Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab27b


__ADS_3

"Anak siapa itu, Pa?"Tanya Dara ketika Ia bangun dari tidurnya.


Hans yang memang tak tidur pun menoleh pada Dara, Hans mengelus kepala Balita Yang masih Hanyut dialam Mimpi.


Hans bangkit,Duduk di kursi sebelah Brankar. Ia menatap Lekat mata istrinya, Dara pun membalas tatapan Hans.


"Dia Anak kita,Ma."lirih Hans,Dara yang mendengar ucapan Hans Melotot dan melirik balita itu.


Dara menatap Hans penuh tanya, Ia tak mampu mengucapkan Satu kata pun.Tak mampu Rasanya kata keluar dari Bibirnya.


"Ma kau mau menerimanya 'Kan?"tanya Hans,sebab Dara tak menanyakan apa pun.


Dara menggeleng cepat, Ia merasa berat menerima kenyataan ini. Anak kandungnya entah dimana, dan sekarang harus merawat anak orang lain.


"Aku tak mau, Pa! Aku mau anak Kita, Bayi Kita, Pa. Hiks Hiks"lirih Dara dengan air mata yang Mulai Luruh.


"Ssstt. Dengarin Papa, Ma"Hans menangkup wajah Dara dan menghapus air mata Dara. "Kita Harus merawat Dia,Agar bisa tau dimana keberadaan Anak kita.Mama bilang akan memberitahu jika kita menerimanya,"Bohong Hans semata-mata untuk menyenangkan hati Dara.


"Papa Gak Bohong, Kita akan Bertemu anak Kita. "Hans mengangguk dan memeluk tubuh Dara.


Setelah beberapa Bulan Hans dan Dara merawat Rangga,Perasaan Dara Mulai memabaik harapannya Masih sama Agar bisa bertemu Anaknya.


Mama Hans pun bahagia melihat keluarga Anaknya, Yang menerima cucu adopsiannya.


Dara selalu saja menanyakan keberadaan anaknya pada Hans,Dan Hans pun Menjawab setelah Rangga Dewasa.


Harapan Dara hilang,Hatinya Sakit mengetahui Bahwa selama ini Hans telah berbohong Padanya. Hans sama sekali tak tau dimana keberadaan anaknya,Namun Ia juga telah Sayang kepada Rangga.


Saat Rangga berumur 10 Tahun, Mama Hans meninggal Dunia. Harapan satu-satunya Dara dan Hans untuk mengetahui anaknya pun hancur, Mama Hans tak memberi tau padahal sudah sering Hans merayu mamanya.


"Kalian tenang saja Dia pasti baik-baik saja, "ucap Mama Hans saat ditanya.


"Tapi Ma kami ingin bertemu, Kami sudah menuruti Mama untuk menganggap Rangga Anak Kita."


"Ingat jangan pernah kalian memberitahu semua pada Rangga, Mama nggak Mau Kalian membongkar semua. Walau Mama sudah tiada, "Ucap Mama Hans.


"Iya, Ma kami akan menganggapnya anak kandung.Tapi beritahu Kami dimana anak kandung Kami, "


Mama Hans menghela Nafas Panjang, "Mama tak akan memberi tau kalian! "tegas Mama Hans.


Sampai bertahun-tahun mereka tak menemukan Anaknya, Dan Rangga pun telah tumbuh dewasa.Diperlakukan seperti Anak sendiri, Tak pernah Membencinya.


Pada Akhirnya Dara menemukan surat Adopsi disebuah Panti Asuhan, Saat Ia membersihkan Kamar Mama Hans.


Awalnya Ia hanya ingin bersih-bersih, sebab Telah lama Kamar itu Tak dimasuki seseorang.


Dara pun memberi tahu Hans, Dan mereka pun pergi ke panti tersebut tanpa sepengetahuan Rangga.


