Aku Tak Tahan Sikapmu Mas

Aku Tak Tahan Sikapmu Mas
Bab21


__ADS_3

"Sini kamu! "Rangga menarik tangan Mona menjauh dari Hans dan Dara. "Apa sih,Mas?"Tanya Mona pura-pura tak tau, Padahal Ia yakin Jika Rangga akan membahas Masalah tadi.


"Kamu pasti sengaja! "Nada bicaranya pelan Namun menekan. Mona terus Berusaha menahan tawanya. Jika dulu,Ia sangat ketakutan akan kemarahan Rangga dan langsung menangis. Tapi tidak dengan sekarang, Ia bahkan ingin tertawa melihat ekspresi Rangga.


"Kenapa kau diam saja? "Tanya Rangga sedikit kesal dengan diamnya Mona. Ia juga merasa heran, Mona telah berubah. Jika Dulu Sebelum Mona pergi dari Rumah,Ia pasti akan menunduk dan menahan tangis jika Rangga merahinya. Tapi saat ini ia dengan beraninya Menatap Mata Rangga, Tak ada binar ketakutan dimatanya.


"Aku Diam sebab aku tak tau apa yang kau bicarakan. Jika bicara yang jelas,Mas aku bukan Paranormal! "ujar Mona dengan Tenang dan santai.


Rangga mencengkram kedua bahu Mona, menatapnya dengan Tajam. Ia menahan amarahnya, Nafasnya tersenggal, wajahnya pun memerah padam. Mona tersenyum menatap suaminya, Ia telah berusaha sekuat mungkin, Namun senyum itu terukir Begitu saja.


Rangga yang melihat senyum Mona pun terheran. Seketika Jantungnya memompa dengan cepat, Apalagi jarak mereka sangat dekat.


"Kamu memang Tampan, Mas pantas saja Si Lita tergila-gila padamu. Termasuk aku__"Mona menggantung ucapannya. Rangga yang mendengar Kata terakhir Mona pun tersipu Malu, Dugaanya benar bahwa Mona masih mencintainya.


"Tapi itu dulu. Sekarang kita hanya bersandiwara,"Lanjut Mona dengan melepas cengkraman Tangan Rangga pada Bahunya.


Sebelum Mona pergi, Ia mengelus Pipi Rangga sebentar dan tersenyum sembari menjauhkan tubuh dari Rangga. Mendapat perlakuan Lancang dari Mona,Rangga hanya mematung.Yang saat ini dirasakannya sama seperti saat bersama Lita,Bahkan lebih dari itu. Padahal perbuatan Mona hanya hal yang biasa.


💧💧💧


"Pa,Rangga sama Mona Mana? Perasaan tadi dibelakang kita, "Tanya Dara saat mereka berada disebuah taman depan Hotel.


"Papa juga gak tau, Mama sih asik ngajakin ngobrol, "Ujar hans menyalahkan Dara. "kok Malah Nyalahin,Mama sih?"Kesal Dara. "Papa yang salah, Bukan Mama"sambung Dara lagi. Hans mengernyitkan dahi, "Lah kok papa sih, Ma? "Tanya hans lagi. "Iya iya Papa yang salah.Gini aja Ribut, Ribet amat sih."Hans mengalah. Kata-kata yang sering Ia dengar memang Nyata, 'Wanita selalu benar'. Ya, Kata itu.


"Mama,Papa"Panggil Mona. Hans dan Dara berbalik secara bersamaan. "Duh sayang Kamu dari Mana? Kok gak Bilang-bilang, "Tanya Dara. "Eh Rangga kamu kenapa? Kok muka mu merah gitu? "Tanya Dara lagi ketika melihat Rangga Datang Dengan Muka Merah Bagai kepiting Rebus. Mendengar perkataan Mamanya Rangga langsung memalingkan Wajah, Dan mengusap kasar wajahnya.


Melihat tingkah Rangga,Hans,Dara dan Mona tertawa. "Sudah sudah Nanti gantengnya Hilang"ucap Dara menghentikan Rangga yang terus mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


💧💧💧


Vero telah tiba didepan Kantor, Tanpa berbasa-basi dengan para karyawan Ia langsung memasuki Ruanganya. Berkas-berkas telah menumpuk diatas mejanya. Ia duduk dan membuka satu persatu,Membacanya dengan teliti. "Si alan. Si Rangga,Liburan pakek mendadak segala. Ngomong kek dari jauh hari biar gak repot kek gini, Lagian juga asistennya si Rangga kemana? Ketularan bos nya ini, bukannya Bantuin,Malah ngilang aja kerjaannya. "Umpat Vero,Sembari menutup Berkas yang berada ditangannya.


