
"Baik Mon,Aku akan menemanimu. "Jawab Nella. Mona pun berbinar mendengar Jawaban sang sahabat.
"Terimakasih, Kau selalu Saja Membantuku. "
"Ah, sudah Lah Jangan Memulai! "Ketus Nella. Ia selalu saja Kesal jika Mona mengucapkan Terimakasih Padanya.
"Ayo Nell! "Ajak Mona.
"What? Jangan sekarang Mon, Sebentar lagi Hari mulai gelap. Besok pagi Saja! "
Mona melihat Jam dinding yang berada disana, Ya hari telah menunjukan pukul 16.30 wib. Yang Artinya Tak lama lagi Siang 'kan menjadi Malam.
Mona menarik nafas Panjang, "Hmm Baik Lah, "Ujarnya kemudian.
💧💧💧
"Aawwss"Ringis Lita.
Lita Memegangi kepalanya yang terasa berat, Sembari melihat keseliling.
"Aku Dimana?"Tanya Lita pada dirinya sendiri. Ia bingung pasalnya tadi Ia sedang bersama Geri, Namun tiba-tiba saja Ia merasa pusing dan tak ingat apa-apa lagi.
"Apa yang terjadi? "Tanyanya Lagi, "Aaaaaa"Teriak Lita Histeris saat mengetahui Pakaian Yang Ia kenakan telah terganti.
"Aku Aku tidak mungkin ! "Teriaknya lagi diiringi Tangisan.
Ceklek.
Pintu Kamar terbuka menampakan Sesosok Lelaki yang tengah tersenyum dengan segelas Susu ditanganya.
"Kau Sudah Bangun,Sayang."Ucap Geri sembari mendekati Lita.
"Ger Geri Kau Kau Lakukan Apa Pada Ku? "Tanya Lita Gugup.
Geri duduk dihadapan Lita dan meletakan susu diatas Nakas, Geri menatap Wajah Lita yang telah banjir Dengan Air Mata.
__ADS_1
"Menurut Mu Apa? "Jawab Geri sembari memegang Bibirnya.
Lita menggeleng Cepat, Menarik Selimut menutupi tubuhnya. Tangisnya semakin menjadi-jadi, Dan menatap Tajam Geri.
"Gak Mungkin,Kau bohong.Kau pasti Bohong! "Teriak Lita.
"Kau Telah jadi Milikku Sayang."Geri menyeringai, Dan hendak menyentuh wajah Lita.
Dengan segera Lita menepis tangan Geri, "Jangan sentuh Aku! Pergi Kau! "Teriak Lita.
"Jangan sentuh! Ha ha ha ha Terlambat sayang, Aku bahkan telah melakukan lebih dari itu. "Jawab Geri santai, Membuat Lita kembali terisak.
"Kenapa Kau Lakukan Ini? Tega sekali Kau,Padahal Kau Tau sebentar Lagi Aku akan menikah.Tega Kau Ger! "
"Tega? Ah Padahal Aku hanya menjalankan Rencanamu yang Gagal itu, "ujar Geri sembari terus menatap wajah Lita.
"Ma Ma Maksudmu? "Tanya Lita Gugup.
"Jangan berpura-pura Tak Tahu? Bukan Kah Kau ingin melakukan Ini pada Mona? "Lita melotot mendengar Ucapan Geri, Ia heran Bagaimana Geri Tahu semua.
"Menikah Lah denganku Lita,Karna Kau telah menjadi Milikku!"Lagi-lagi Geri Menyeringai.
"Ha Ha Ha Ha"Geri bangkit dan tertawa Keras. "Kau pikir Rangga Mau dengan Wanita yang telah ternodai, seperti Mu? "ucap Geri Keras sembari Menunjuk wajah Lita.
"Lagi Pula Ini Rumahku, Mana Mungkin Aku Meninggalkan Sesuatu Yang jelas jelas Milikku."Sambung Geri Lagi.
"Aku Tak Mau menikah dengan Mu! Akan Ku laporkan semua perbuatan mu, Akan Ku Laporkan jika Kau telah memperk*sa ku! "Teriak Lita dengan Air Mata yang terus mengalir.
"Lakukan saja! "Geri pun keluar dan menutup Pintu dengan Keras.
"Hikkss Hikkss Aku Tak Mau, Ini pasti Mimpi."Tangis Lita dengan mengacak-ngacak Rambutnya.
Ia tak pernah menyangka Jika Geri telah melakukan Hal itu Padanya, "Seandainya Aku Tak menemuinya hiks Ini pasti Tak akan terjadi hiks"Gumam Lita disela-sela Tangisnya.
💧💧💧
__ADS_1
Mona dan Nella telah berada Dijalan menuju Rumah Dara, Setelah Berpikir dengan jernih Mona pun memutuskan untuk pergi pagi Ini juga.
"Kau sudah menyiapkan Kata-kata Yang Baik?"
"Sudah Nell, Aku sudah Menyiapkan semua. "
"Ku Harap Mertuamu bisa mengerti,"
"Ku Harap juga begitu. "
Setelah Cukup Lama Akhirnya Mereka telah tiba dikediaman Hans dan Dara,Saat Mereka memasuki perkarangan sebuah Mobil pun melintas berlawanan Arah Dengan mereka.
"Itu Mobil Papa, "Tunjuk Mona.
"Terus bagaimana? "
"Masuk saja Nell, Aku Yakin Mama ada Didalam. Tak Apa menjelaskan pada Mama saja, "
Nella pun kembali melajukan Mobil dan memasuki perkatangan Rumah Mewah itu.
Mona dan Nella memencet Bel beberapa Kali sampai Akhirnya Pintu terbuka.
"Non Mona? "Ucap seorang wanita paruh Baya yang membukakan pintu.
Mona dan Nella pun Menyalami Wanita itu.
"Mbok Mira,Mama nya Ada? "Tanya Mona.
"Ada Non, Ayo Masuk! "Ajak Bibi Mira Asisten Rumah Tangga Dara.
Setelah Mona dan Nella Duduk, Bi Mira pun memanggilkan Dara.
"Mona"Ucap Dara senang melihat sang putri.
Dengan segera Mona dan Nella bangkit untuk Menyalami sang Ibunda dan kemudian kembali duduk. Ada Rasa Was-was Saat Melihat senyum terpancar dari Wajah Dara, Mona merasa Tak enak Hati Jika Harus Mengatakan itu. Namun apa daya Ia telah Memutuskan Semuanya, Biar Lah ada Rasa sedikit kekecewaan dari pada harus pura-pura baik-baik saja diatas penderitaan.
__ADS_1
"Ada Apa Mon? Tumben sekali Kau datang Dan Rangga Tak Ikut bersama Mu. "Tanya Dara heran sebab Mona datang dengan Sahabatnya bukan suaminya.
"Mona Kesini Karna___"