
Dokter Mengajak Dara dan Hans untuk berbicara Diruangan pribadinya.
"Bagaimana Kondisi Anak saya,Dok?"Tanya Dara Dengan Panik,"Bagaimana,Dok?Mona Baik-baik saja 'kan?"Lanjut Dara.
"Ma,Biarkan Dokter menjelaskan!"Tenang Hans.
"Begini Pak Bu,Sebenarnya Saya Tak sanggup mengatakan ini Namun Kalian Harus Mengetahui.Mona telah dinyatakan mengidap Penyakit Gagal Jantung Sistolik,Dimana Otot Jantung tidak dapat berkontraksi dengan Baik mengakibatkan terganggunya Proses penyaluran Darah yang mengandung Oksigen Ke seluruh Tubuh."Jelas Dokter perlahan dengan penuh kehati-hatian,Agar tak membuat Lawan Bicaranya Terkejut.
"Gagal Jantung? Gak mungkin,Dok Gak mungkin!"Dara Tak menyangka dan tak percaya dengan hal yang baru Ia dengar,Air Mata Yang sedari tadi menetes semakin deras mengalir.
"Tenang,Ma Jangan Seperti Ini."Hans terus Menenangkan Dara,Padahal Keadaanya Sama Hancur seperti Dara.
"Bagaimana Cara Mengobatinya,Dok?Apakah Harus Mencari Donor Jantung?"
"Caranya bisa dengan mengkonsumsi obat,menjalani operasi Katup jantung,Jika terus berlanjut Kita Akan melakukan Transplantasi jantung."Jelas Dokter.
"Transplantasi?"Lirih Hans Tak percaya.
__ADS_1
"Tolong Lakukan Yang terbaik untuk Penyembuhan Mona,Dok Saya akan membayar Berapa pun Biayanya yang penting anak saya sembuh."Lanjut Hans.
"Saya Akan berusaha semaksimal Mungkin untuk penyembuhan Mona."
"Terimakasih,Dok Kita Permisi dulu."Pamit Hans Sopan dengan Menrangkul Dara yang sudah tak berdaya.
Dengan perlahan Hans Membimbing Dara Kembali Menuju Ruang Rawat Mona,Disana terlihat Dika Yang memandang Mona dari Kaca bening Pintu,Nella Yang Menangis Didalam Pelukan Vero dan juga Rangga yang Tetap setia menunggu Kabar meski Harus bersembunyi.
Melihat Kedatangan Hans dan Dara,Nella Bangkit Mendekat Dan Menanyakan Tentang Keadaan Mona.Dara yang ditanya Tak Mampu menjawab Pertanyaan Nella,Ia Tak bisa menahan Diri dan Langsung Memeluk Nella,Menyalurkan segala Perasaannya.
Semua terkejut Saat Dika Membuka pintu Dengan tiba-tiba,Dika berlari ke arah Mona yang ternyata telah Sadar.
"Mon,Tetaplah Berbaring!"Ujar Dika sembari menuntun Mona kembali Berbaring.
"Aku Tak Mau Disini,Aku Baik-Baik saja,Mas."Lirih Mona.
"Kau harus tetap Disini!"Ujar Dika.
__ADS_1
Mona Menatap Dara dan Nella Yang Baru saja Masuk,Mona terheran Dengan Keduanya Karna Wajah mereka yang basah Karna air Mata.
"Ma,Nell kenapa kalian menangis?Aku baik-baik saja 'kan?"Netra Mona mulai berkaca-kaca,Ia dapat melihat kekhawatiran Orang-orang Disana.
Dara Mendekat dan menggenggam Tangan Mona,Berusaha Menahan Air Mata.
"Kau Tak Apa-apa sayang,Kau hanya Kecapekan dan Butuh Istirahat."Jelas Dara.
"Mama Tak menyembunyikan sesuatu 'kan?Mama Tak berbohong?Aku bisa melihat kekhawatiran Dari Mama,Nella bahkan Mas Dika."Lirih Mona Lagi.
"Itu benar,Mon Kau hanya butuh istirahat.Sudah jelas Kami mengkhawatirkan Kau,Mangkanya Kau harus istirahat penuh.Agar cepat sehat dan Kembali Ke aktivitas seperti Biasa,"Jawab Nella Karna Dara kelihatan tak Mampu Menjawab.
Sementara itu,Diluar Ruangan Dika Menanyakan tentang keadaan Mona pada Hans,Hans pun menjelaskan Semua Yang Dikatakan Dokter.
Dika terhenyak sembari mengusap Wajahnya Kasar,Betapa sedih hatinya Saat ini.Pernikahan Mereka Tak lama Lagi,Ia Tak Mau kehilangan Mona Dan akan berusaha melakukan Apa pun untuk Mona.
"Aku akan Mencari Donor Jantung,Aku Harus mendapatkannya."Tekad Dika demi menyelamatkan Mona.
__ADS_1
"Jantung?"Batin Rangga Yang ikut menguping pembicaraan Mereka.