
"Nasib-Nasib, "umpat Vero. Ia masih saja berurusan dengan berkas yang membuat kepalanya ingin pecah. Tak mau lebih pusing, Ia bangkit Dari duduknya meninggalkan beberapa berkas yang belum Ia baca.'Tunggu Rangga pulang aja, 'Batinnya.
"Gue pergi dulu,pastikan tak ada seorang pun yang memasuki Ruanganku, "Ucapnya pada syella, sekretarisnya. Syella pun hanya mengangguk paham.
"O iya, Hubungi Karin suruh dia kekantor. Udah tengah Hari,Gak dateng-dateng kalo masih mau kerja dateng! "Ucap Vero sebelum Ia pergi. Lagi lagi syella hanya mampu mengangguk.
Vero berjalan menuju Mobilnya, Melaju membelah jalanan yang begitu Ramai.Satu tujuannya,Butik Nella.
💧💧💧
"Aku pamit dulu.jangan lupa rencana Kita! "Lita keluar Rumah, Taxi yang Sebelumnya ia pesan telah tiba.
"Ribet Amat sih gak punya Mobil, Kalo gini Caranya duitku habis gara-gara Taxi aja, "Gumam Lita.Ia sungguh Kesal, Kemana-mana harus memakai Taxi.
"Minta Sama Rangga Aja, "Batinya.
Ia pun merogo ponsel dari dalam tas, jemarinya bermain-main pada layar Ponsel, Membuka aplikasi Berlogo telpon yang berwarna Hijau. Ia dengan Lihai mengetik keinginannya, Yang Ia Yakini Akan segera dituruti Oleh Rangga. Ia tersenyum setelah mengetik Pesan itu, Dengan semangat Ia menunggu balasan Rangga.
'Pasti Ia akan menuruti Permintaanku, Ia 'kan sangat mencintaiku'Gumamnya dalam Hati.
Sopir Taxi yang dari tadi memperhatikan Lita heran. Ia juga menggeleng, melihat Lita tersenyum-senyum didepan Layar ponsel.
Lita yang menyadari dirinya diperhatikan pun menatap sopir tajam.
"Apaan sih, Ngeliat-ngeliat?"Teriak Lita.
"Maaf,Mbak"Ujar sopir Sopan.Walau pun dalam Hatinya tertawa.
"Awas lo ngetawain lagi. Gua kasih bintang satu, Mau lo? "Ancam Lita.
"Jangan Mbak, Saya 'Kan sudah Minta Maaf, "Lita hanya memalingkan Wajahnya, Menatap Luar jendela. Semangat dan senyum diwajahnya seakan Hilang begitu saja, Karna si sopir itu Moodnya jadi buruk.
💧💧💧
__ADS_1
Cekrek
Cekrek.
Bunyi Kamera seseorang yang telah disewa oleh keluarga Hans.
Mereka mengabdikan Momen liburan pertama Mereka, Dengan harapan Bisa mengulanginya dilain Waktu.
"Yok sekarang berpasangan, "Ujar si fotografer.
Hans dan Dara pun memasang beberapa Gaya. Mereka terlihat seperti pasangan yang melakukan Foto praweding, Sangat Romantis.
Setelah beberapa Foto diambil, Kini Giliran Rangga dan Mona. Untuk pertama Kalinya Mereka berfoto bersama setelah hari pernikahannya.
Ada Rasa canggung diantara mereka. "Maaf, Mas mbak bisa lebih dekat? "Ujar mas Fotografer. Rangga dan Mona pun berdekatan hinhga jarak mereka terkikis.
Lelaki itu menghirup Nafas panjang, menghadapi pasangan didepannya. Ia melangkah ke depan menuju pasangan itu.
"Coba Mas sama Mbak berhadapan"Ucap Mas Fotografer. "Nah Gitu. Terus tangan Mbaknya dileher Masnya, Dan tangan Masnya dipingang Mbaknya! "Fotografer itu menunjuk dengan Tangannya.
'Astaga,Mau foto aja seribet ini. Tinggal potret aja udah, 'Batin Mona. Tanpa memikirkan Nasib sang Fotografer, jika hasilnya Tak bagus.
