Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab79


__ADS_3

Lagi Dan Lagi Rangga Harus memutar Otak Agar pendapatkan Pekerjaan, Sangat Sulit Baginya mendapatkan Pekerjaan Dengan Jabatan yang Ia inginkan Kecuali dengan bantuan Orang Dalam.


Yang Jadi Masalah, Ia tak Memiliki itu. Teman-temannya Tak ada yang Mau menerimanya, Vero pun Tak Mampu Membantu Karna Ia tak berkuasa Untuk menerima seseorang.


Hans?Mana mungkin Rangga Meminta kepada orang Yang telah merendahkannya. Lagi pula Mana mungkin Kata 'Iya'Terucap dari Bibir Hans untuknya, Bahkan Kata Maaf pun Tak pernah Didengarnya.


"Pusing Mikirin Uang, Uang dan Uang. Coba aja Dulu, Gak kerja pun Cuan Ngalir Terus. "Gerutunya Sembari membayangkan Saat-saat Dahulu.


💧💧💧


"Selamat Pagi, Buk. "


"Pag..gi,"Sapa Mona kembali Namun terkejut melihat Karin Berada Dihadapanya."Untuk Apa Kau Disini?"Tanya Mona dengan Selidik.

__ADS_1


Karin tersenyum Lebar Sembari Mengelilingi Tubuh Mona,Ia pun Mengelus Pipi Mona. Mona pun segera Menepis Tangan Karin Dan Mendorong Tubuhnya Agar Menjauh.


"Mau Apa Kau Kesini? "Ulang Mona.


"Kau Masih bertanya Aku Mau Apa? hemm Tak perlu ku jelaskan Kau Pasti Sudah Mengerti. "Jawab Karin sembari berjalan Dan Duduk Ke Kursi tempat Karin Dahulu saat Masih menjadi sekretaris.


"Kau bukan Lagi sekretaris Ku, Pergi! "Usir Mona Lagi, Karin tersenyum Menatap Mona penuh dengan kelicikan.


"Siapa Bilang Aku Bekerja Kembali Disini? Aku Ke sini Karna... "Ucapan Karin terpotong Karna Pintu terbuka Dan Terdengar suara Dika Menyapa dengan sumringah.


Mona Langsung Mengerti Maksud Dari ucapan Karin, Begitu pun Dika Yang Tak Kalah terkejutnya Melihat Karin. Yang Tak Habis pikir Bagaimana Bisa Karin, Jika Dika Hendak Menemui Mona.


Sejenak Mereka Terdiam dengan pikiran Masing-masing,Sampai Pada Saat Karin Membuka Mulutnya Kembali.

__ADS_1


Karin Menarik Nafas Panjang Dan Bangkit Dari Kursi, "Kenapa Kalian Diam? Heran Dengan Kehadiranku? Aku 'Kan Sudah Bilang,Jika Kau Tetap Akan menjadi Milikku Apa pun Caranya." Karin Memeluk Lengan Dika Yang Langsung Dilepaskan Oleh Dika, Mona Hanya melihat Saja.


"Segitu Cinta 'kah Karin Pada Mas Dika? Apa Kah Aku Telah menjadi Perusak Diantara Hubungan Mereka? Apa Aku Harus Mengalah? "Batin Mona.


Entahlah Pikiran Dari Mana yang Datang Dan Menyatakan Dirinya Sebagai perusak Hubungan Orang, "Mungkin Kah Aku Akan Bahagia Bersama Orang yang Dicintai Oleh Orang yang pernah Mas Dika Cintai."Tanya Mona pada Dirinya sendiri.


"Apa Aku Perusak Hubungan Kalian? Apa Aku Salah? Jika Memang Begitu, Aku Akan... "


"Gak, Mon. Kau Tak Melakukan Itu, Bukan Kau Yang Bersalah. "Dika Memotong Ucapan Mona.


"Ya, Kau Memang Salah, Kau Memang Perusak hubungan Ku dan Dika, Kau yang merebutnya Dariku Dan Kau Lah yang Membuatnya selalu Menghindar Dariku.Dasar pelac*r!"Celetuk Karin Dengan Nada Tinggi.


Mendengar Itu, Dika Langsung Naik Pitam.

__ADS_1


"Jaga Ucapanmu! Mona bukan Penyebab Perpisahan Kita, Dia tak ada Sangkut Pautnya sedikit pun. Bahkan Perceraian Kita terjadi Jauh sebelum Ada Mona, Dan yang menjadi penyebabnya Dirimu Sendiri, Kau yang menginginkan Perceraian Itu, Kau Sendiri!"Ucap Dika dengan Suara Lantang dan tinggi sehingga menggema diseluruh Ruangan, Untung saja Ruangan itu Kedap Suara Hingga tak terdengar ke luar Ruangan.


"Berhenti Menyalahkan Orang Lain!Kau Lah yang mengingikan Itu, Sekarang Kau telah Bebas Dan Biarkan Aku Bahagia Bersama Orang Lain. Jangan Usik Diriku Lagi, Wanita Munafik. "Lanjut Dika.


__ADS_2