
"Enak, Gak?"Tanya Dika Saat Mona memakan permen Kapas Dengan Lahap.
Mona menoleh dan mengangguk Malu, Sangking lahapnya Ia lupa dengan Orang yang Duduk disisinya.
"Maaf, Aku lupa Kalo ada Kamu."Ujar Mona Lirih membuat Dika tersenyum Manis.
"Tak Masalah, Asal Tak Terulang lagi setelah ini. Karna Kau Tahu, Aku paling Tak suka dilupakan Apalagi diabaikan. "Terang Dika.
"Ya memangnya siapa yang Mau Diabaikan,Semua orang pasti gak Mau. "Jawab Mona.
"Nah, Itu Kamu tahu. Jadi mulai saat ini, Mulai detik ini,Jangan pernah mengabaikanku! Ini khusus untukmu! "Terang Dika menatap Mona serius.
"Baiklah, "Lirih Mona. Ia merasa tak sanggup untuk mengatakan Tidak Karna Terpanah dengan tatapan Dika.
"Bagus"Ucap Dika lagi sembari mengelus pucuk kepala Mona dengan lembut.
Mona pun menjadi semakin Kaget dengan perilaku Dika,Apalagi ini hari pertama mereka bertemu dan berkenalan.
"Oke, Tunggu disini sebentar!"Ucap Dika Lalu beranjak Pergi padahal Mona belum menjawab atau bertanya pada Dika.
Dilain tempat, Vero dan Nella tengah menunggu Sate yang sudah mereka pesan.
Sembari menunggu, Mereka Hanya diam Tak ada satu pun Yang memulai Obrolan. Vero diam terus memperhatikan Nella, Sedangkan Nella menatap Ke lain tempat Ia merasa canggung Dipandang oleh Vero. Walau Vero sudah biasa melakukan itu, Namun Kali ini Nella merasa sangat canggung, Mungkin karna suasana yang berbeda membuatnya sedikit aneh.
"Permisi Mas Mbak ini satenya. "Ucap Perempuan Muda ya Anak dari penjual Sate Memecah keheningan,Ya hanya keheningan antara Vero dan Nella sebab sekitar mereka sangat Ramai.
__ADS_1
"Terimakasih, Dek. "Jawab Nella,Wanita itu pun mengangguk dan pamit untuk pergi.
"Nel"Panggil Vero ketika Nella menikmati makanannya dengan tetap Diam.
"Apa?"Jawab Nella ketus tanpa melihat Lawan bicaranya.
"Nella"Ulang Vero lagi.
"Apa, Mas? "Jawab Nella tetap dengan pandangan Pada Satenya.
"Is, Lihat Sini napa! Emang Aku najis Ya?"Kesal Vero.
"Apa, Mas?"Tanya Nella dengan lembut Namun terpaksa.
"Kok canggung gitu sih?Biasa aja, Kita gak cuma berdua Loh, Rame ni jangan canggung gitu! "Ujar Vero lagi.
Vero bergeming,Dan tiba-tiba saja Ia mengulurkan tangan dan menghapus sambal kacang yang terdapat disudut bibir Nella.
"Cie baper"Ucap Vero karna Nella Tak berkedip.
"Apa sih? Biasa saja."Elak Nella lagi sembari terus melanjutkan makan, sedangkan Vero tertawa puas.
💧💧💧
"arrgghh,Mau makan apa Aku? "Teriak Rangga ketika melihat Kulkas telah Kosong.
__ADS_1
Perutnya terasa lapar karna memang dari siang Ia belum makan, Apalagi saat ini persediaan telah habis. Uang, Dia tak mempunyai Uang sepeser lagi pun. Semua Uang simpanannya telah habis untuk membayar cathring dan berbagai hal lainya, yang telah dipakai Lita dan Geri.
"Semua ini karena Mona, Jika saja Dia Tak ada Aku tak akan begini."Gerutu Rangga.
"Aku tak akan membiarkanmu bahagia, Lihatlah! "sambungnya Lagi dengan senyum devilnya.
Kruyuk
Kruyuk
Kruyuk
Suara dari perut Rangga.
"Ah, Mama Rangga lapar. "Teriak Rangga sembari mengusap Rambutnya Kasar.
💧💧💧
"Ini Buat kamu, "Ujar Dika sembari menyerahkan ice cream Rasa vanila pada Mona. Dengan senang hati Mona pun mengambilnya.
"Makasih, Mas. "ujar Mona.
"Sama-sama, seharusnya Aku yang berterimakasih."Ucap Dika membuat Mona bingung.
"Buat apa Mas? "Tanya Mona polos sembari memakan ice cream.
__ADS_1
"Karna Kamu telah menemaniku dihari kelahiran ku. "jawab Dika sembari tersenyum.
"Ulang Tahun? "Ucap Mona memastikan dan dijawab anggukan Dika.