
"Maaf, Tan Rangga gak Bisa. Rangga peduli Pada Lita hanya sebatas Manusiawi, Lita dan Rangga tak bisa bersama lagi Tan. "
"Kenapa, ngga Apa Karna Lita sekarang seorang Janda? Toh, Kau pun seorang Duda. "Kata Wanda dengan sangat ketus.
Wanda sangat berharap jika Rangga bisa menerima Lita kembali,Ia tak Rela jika Anak satu-satunya Itu menjadi Depresi dengan Status Janda.
"Tan,Rangga Memang sangat memperdulikan Lita tapi Tidak untuk Kembali dengannya,Bukan karna statusnya sekarang tapi karna Rangga ingin sendiri dulu Tan.Rangga butuh waktu untuk Melupakan Mona,Rangga telah mencintai Mona."jelas Rangga dengan Menahan Emosi,Jujur Tak Ada sedikit pun Rasa pada Lita.
"Lagi pula Lita sedang mengandung Anak Geri dan Lita telah mencintai Geri,Rangga janji akan membantu Lita untuk membujuk Geri,Meluruskan Kesalah pahaman ini,Rangga Yakin Geri Hanya salah Paham."lanjut Rangga dengan penuh keyakinan.
💧💧💧
Waktu seakan begitu cepat berlalu,Tepat Pada pukul 09.00 wib Mona Melihat dari balkon kamarnya Dika dan keluarganya Yaitu Mama,Papa dan adik Perempuannya Serta beberapa tetangga dan Kerabatnya telah tiba
Saat Mona melihat Kebawah,Saat itu pula Geri Melihat ke atas dengan Tersenyum Tipis.
Buru-buru Mona kembali masuk Kamar,bolak-balik seperti setrika.
ini bukan Hal pertama Kali,Namun Kali ini berbeda.Jika dahulu Karna paksaan Sekarang Tanpa paksaan.
Entah kenapa walau Sudah beberapa Kali Dika Mengucapkan Kata Lamaran,untuk Hari ini Cukup membuatnya Begitu Grogi.
__ADS_1
Tok
Tok
"Sayang,Dika sama keluarganya udah datang.YokTurun!"suara Dara terdengar Setelah ketukan Pintu.
"i iya Ma"teriak Mona membalas Sahutan Dara.
Mona Melihat penampilannya Dahulu,setelah merapikan Make up nya yang hilang karna keringat Baru Mona turun Secara perlahan.
Mona Duduk tepat di antara Hans dan Dara tentu setelah Menyalami Kedua Orangtua Dika dan yang lainya.
Mona Sedikit Malu mendengar Ucapan Perempuan yang masih berumur Belasan tahun itu,"Tangannya Mbak emang selalu begini,Dek."Jawab Mona,Syella sang Adik Dika pun manggut-Manggut saja mendengar perkataan Mona.
Setelah semua Terdiam,Gio,Papa Dika Pun mengutarakan Maksud kedatangan Mereka.
"Pak Hans Pasti sudah Tahu Maksud kedatangan Kami Kemari,Kami Bermaksud untuk Melamar Putri Bapak.Apakah Bersedia menikah dengan Anak saya,Dika."Ujar Gio Dengan Santai Namun serius,Orang yang didalam sana pun menyimak semuanya.
Hans tersenyum Sembari mengedarkan Pandangannya Kemudian Menjawab Perkataan Gio,"Jika Kami sebagai Orangtua sangat Menyetujui dan menerima Lamaran Ini,Namun Kami serahkan semua Pada Mona Apa pun keputusannya Begitu pun Jawabannya.
Kini semua Netra Memandang Ke arah Mona,Mona Pun mengangguk Sebagai jawaban Iya.
__ADS_1
Setelah menyerahkan beberapa Perserahan,Dika dan Mona pun bertukar Cincin.Kemudian Mereka memakan Beberapa hidangan Yang telah disiapkan Sembari berbincang-bincang.
💧💧💧
Geri berada di lobi Kantor utamanya,Hari ini ada Meeting penting Yang harus Dilakukan.
Saat berjalan Memasuki Kantor, Resepsionis Berlari menghentikan Langkah Geri.
"Ada apa?"Tanya Geri Datar.
"Begini Pak Kemarin Ada seorang lelaki Yang Mencari Bapak?"Ujar Resepsionis Sedikit Takut.
"Lalu?"
"Sebelumnya Saya minta maa,Pak tapi ini menyangkut Ibu Lita."
"Ada apa Lagi?Saya kan sudah bilang jangan membahasnya Lagi!"
"Tapi lelaki itu bilang,Bu Lita sedang mengandung Anak Bapak."
"Hamil?"Lirih Geri tak percaya.
__ADS_1