💧💧💧


Lita telah sampai disebuah Rumah yang cukup mewah. Setelah membayar Taxi, Ia pun nelangkah menuju depan Pintu Rumah itu. Ia memencet Bell, Dan tak butuh waktu Lama, pintu terbuka melihatkan Sosok Wanita yang begitu cantik dengan dress merah yang ia kenakan.


Wanita itu tersenyum dan mengajak Lita masuk. "Gimana ni? "Tanya karin. Ya, Wanita itu adalah karin. Teman baik Lita, mereka telah berteman sejak Lita berhubungan dengan Rangga. Karin adalah sekretaris seorang Rangga.


"Ya. Seperti yang gua bilang tadi, "Jawab Lita. Sebelum ia datang ke situ,Ia telah menelpon Karin terlebih dahulu dan mengatakan Maksudnya.


"Bisa di atur, "Karin tersenyum. Itu tugas sangat Mudah Baginya. Tentu Karin menyetujuinya karna Ia menyukai geri. Dia berharap Lita segera menikah dengan Rangga,sehingga Geri tak lagi mengejar Lita.


Selama ini Karin telah berusaha mendekati Geri, Namun usahanya itu tak ada hasil. Sebab Geri selalu saja mencurahkan isi hatinya tentang Keinginannya kembali pada Lita.


Ia juga yang telah mengatakan pada Geri jika Lita akan segera menikah Dengan Rangga. Dengan Maksud Geri akan melupakan Lita,dan memberitahu jika Ia tak lagi ada di hati Lita.


💧💧💧


"Aaaaa aaaa"ucap Mona sambil menganga, Sandiwara kembali dimulai.Mona hendak menyuapi Rangga Roti Tawar, Rangga pun menerima suapan Mona dengan senang hati.


Baru saja Hatinya merasa senang, Namun Itu berakhir saat Ia Telah mengunyah Roti itu.


"Ahhhhhh hhhh"Rangga mencari air putih. Ia merasa pedas pada Mulutnya,Mona hanya terkekeh melihat Rangga yang kepedasan. Hans dan Dara pun Hanya melihat Saja,Mereka tak tau apa yang terjadi.


"Gimana enak 'Kan,Mas"Tanya Mona dengan senyum mengejek. "Enak apanya, pedas kek gitu. "Kesal Rangga. "Pedas?, kok bisa?"Mona lagi lagi pura pura tak tau.Ia sengaja mengerjai Rangga,sebagai balasan perbuatanya selama ini. dengan memanfaatkan Alasan sandiwara, Maka Mona dengan bebasnya mengerjai Rangga. Ia tau Rangga tak akan membalasnya jika Ada Hans dan Dara.

__ADS_1


"Eh Maaf,Mas aku salah Ngoles selai, "Maaf Mona sembari mengangkat Wadah saos yang sama persis seperti Selai Stroberi.


"Sudah Rangga, Mona tak sengaja. "Ujar Hans yang melihat Rangga menahan emosi dengan menatap Mona tajam.


"Iya,Mas aku gak sengaja, beneran gak boong.Aku minta maaf ya"Ujar Mona dengan Nada memelas.


"Tapi Gak__"Ucapan Rangga terpotong. "Rangga Kau sudah dengar,kalo Mona gak sengaja"Potong Dara. Mona pun menatap Rangga dengan Senyum kemenangan.


'Oke.Kau yang mulai permainan, Dan aku akan mengikutinya'Batin Rangga.


💧💧💧


Tring


Ponsel Nella berbunyi.


Nella yang sedang sibuk meranjang Gaun, pun teralihkan. Ia melihat Layar ponselnya,Nama Vero terpampang disana.


"sibuk gak?"Ujar Vero dari sebrang sana.


"Banget"Jawab Lita Acuh.


"kirain gak sibuk? "


"Mau mu apa? Kalo gak penting aku matiin ni"Ujar Nella.


"Ya Elah,Cuek banget. "

__ADS_1


"Terserah, "Nella pun mematikan Telponnya secara sepihak.Dan melanjutkan pekerjaannya.


Vero Berdecak kesal, Karna Nella telah mematikan Teleponnya. Dulu Ia mencintai Mona, Namun Ia tak mengungkapkannya.Dan kini berjalanya Waktu Ia mencintai Nella, sebab Mona sangat sulit ditaklukan apalagi Ia masih Mencintai Rangga.


__ADS_2