
Dika sangat senang mendengar Kabar itu,Tidurnya pun pulas dan nyenyak,pikirannya menjadi sedikit tenang.
Hans,Dara,Nella dan Vero pun sama seperti Dika,Mereka sangat senang dan ingin segera bertemu dengan Wanita itu untuk mengucapkan banyak Terima kasih.
💧💧💧
Dalam perjalanan Ke Ruang Rawat Mona,Rangga tak sengaja Melihat Dua orang yang Amat Ia kenali.Untuk lebih memastikan,Rangga melangkah mendekat. Dan dugaannya sangat benar,Itu Geri dan Lita.
Terlihat Mereka tengah Menunggu antrian Didepan Ruangan Dokter kandungan,Terpancar kebahagian dari Mereka.
"Syukur lah jika Kalian Tetap bersama"Ujar Rangga Sembari tersenyum.
Geri dan Lita yang menyadari kehadiran Rangga pun mendekati dan mengajak Rangga untuk duduk bersama mereka.
Awalnya Rangga Menolak,Namun Lita dan Geri memaksa Dirinya untuk Tetap tinggal.
"Kamu disini,Kenapa?Lagi sakit?"Tanya Lita heran.
"Gak kok Aku kebetulan Lewat saja"Jawab Rangga.
"Kau serius tak apa-apa?"Kini Geri yang bertanya.
__ADS_1
"Lebih dari serius."Jawab Rangga dengan diiringi Candaaan.
"Kalian kesini.."Rangga mengalihkan pembicaraan,pandangannya menatap Perut Lita yang Kian membesar.
"Iya,Kami ingin memeriksa calon Bayi.Maaf Atas kejadian Lalu dan Terimakasih Sudah Menyakinkan ku."Ujar Geri.
"Sama-sama.Aku hanya mencoba menjadi lebih baik Dan tentu Supaya Kau tak mengalami hal yang sama seperti ku."Jelas Rangga,Hati Lita terenyuh,Ia mengaku salah.
Dulu Ia yang Bertekad berebut Rangga,Memang saat itu Rangga tak mencintai Mona Namun Ia juga tak membenci Mona.Bila saja Saat itu,Lita merelakan Dan meninggalkan Rangga mungkin Saat ini Rangga dan Mona juga hidup bahagia.
"Maafkan Aku,Semua salahku!"Sesal Lita.
Rangga menarik nafas Panjang,Pandangannya Kosong"Sudah lah semua telah berlalu!"Lirih Rangga Karna malas mengingat hal itu.
Rangga tersenyum Memandang perut Lita,Geri yang melihat itu pun memegang pundak Rangga dan ikut tersenyum.
Tak ada lagi Rasa cemburu Untuk Rangga,Malahan Geri menyuruh Rangga untuk mengelus perut Lita.
"Baik-Baik Didalam Ya sayang,Uncle janji gak akan sedih Lagi."Rangga mengusap Perut Lita,"Jadi Anak yang Baik!"Lanjutnya Lagi.
"Untuk Pasien Selanjutnya,Silahkan Masuk!"terdengar Suara suster Yang membantu Dokter Kandungan.
__ADS_1
Karna Sudah Gilirannya,Geri dan Lita pun Pamit Pada Rangga.
Begitu Geri dan Lita Masuk,Rangga segera kembali melangkah pada tujuan Pertamanya.yaitu,Menemui Mona.
Beruntungnya,Saat Rangga tiba Didepan Ruang Rawat Mona Tak ada siapa pun Disana.Baik diluar Mau pun Didalam Ruangan.
Tanpa Basa-basi Lagi,Rangga Langsung Masuk menemui Mona.
"Mas Rangga"Lirih Mona dengan menarik ujung Bibirnya.
"Mon"Rangga duduk Di dekat Mona."Yang Lain kemana?"Tanya Rangga untuk memastikan Keadaan.
Mona menggeleng,"Gak Tau.Mona Bangun udah Gak Ada Siapa-siapa."Jawab Mona.
"Ya udah Kalo gitu biar Mas Saja yang nemanin Kamu!"
"Apa sih Mas?Mona gak perlu Di temani,Mona baik-baik aja Kok."
"Baik?Kau bahkan terlihat lebih Pucat dari hari sebelumnya."Batin Rangga.
Yah,Memang betul.Wajah Mona memang terlihat Pucat padahal kemarin Ia terlihat sedikit Segar,Apakah obat Yang Ia minum tak mampu untuk memulihkannya?.
__ADS_1
"iya Kau Memang Baik-baik saja,Tapi tak apa Aku tetap akan menemanimu sampai Kapan pun."Rangga menggenggam tangan dingin Mona,menyalurkan kehangatan untuknya.
"Mas"Ujar Mona tak enak Hati.