Betapa bahagianya Mereka, Saat bertemu Gadis dengan Tanda Lahir di leher sebelah Kananya Dipinggir Jalan.


Awalnya Dara Ingin memberi Sebungkus Roti, Namun Ia bahagia ternyata itu adalah anak Yang Ia cari. Tak perlu repot untuk menanyai ibu panti, Ia sudah bertemu lebih dulu. memang tak ada yang bisa menjauhkan anak dari orang tuanya.

__ADS_1


Dara dan Hans pun mengajak gadis itu untuk Pulang,Ia menolak tawaran itu. Dara terus merayu dan menyakinkan akan membantunya, Ia sengaja tak mengatakan bahwa ia adalah Anaknya,Karna masih memikirkan Rangga.


Pada Akhirnya Ia pun Mau, Dara dan Hans menepatkan Mona disebuah Apartemen. Sengaja tak memberitahu Rangga terlebih Dahulu,Mereka akan bingung menjelaskan pada Rangga.


Setelah beberapa Bulan Barulah mereka mengenalkan Rangga dan Mona,Dan memberitahu Niat mereka untuk menikahkan mereka.


Rangga menolak tegas perjodohan itu, Karna Ia tak menyukai Mona Dan tentu Ia juga mencintai Lita. Begitu pun Mona Namun karna Ia mengingat kebaikan mereka,Akhirnya Mona mau. Tanpa mengetahui jika lambat laun Ia mencintai Rangga.


Dengan sedikit Ancaman Akhirnya Mona Dan Rangga pun Menikah. Dara dan Hans pun bahagia dan menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan yang sebenarnya, tentu setelah memastikan mereka saling mencintai dan bahagia.


Back Dara.


"Ma,"Dara menghapus air matanya.Ia tersadar dari Lamunanya,"Kau kenapa, Ma"tanya Hans.


Dara menggeleng,"Aku hanya mengingat masa lalu, "jawab Dara. "Sudah lah biarkan semua berlalu, yang terpenting sekarang kebahagiaan anak kita. "tenang Hans.


"Kita cari waktu yang tepat untuk menceritakan semua pada Mereka, Papa tau Mama pasti sangat menginginkan Mona tau.Tapi kita juga Harus menjaga perasaan Rangga, "Lanjut Hans Lagi.


💧💧💧


Pagi hari yang begitu cerah, Dua orang wanita tengah berada dijalan yang tak begitu Ramai. Mona dan Lita menuju Butik milik Nella.


"Akhirnya Aku kesini lagi, "ucap Mona telah duduk disebuah mesin Jahit.


"Mon kau tak perlu melakukan itu, "


"Tidak,Nell.Aku senang punya kesibukan, Kau tau sejak bertemu Mama Dara dan Papa Hans aku tak pernah melakukan Apa pun. Mereka tak mengizinkan Aku bekerja, "


Mona mengambil Kain dan Mulai menjahitnya, Gaun yang telah dirancang Oleh Nella sendiri. Dengan hati-hati dan teliti Mona melakukan pekerjaannya, Ia harus memerhatikan dengan Baik jika tidak Nella akan Rugi.


Dengan bekal jahit yang diajari ibu panti, Ia juga telah diajari oleh Nella. Rasanya sudah cukup untuk Mona, yang mungkin memang Keahliannya.


💧💧💧


Rangga mulai Kembali Masuk bekerja, setelah lama Ia mengambil Cuti.


"Karin, "Panggil Hans. Karin pun datang dan menghampiri Hans.


"Ada apa, Pak?"Tanyanya sembari menatap Rangga.


"Ambil semua berkas yang ada diruangan Vero! Dan kau bilang Pada Vero untuk keruanganku! "Karin mengangguk dan berlalu.


"Apa yang harus ku lakukan, Agar Rangga cepat menikahi Lita?"Gumamnya sembari berjalan menuju Ruangan Vero.


Setelah mengambil berkas dan memberitahu Vero,Karin pun kembali menuju Ruangan Rangga.