'Nih minta dibantai si fotografer, sok ngatur pula. Tinggal pencet juga selesai, "Batin Rangga. Hampir sama dengan pemikiran Mona.
"kalian Kok pada tegang gitu, Santai dong. Jangan bikin susah Fotografer!"Teriak dara kesal.
"Bener tu, Kek anak Tk aja. "Balas Hans.
Setelah beberapa jepret dengan gaya yang berbeda, Akhirnya mereka dapat bernafas Lega. Terutama sang fotografer yang tertekan, Memotret satu pasangan seperti memotret satu kampung. Lama dan sangat capek.
"Uh untung memang pekerjaan gua dan bayaranya juga Mahal. Kalo gak dah ku tinggal dari tadi, "ujar Mas fotografer dalam hati.
💧💧💧
__ADS_1
Saat tengah asyik merapikan Gaun-gaunya, tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang pundaknya.
"Astaga, Demit. "Kaget Nella, Sembari berlari kecil.
Vero cekikikan, Rencananya berhasil. Ia sangat-sangat sengaja mengagetkan Nella, Wajah gemas Nella Saat Kaget bagai sebuah Candu yang harus Ia lihat setiap saat.
"Enak aja dibilang Demit, Ganteng, keren gini dibilang Demit!"Vero mendekati Nella, Dan menyeliplan Anak Rambut Nella.
Nella terdiam sejenak, Sebelum akhirnya tersadar. Nella mendorong tubuh Vero yang sangat dekat darinya, Bukan apa-apa tapi debaran Jantungnya tak karuan Bila dekat dengan Vero.
"Sory Sory gue sengaja, "Ujar Vero.
Plak! Satu pukulan tepat mengenai Lengan Vero.Ia meringis, Walau tak berasa sakit sedikit pun.Ia hanya bermaksud Agar Nella Puas.
"Kok dipukul, Sakit tau! "Rengek Vero seolah oleh paling tersakiti.
"Salah Sendiri! "Nella melangkah menjauhi Vero.Berdekatan denganya membuat jantungnya tak berhenti Senam bahkan menari-nari.
💧💧💧
Mona baru saja keluar kamar Mandi, Yang berada dikamar hotel. Ia melihat Ponsel Rangga yang terus berdering,Layar menampakan nama Lita. Ia mengambil ponsel itu dan menunggu selama apa Lita menelpon. Tak ada niatan Untuk menjawab Atau pun mematikan, Ia terus membiarkan Ponsel itu berdering.
Sekitar 5 menit akhirnya ponsel itu berhenti berdering, Mona melihat pesan dari Lita. Karna penasaran Ia pun membuka pesan itu, Untung saja ponsel Rangga tanpa sandi sehingga begitu Mudah dibuka.
[Sayang aku capek pergi kemana-mana harus pakai Taxi, Aku minta Mobil ya, Biar aku juga mudah buat ketemu kamu]dengan emoticon hati diujungnya.
[Ditunggu,Ya sayang! ]
Seketika mata Mona melotot, Dengan seenaknya Lita meminta Mobil pada Rangga. Ia pikir harga Mobil Murah, Mona tau Rangga pasti sanggup membelikannya. Tapi ia tak Rela jika itu terjadi. Dengan sigap Mona menghapus pesan itu, Dan mengembalikan ponsel Rangga persis seperti semula.
"Lama banget, ngapain aja? "Mona kaget atas kehadiran Rangga, untung saja Ia telah meletakan ponsel itu.
Tanpa menjawab pertanyaan Rangga, Ia melengos pergi begiti saja. Ia menormalkan detak jantungnya, yang sempat kaget. Rangga pun mengekori Mona, Tanpa mencurigai ponselnya.
__ADS_1
Sedangkan disebrang sana, Lita terus menunggu balasan Rangga. Namun sampai detik ini pun tak ada pesan darinya.
"Ih kok cuma diread. "Ia melemparkan ponselnya ke atas sofa, Lalu bangkit dan merebahkan tubuhnya diatas Bed covernya.