
Dua Minggu telah berlalu Sejak Mona mengetahui Operasi yang ia Lakukan semenjak itu pula Ia tak menghubungi Dika.
Ia sudah merelakan Kepergian Rangga Namun Ia enggan untuk berbicara Dengan Dika,Padahal Dika tak salah Apa-apa.
Sejak Dua Minggu terakhir pula Mona telah Melakukan Aktifitas seperti Biasa,Kembali ke Kantor dengan sekretaris Baru,Ia tak ingin merepotkan Nella kembali.
Pada Saat hendak memasuki Ruang kerjanya,Mona berpapasan Dengan Dika.Terlihat mereka saling tatap sebentar Kemudian berlalu Begitu saja.
"Kenapa Kau terus mendiamkan Dika,Mon?"Ujar Vero santai sembari duduk sembarang di sofa Ruang kerja Mona.
"Tinggal menghitung Hari,Mon."Lanjut Vero lagi Dengan meletakkan Map Biru yang Ia Bawa ke atas Meja.
"Mon,Aku bicara denganmu."Vero mendekati Mona dan menggoyangkan pundak Mona seraya berkata,"Apa kau makhluk yang menyerupai Mona?"ujarnya dengan raut wajah yang seolah-olah bergidik ngeri.
"Apa sih, Mas? ganggu konsentrasiku aja."ujar Mona melepaskan tangan Vero dari pundaknya, dengan raut muka yang cemberut tanpa melihat wajah Vero.
"Aku tuh bicara sama kamu Mon, tapi kau seolah-olah tak mendengarkan ku."geram Vero.
Mona penghela nafas, lalu menatap Vero dengan sinis."lalu aku harus berbuat apa?".
"Dengarkan Aku,Mon! pernikahan Itu sebentar lagi, seharusnya kau dan Dika berdiskusi tentang acara itu Mon. bukan, sibuk dengan urusan masing-masing".
__ADS_1
tanpa berkata-kata Mona pun menutup berkas dan berdiri meninggalkan Vero begitu saja.
"kau mau ke mana?"Ujar Vero sembari mengikuti langkah Mona.
Mona terus melangkah tanpa menghiraukan teriakan Vero.
Di lain tempat, terlihat dara yang tengah berbicara dengan seorang wanita yang berumur sama seperti Mona.
wanita itu menggunakan dress berwarna hijau dengan beberapa manik-manik yang menghiasi dressnya sehingga nampak begitu anggun.
Dia adalah Elena, seseorang yang dipercayai Dara untuk mengurus semua persiapan pernikahan Mona dan Dika.
walaupun Mona acuh Tak acuh dengan pernikahan itu tapi ia yakin sebenarnya Mona sangat menunggu hari itu.
"iya Len, tante percaya sama Kamu."
"Lena pamit dulu tante, Masih banyak hal yang harus Lena kerjakan."ujar elena sembari mencium punggung tangan Dara.
💧💧💧
"Mereka akan menikah satu minggu mendatang."ujar seorang pria kepada atasannya.
__ADS_1
"Di mana acara pernikahan itu?"tanya sang atasan kepada suruhannya.
Orang itu pun menyebutkan gedung di mana acara pernikahan Mona dan Dika serta Nella dan Vero berlangsung.
"Baiklah kau boleh pergi!"ujar pria itu pada bawahannya sembari memberikan amplop coklat padanya.
"Terima kasih,Bos."
"Bersiaplah Dika, Aku akan membuatmu menyusul Rangga."monolog pria itu dengan senyuman licik terlukis di bibirnya.
"Kita lihat saja, Siapa orang bodoh yang akan menolongmu kembali sama seperti Rangga hahaha."Tawanya itu menggema memenuhi ruangan.
Pria itu kemudian, mengambil selembar foto di dalam dompetnya.Foto yang terlihat telah usang.
"Tenang cantik,Sebentar Lagi Dendammu akan terbalaskan. Dika tak akan mendapatkan kebahagiaan Dari pernikahannya."
💧💧💧
"Kenapa Kau terus mengikuti ku?"Ujar Mona yang sudah merasa kesal dengan Vero,Bagaimana Tidak Vero selalu mengikuti Kemana pun Mona pergi.
"Aku Akan berhenti Mengikuti mu,Jika Kau Menemui Dika."Ujar Vero Santai.
__ADS_1
"Bacot.."