
"Mon, Kau baik-baik saja? "Tanya Nella.
sepanjang perjalanan Mona hanya diam menatap luar jendela, Nella yang sedang menyopir sesekali melirik sahabatnya yang terlihat seperti orang banyak pikiran.
"Apa kau Marah padaku? "tanya Nya lagi.
Mona menoleh pada Nella, Ia menggeleng. "Aku sama sekali tak marah padamu, Justru aku sangat berterimakasih karna kau selalu membantu ku. "
"Lalu kenapa kau murung? apa kau ingin tetap tinggal disana? "Mona menggeleng lagi. Ia saja bingung dengan dirinya, pikirannya memutuskan untuk pergi Namun hatinya ingin tetap menetap.
"Aku hanya bingung, Bagaimana caranya menjelaskan semua masalah ini pada Mama dan Papa?aku tak mau membuat mereka membenci Anaknya sendiri,Walau Mas Rangga Membenci ku namun__"Mona menggantung Ucapannya. "Kau mencintainya, "tebak Nella. Mona Bergeming, Ia mengalihkan pandangan menatap jalan didepannya.
"Ah sudah Lah aku mengerti perasaanmu, Tenang saja lambat laun kau pasti bisa melupakan dan mengubur perasaanmu itu. Kau pantas bahagia Mona,Kita masih sangat Muda. Masa depan kita masih sangat panjang, "Mona hanya mendengarkan Nella tanpa menjawab satu kata pun.
💧💧💧
Untuk kedua kalinya Rangga harus berpikir keras agar Bisa membuat Mona kembali, Ia tak akan membiarkan Mona pergi lebih lama.Ia khawatir, Entah lah khawatir karna mencintai Mona atau takut kehilangan semua yang Ia miliki.
Kehilangan Mona sama saja dengan Kehilangan semua harta yang Ia miliki saat ini, Tinggal Menunggu waktu saja.Waktu saat Dara dan Hans mengetahui masalah Rumah Tangganya.
"Aarrghh"Teriak Rangga memukul keras meja dihadapannya. Lita yang duduk disamping Rangga pun terkejut bukan Main, Wajahnya seketika pucat pasi.
"Kau kenapa,sayang?"lirih Lita takut membuat amarah Rangga bertambah.
Rangga melirik Lita, Sangking hanyutnya dalam pikiran Ia sampai lupa dengan wanita disampingnya. Wanita yang telah mencuri hatinya,sejak satu tahun yang Lalu.
"Maaf, sayang aku lupa kau ada disini. "jawab Rangga, Ia berusaha Menenangkan Lita yang ketakutan karnanya.
"Apa kau memikirkan wanita Gemb*l itu?Apa kau benar-benar sudah mencintainya? "tanya Lita dengan Bibir yang sengaja ia manyunkan.
Rangga menarik nafasnya panjang, Mengalihkan pandangannya sebentar lalu menatap Lita lagi. sejujurnya Ia juga bingung dengan perasaannya.
"Apa kau cemburu dengannya? "Tanya Rangga balik.
Ia bersikap tenang seolah Tak terjadi apa pun, Tujuannya agar Lita bisa melupakan sikapnya Tadi.
"Cemburu? oh tidak, Sayang aku tak mungkin cemburu pada wanita itu. Dia sangat berbeda dari ku, untuk apa aku cemburu padanya? "
Rangga menangkup wajah Lita sembari tersenyum, menatap Matanya dalam. "Kau sangat Pintar, Jadi kau tak perlu cemburu. Kau juga sudah tau jika yang ku lakukan hanya untuk menyenangkan hati Mama dan Papa."jelas Rangga. Lita tersenyum bahagia mendengar ucapan Rangga, Jadi ia tak perlu khawatir Rangga akan meninggalkannya.
__ADS_1
"Hmmm Kau mau Jalan-Jalan?"Tanya Rangga.
"Kemana? "Mata Lita berbinar, sungguh ini lah yang Ia Harapkan.
"Kemana pun yang kau inginkan,"Lita mengangguk cepat tak mau kehilangan sesuatu yang telah Ia tunggu-tunggu.
Rangga bangkit menaiki anak tangga menuju kamarnya, Mengambil dompet dan juga kunci Mobilnya lalu kembali turun.
"Ayo, "Ajak Rangga mengulurkan tangan dan disambut hangat oleh Lita.
"Mobil siapa itu, sayang? "Rangga menunjuk Mobil yang terparkir di perkarangan Rumahnya. Lita gugup tak mungkin Ia mengatakan itu hadiah dari Geri, Bisa-Bisa Rangga menganggapnya selingkuh.
"It itu Hadiah dari temen aku, "Jawab Lita sedikit gugup. "Teman mu? "Rangga penasaran Teman mana yang dimaksud Lita.
"Anak paman yang sudah seperti teman, "Rangga hanya meng-iyakan. mungkin benar itu dari anak pamannya. Batin Rangga.
