
"Bekas Apa Ini?"Tanya Mona pada dirinya sendiri.
Kini Mona tengah membersihkan Diri,Ia pun heran dengan Bekas Jahitan yang berada Di dadanya.
Mona Baru mengetahuinya Karna Saat di rumah Sakit Dara lah yang membantunya membersihkan Diri,Itu sebabnya Ia Tak melihat bekas Jahitan itu.
Secepat mungkin Mona menyelesaikan Aktivitas itu,Masih dengan Balutan Handuk ia meraih Ponselnya dan membuka sebuah aplikasi Pintar.
Mona mengetikan Kata "Bekas Jahitan Pada Dada" Pada Kolom pencarian.Betapa terkejutnya Mona Ketika Hasil pencariannya Menampilkan beberapa Artikel tentang Operasi.
"Aku telah melakukan Operasi Apa?"Monolognya Sembari terus menelusuri Artikel-artikel itu.
"Gak Ini Gak Mungkin.Mungkin Hanya Luka biasa."Ujarnya.
Sementara Itu,Hans Dan Dara Panik.Mereka menghubungi Dika,Vero dan Hans untuk menyusun Rencana Agar menceritakan semua secara perlahan,Jangan sampai membuat Mona Panik.
"Ingat! Jika Mona Tak bertanya Jangan menceritakan Apa pun,Kalau dia bertanya ceritakan dengan Perlahan."Ujar Hans Lewat sambungan telepon.
Semua orang mengatakan "Iya" sebagai tanda mengerti.
💧💧💧
Mona yang telah Siap dengan Dress coklatnya Pun turun Ke Bawah,Sudah lama Ia Tak Berkeliling Rumahnya.
"Mang.."Sapa Mona pada Seorang lelaki paruh Yang Merapikan beberapa Tanaman milik Dara.
"Eh Non Mona.."Ujar Mang Eki Sembari menundukkan kepala.
"Apa Kabar Mang?"
"Baik,Non.Non sendiri Gimana Sehat?"
"Sehat Mang,Lagi ngapain?Boleh Mona Bantu?"Tawar Mona sembari melihat sekeliling.
__ADS_1
"Gak usah,Non.Lagi pula ini sudah selesai,"Jawab Mang Eki Lagi.
"Ya sudah,Kalo butuh bantuan Panggil Mona saja Mang."Mang Eki mengiyakan.
Kemudian Mona kembali mengelilingi Rumah,Hingga Ia ke depan Gerbang Karna ingin melihat orang-orang yang lewat.
Mona menajamkan penglihatannya,Memperhatikan Dua sejoli Di sebrang Sana.Ya,Dia tak salah Lihat Itu Lita Dan Geri.Terlihat Mereka tengah Memberi beberapa Kotak Makanan pada beberapa orang Disana.
"Bahagia selalu.."Senyumnya dengan terus memperhatikan Mereka.
Entah mengapa Mona tiba-tiba teringat Akan sosok Rangga,Ia tiba-tiba saja ingin bertemu dengan lelaki itu.
Mona Melangkah cepat menuju Kamarnya,sangking cepatnya Mona Sampai-sampai Tak menghiraukan panggilan Si Mbok.
Si Mbok yang khawatir pun langsung memanggil Dara Dan bersama-sama menyusul Mona.
Tepat Saat ingin mengetuk Pintu,Dara dan Si mbok sayup-sayup mendengar perkataan Mona.
Hati Dara terenyuh Saat mendengar ucapan Mona.
"Kenapa Mas Rangga tak bisa dihubungi?"Ujar Mona Saat mencoba menghubungi No Rangga.
Diruang Tamu,Dika,Nella dan Vero yang telah tiba pun berkumpul Diruang tengah Sembari Mengobrol Ringan bersama Hans.Dara pun mendengar Suara mereka walau tak terlalu jelas.
Tok
Tok
Dara Terpaksa Mengetuk Pintu berniat untuk menghentikan Mona yang terus-terusan Menghubungi Rangga .
"Mon,Dika sama yang lainnya udah nunggu Dibawah."Ujar Dara.
"Iya Ma."Mona yang mendengar itu Pun Segera meletakan Ponselnya dan ikut Dara turun.
__ADS_1
"Mon.."
"Nell.."
"Duduklah Mon,Kita ingin membicarakan tentang pernikahan Kalian."Ujar Hans Mendahului percakapan,Mona pun duduk bersebelahan dengan Nella.
"Mon, Karna pernikahan kalian Di undur Bagaimana Jika Bersamaan dengan Vero dan Nella?Dika pun telah menyetujui sekarang Tinggal mendengar pendapatmu?"jelas Hans.
Mona yang masih memikirkan Rangga pun Hanya menatap Kosong Ke depan,Tak mendengarkan Ucapan Hans.
Semua orang keheranan,Hingga pada akhirnya Nella memegang Pundak Mona hingga Ia tersadar Dari lamunan dan menatap semua orang yang Kini sedang memperhatikannya.
"Apa yang Kau pikirkan,Mon?"Kali ini Dika Yang membuka suara.
"Nggak, Tiba-tiba saja Aku memikirkan Rangga."Jujur Mona yang masih penasaran,Semua orang saling Tatap.
"Kenapa Kau memikirkannya?"
"Entahlah, Tiba-tiba saja Aku Ingin bertemu dengannya,Nell."Ujar Mona.
"Sudah lah,Mon Nanti Kita bertemu dengannya.Sekarang Kita fokus pada persiapan Kalian."
"heem,Tapi Mona ingin bertanya?"
"Tanya Apa Mon?"
"Di dada Mona Ada Bekas Jahitan.Bekas Jahitan Apa itu?,"Ujar Mona menyampaikan Keganjalan pada tubuhnya.
semua orang terdiam,Membuat Mona semakin bingung.
"Operasi Apa yang Mona lakukan?"lanjutnya.
semua orang menatap Mona,mereka berpikir Apakah Mona sudah Tau semua Karna dari ekspresi nya yang menyakinkan.
__ADS_1