Setelah semua selesai Karin kembali ketempatnya, "Rencana Lita, Apa harus ku lakukan sekarang? Tapi dimana keberadaan orang tua Rangga, Aku tak tau Dimana Rumahnya? "monolognya sendiri. Ia harus bertindak cepat sebelum terlambat.


💧💧💧


"Hai, "sapa Geri pada Lita.

__ADS_1


"Eh Hai, "balas Lita.


"Kau disini juga?"Tanya Geri pura-pura tak menyangka akan bertemu Lita disebuah mini market,Padahal ia memang sengaja mengikuti Lita Agar mempunyai kesempatan untuk berdua dan meluluhkan hati Lita kembali.


Lita mengangguk, "kebetulan sekali kita bertemu, Apa mungkin kita memang ditakdirkan untuk bersama. "Canda Geri. Lita hanya diam tak menanggapi candaan geri, Ia merasa canggung terhadap pria itu.ya,mungkin karna pernah menjalin hubungan.


"Kau mau beli apa? "tanya Geri mencairkan suasana kembali, "Beli kebutuhan sehari-hariku,"Jawab Lita.


Geri mengangguk, Ia pun dulu sering menemani Lita berbelanja kebutuhannya.'kesempatanmu Ger! 'batin Geri.


Dengan sigap Geri mengambil alih troli yang Lita pegang, Lita ingin mengambil alih lagi namun dilarang Geri.


"Tak apa biar aku saja, sekalian aku yang bayar. "ujar Geri.


"Eh gak usah Ger. Biar aku sendiri saja, "Tolak Lita. Ia tak enak hati menerima kebaikan orang yang telah Ia sakiti.


"Gak papa,Lit.Biar aku saja, "Paksa Geri yang membuat Lita menyerah.


Setelah berkeliling dan mengambil yang Lita butuhkan mereka pun Menuju Kasir, Geri dengan sigap membayar dan membawa Belanjaan Lita.


"Makasih, Ger. Kau Sudah Baik padaku,"Ucap Lita ketika Geri telah meletakan Belanjaan Lita dalam Mobil hadiah Geri.


"Tak perlu berterimakasih, Aku hanya menjalankan apa yang aku inginkan, "Jawab Geri.


"Kalau gitu aku pamit, Ger. "


Geri mengangguk, Ia pun ingin kembali mencari sosok istri Rangga.


"Kenapa kau sangat baik padaku,Ger?padahal aku telah menyakitimu,Aku jahat padamu. "Monolog Lita.


Ia tak habis pikir dengan Kebaikan Geri, Apakah Geri mencintainya atau Geri hanya ingin membalas sakit hatinya?,


Lita mengingat Kebersamaannya bersama Geri, saat indah mereka, Saat Lita sangat mencintai Geri dan saat Ia memutuskan Geri dengan Alasan Bosan dan telah mencintai Rangga. Jahat sekali dirinya, setelah pengorbanan Geri Ia sakiti begitu saja.


💧💧💧


"Untuk apa kau mencari Mona? "Tanya Vero, Karna Rangga menanyakan keberadaan Mona.


"Dia istriku, Ver. Aku akan membawanya pulang, "Vero tersenyum mengejek.


"Membawanya dan menyakitinya.Aku tak akan memberitahu mu! "ucap Vero enteng.


"Aku tak akan berbuat kasar padanya Ver, "


"Kau pikir Ia tersakiti hanya karna Perlakuan Kasarmu?"Rangga menghela nafas kasar.


"Batinnya tersiksa, Biarkan Dia bahagia dengan kehidupannya. Bukankah harusnya kau bahagia dengan kepergiannya,Kau akan bebas membawa Lita ke rumahmu. "


"Maksud mu? "


"Bukankah Kau dengan bangganya mengenalkan Lita pada Mona, Tanpa memikirkan perasaan Mona. "

__ADS_1


__ADS_2