jalan Yang Rangga Lalui.


"Kau kesini Menjenguk Mona?Kau tau Mona Berada Disini?"Rangga Mengangguk.


"Jadi Kau benar-benar Tau semuanya?"Rangga mengangguk lagi.


"Apa Kau memberitahu Mona yang sebenarnya?"Vero Mulai Khawatir,Dia tak akan memaafkan Rangga jika telah memberitahu Mona tentang penyakit yang Ia alami.


"Kau pikir Aku gila? Aku tau hal yang harus ku lakukan,Aku tau batasan,Mana mungkin Aku membuat Mona sedih jika Tau yang sebenarnya."Jawab Rangga sedikit meninggi.


"Walau Aku Takut jika kebohongan ini Menjadi hal yang buruk."Lanjut Rangga.

__ADS_1


"Maksudmu Apa?"


"Kau tak usah pura-pura Bodoh,Kau pasti mengerti Buah dari kebohongan.Apa kau Yakin Mona akan terima jika Dibohongi?Apalagi ini tentang penyakit yang Ia derita?"


"Aku Tau Serapat-rapatnya Kita menyembunyikan Semua Ini,Lambat Laun Mona Pasti mengetahui semua Tapi setidaknya Kita berusaha Menjaga Kecemasan Mona.Bayangkan saja jika Ia Tau,Pasti Ia sudah drop Dan besar kemungkinan Jantungnya semakin melemah."Jelas Vero.


"Jaga Rahasia ini,Setidaknya Sampai Mona selesai Menjalani operasi."Lanjut Vero.


"Operasi?"


"Ya,Dika telah menemukan orang yang bersedia mendonorkan Jantungnya untuk Mona."


Bahagia Dan Lega yang Rangga Rasakan Saat Vero mengatakan Hal itu.


"Kau serius?"


"Lebih Dari serius!Jadi,Jagalah Rahasia ini sampai Operasi itu berjalan."Ujar Vero Memukul pelan pundak Rangga kemudian berlalu Menuju Ruang Rawat Mona.


Rangga menarik Nafas Panjang,Cukup lega namun Ada rasa Khawatir Dalam Hatinya.Entah kenapa Ia berpikir Akan ada hal yang akan terjadi sebelum Operasi itu terjadi.

__ADS_1


Karna tak ingin overthinking,Rangga segera menghapus Pikiran buruknya.Rangga Berdo'a untuk Kelancaran operasi Mona nanti yang mungkin tak bisa Ia hadiri.


__ADS_2