
Saat ini Dara sedang menatap layar televisi, Namun kefokusannya terganggu Bel Rumah Yang berbunyi.
"Biar Saya saja,mbok."Cegah Dara saat mbok Mira tergopoh gopoh dari Dapur hendak membuka pintu.
"Baik, Buk. Kalau gitu saya permisi. "jawab Mbok Mira yang diangguki oleh Dara.
Dara melangkah menuju pintu utama,Ia mencepatkan langkah Karna suara Bel yang terus berbunyi.
"Kau? "ujar Dara Heran setelah melihat sosok itu.
"Mama, "Lirih Rangga. Ya orang itu adalah Rangga.
"Mau Apa? "Tanya Dara Dingin.
"Rangga ingin bicara, Kita bicara didalam ya Ma. "Ajak Rangga lembut.
"Disini saja."Tolak Dara.
"Tapi, Ma lebih enak bicara didalam."Rayu Rangga Lagi, Dengan berani dan Percaya dirinya Rangga Mulai melangkah Masuk.
"Keluar Kau! "bentak Dara saat Satu langkah Rangga memasuki Rumah.
"Ma, Rangga Anak Mama.kenapa gak boleh Masuk Rumah sendiri? "
__ADS_1
"Rumah sendiri? Keluar! "Bentak Dara lagi.
Dara sampai tak habis pikir, bisa-bisanya Rangga mengatakan Rumah sendiri setelah menyakiti putrinya.
"Mama Aku juga berhak masuk Rumah ini, Ma. "Lirih Rangga dan mulai melangkah lagi.
"Keluar! Aku bilang Keluar! "Bentak Dara lagi.
Rangga menghentikan langkahnya dan berbalik memandang Dara,"Ini semua Pasti Karna Mona, Mona yang sudah membuat Mama dan Papa membenci Rangga, Rangga yakin Ma Dia bukan putri Mama,Dia hanya menipu Mama. "
Tanpa menjawab pertanyaan Rangga, Dara pun melangkah dan mendekati Rangga. Dara mengambil ponselnya dan memainkan jarinya disana.
"Lihat Ini! "ujar Dara sembari memperlihatkan Layar ponsel tepat didepan wajah Rangga.
Ternyata,Itu adalah Foto dari surat Adopsi Milik Rangga yang telah Dara temukan dikamar Mama Hans.
Dara sengaja melakukan itu, Karna memang Akan Ia gunakan Untuk bukti selain Foto bayi Mona.
"Mama,ini semua pasti rencana Mona Iya itu pasti Mama. "Jelas Rangga Lagi.
"Pergi!"Usir Dara,"Sekarang!"sambung Dara lagi.
Bukanya Pergi, Rangga hanya diam bergeming. Ia masih tak menyangka, Sang ibunda yang selama ini Memberi Kasih sayang,Tega mengusirnya begitu saja Hanya Karna Tak mencintai Mona. Padahal, Masalah Hati Tak bisa dipaksa.
__ADS_1
"Ini semua salah Mama dan Papa sendiri, "Ujar Rangga membuat Dara heran, "Jika Mama dan Papa memberi Tahu lebih awal,mungkin Aku tak akan menyakiti Mona."Sambung Rangga Lagi.
Dara terdiam, Memang Itu ada benarnya. Namun,Tetap saja Baginya Rangga telah salah. Mengapa? Karna Rangga telah berjanji untuk membahagiakan Mona sebelum mereka Menikah.
"Lagi pula cinta tak bisa dipaksa, Ma. "Ucap Rangga Lagi.
"Kau Salah Rangga, Jika memang itu yang Kau rasakan Harusnya Kau menolak pernikahan itu dari Awal bukan berpura-pura seakan Tak terjadi apa-apa. Pergi! "
Karna Kesal Dara pun menutup Pintu dengan Keras, dan langsung mengunci pintu.
💧💧💧
Setelah menyelesaikan Pekerjaan Kantor, Vero dan Mona mampir disebuah Kafe yang tak lupa Sudah berjanjian dengan Nella.
Mereka menikmati Makanan dengan mengobrol dan sesekali Tertawa lepas, Ada banyak Hal Lucu Yang Vero ceritakan Pada Nella tentang hari pertama Mona bekerja. Begitu pun dengan Nella yang menceritakan tentang pelanggannya yang memesan Gaun bermotif Buaya.
Prok
Prok
Prok
"Bagus Ini semua pasti rencana Kalian, "Ujar Rangga Yang diiringi dengan tepukkan tangannya sendiri.
__ADS_1
Vero, Mona dan Nella yang tertawa berhenti seketika,Mereka menatap pemilik suara yang tak lain adalah Rangga.