
"Mas,Yakin Mau Masuk kedalam? "Tanya Nella pada Vero, Vero pun mengangguk Mantap.
"Kek nya gak usah Deh, Mas. "Sambung Mona pada Mereka,Membuat Semua menatap Mona.
"Bener Kata Mona, Mas.Mending Ke tempat lain aja"Ajak Nella.
"Kalian Takut? "Ucap Vero dengan Nada mengejek.
"Bu bukan takut, Tapi Gak seru aja. Iya 'kan Mon,"Elak Nella sembari menyenggol Lengan Mona.
"I iya, Bener Kata Nella. "Jawab Mona dengan nada sama persis seperti Nella.
"Alah gak usah ngeles,Bilang aja Kalo Takut! "Goda Dika Pada Nella dan Mona.
"Enggak, Siapa yang takut? Kita cuma males aja. "Elak Nella lagi.
"Gak usan Takut, Nell. Ini cuma Rumah hantu, Hantunnya Boongan. "Ujar Vero,Ya mereka saat ini sedang berada didepan Rumah hantu. Satu Hal yang tak boleh dilewatkan, Saat berada dipasar Malam.
Tanpa Aba-aba lagi, Dika langsung menarik Lengan Mona. Mona terus Menolak,Namun Dika tetap Kekeh mengajak Mona.
"Gak usah Takut,Ada Aku! "Ujar Dika yang membuat Mona menurut begitu saja. Bagaimana Tidak Saat ini Ia telah berada didalam walau Belum sampai tengah.
__ADS_1
"Jangan lepaskan Peganganmu! "Larang Dika.
"Tapi... "
"Tak ada tapi-tapi an! "Ketus Dika membuat Mona Diam.
Sementara itu, Vero dan Nella masih berada didepan.Nella tetap Kekeh untuk Tak Masuk, sebab Ia pernah Mengalami Hal yang tak mengenakkan membuatnya menjadi trauma.
Beberapa Tahun Lalu, Saat Nella berumur 17 Tahun Saat masih duduk dibangku SMA. Ia dan teman-temannya pergi kepasar Malam dan memasuki Rumah Hantu. Pada saat Berada ditengah mereka dikejutkan dengan Hantu-hantuan Yang membuat Nella terpisah dari teman-temannya Dan Pada saat itu juga Ada seorang penculik menyamar jadi hantu Lalu menculik Nella. Untungnya saja Nella selamat karna ada salah satu teman Lelakinya yang melihat Itu, Temannya itu memanggil orang-orang dan pada akhirnya Nella selamat.
"Gak Mau, Mas. "Ujar Nella Memohon.
"Baiklah, Kita cari yang lain saja. "Ucap Vero mengalah.
💧💧💧
"Gak Kemana-mana, Buk. Saya cuman Mau Berdiri."Jawab Rangga.
"Awas kalo situ pergi gak bayar, Gue bejek-bejek Lu. "Peringat Wanita itu.
"Iya, Buk. Tenang saya pasti bayar."Ujar Rangga,Sang ibu penjaga warung itu pun meninggalkan Rangga.
__ADS_1
Ya, Saat ini Rangga berada disebuah Warung Makan yang tak cukup jauh Dari Rumahnya.
Ia sudah sangat kelaparan Dan setelah menjual Kalung Yang hendak Ia berikan pada Moma saat itu, Ia pun mencari Makan walau dengan berjalan Kaki.
"Ini, Buk. Saya bayar kembalianya Ambil saja! "Ketus Rangga sembari memberikan Uang Kertas 50 ribuan.
Setelah membayar,Ia kembali Berjalan menuju Rumah sembari bermain Ponsel. Saat asyik menjelajah Dunia Maya, Tiba-tiba saja ada seseorang yang menjambret Hp nya. Rangga mencoba Mengejar Namun sayang Ponselnya telah Naas ditangan pencuri.
"Aarrghhh, Si al kenapa Aku jadi Gini sih? "teriaknya.
💧💧💧
"Aww Mas.. "Teriak Mona, Ia terkejut dan ketakutan setengah mati karna tiba-tiba saja Ada yang memegang pundaknya dari belakang.
"Kenapa, Mon? "tanya Dika Panik.
"Pundak Mona,pundak Mona ada yang megang."Ujar Mona panik,Dika pun Langsung tertawa mendengar ucapan Mona. Bagaimana tidak,jelas-jelas Yang memegang pundak Mona adalah Dika.
"Mas Kok ketawa? "
"Lihat pundakmu! "Suruh Dika.
__ADS_1
"Ih, Mas ngagetin aja. "kesal Mona ketika melihat pundaknya sendiri.
"Sudah-sudah,Yok jalan lagi! "ajak Dika,Mereka pun berjalan krmbali.