💧💧💧
Geri yang mendengar semua percakapan Rangga dan Lita memanas, Dadanya terasa sesak mengetahui mereka sedang bersama. Di tambah lagi Saat Ia mendengar Istri Rangga pergi dari Rumahnya, Bagaimana Ia bekerja sama dengan Perempuan yang tak tinggal bersama lagi.
"Mona. Ya, Nama istri Rangga. Aku akan mencarinya Dan membujuknya agar kembali pada Rangga. "Monolog Geri.
Geri bangkit keluar rumahnya, Ia akan mengikuti Rangga dan Lita. Siapa tau Ia bisa mendapatkan petunjuk keberadaan Mona, Ia sangat merasakan Bahwa Rangga sebenarnya mencintai Mona. Ia tau dari Perdebatan mereka Tadi.
💧💧💧
Tok
Tok
Tok
"Iya sebentar, "Teriak Nella.
Sedang asyiknya Berselancar didunia Maya, Seseorang mengetuk Pintu Rumahnya. Dengan terpaksa Ia bangkit, merapikan pakaiannya yang sedikit acak-acakkan.
Hari ini Nella tak ke butik Karna menjemput Mona, Sekaligus Ia Juga beristirahat. bekerja setiap Hari membuat badannya kelelahan, Toh, Dibutik sudah ada orang kepercayaannya yang mengatur semua hal.
"Ngapain?"Tanya Nella melihat Vero saat Pintu telah Dibuka.Vero menyengir,"Suruh masuk dulu Lah, Gak enak ngobrol didepan Pintu kek gini. "Tanpa jawaban Nella, Vero telah melengos Masuk melewati tuan rumah begitu saja.
__ADS_1
"Sopankah Anda begitu,Wahai tuan Vero yang terhormat. "Ujar Nella formal. "Maaf Nona Nella,Saya begini Karna Tuan Rumah Tak menyuruh Masuk, "Balas Vero mengikuti Nada bicara Nella.
Mona terkekeh melihat perlakuan dua sahabat nya itu.Vero dan Nella pun menatap Mona yang tengah melangkah menghampiri mereka.
"Kau ada disini? "Tanya Vero heran.Yang Ia tau Mona Berada dirumah Rangga, Tapi sekarang Ia melihatnya disini.
"Ya, kenapa? "Mona duduk dihadapan Vero, Nella pun ikut duduk disamping Mona. lelah juga Ia tetap berdiri diambang pintu,"Heran saja, Kemarin kau bersama Rangga. "Jawab Vero.
"Sekarang tak lagi,sandiwara telah selesai. "Vero mengangguk paham.
"Ngapain kau kesini? "Ketus Nella.
"Bertemu kamu, "Ucap Vero enteng. Tapi mampu membuat wajah Nella memanas, Mona tersenyum simpul.
"Baiklah kau sudah bertemu denganku,Lalu pulanglah! "Usir Nella. "Nell kok gitu sih, Vero jauh-jauh kesini malah kau usir "protes Mona.
"Ya biarin,salah siapa datang Gak diundang.'Kan harus siap pulang karna usiran,"Balas Nella.
Vero bukannya marah malah Ia terkekeh pelan, Ini lah yang Ia nantikan. Melihat seorang Nella Kesal, Ia juga tau Jika Nella akan menyuruhnya pulang tapi apa boleh buat. Ia telah candu dengan wajah kekesalan Nella,menggemaskan.
"Dia hanya ingin mengobrol,Nell."
"Gak bakal, Mon Dia pasti cuma diam dan tertawa sendiri kek orang kerasukan. aku dah Hafal, "Jelas Nella.
"Hah gimana gimana? "Tanya Mona Bingung.
"Dia sering dateng ketemu aku, Bilangnya mau ngobrol. eh taunya diam kek patung,bedanya dia Ketawa ketawa gitu, "Mona pun ikut tertawa mendengar penjelasan Nella, dengan Raut kesalnya. Ia pun menyadari jika Nella sangat menggemaskan.
Vero hanya mendengarkan dan menatap kedua Wanita dihadapannya, Memang benar yang diucapkan oleh Nella. Ia terus saja Datang namun tak ada yang Dibicarakan, Membuat Nella merasa Risih.
💧💧💧
"Aku mau itu, "Lita menunjuk sebuah Tas branded keluaran terbaru.
"Ambil saja, "Ucap Rangga.
Meraka saat ini berada disebuah Mall yang cukup terkenal,Tadinya akan mengajak Lita ke bioskop Namun Lita Tak setuju.
Dengan berbinar Lita mengambil tas itu, Ini bukan pertama kalinya Rangga memberikan Barang-barang keinginannya. Sudah sangat sering, Bahkan hampir setiap hari. Namun sejak satu bulan terakhir, Hal ini jarang mereka lakukan. tentu saja,karna kepergian Mona dari Rumah itu.
__ADS_1