
"Kita Mau kemana? "Tanya Mona ketika telah berada didalam Mobil.
Dika tak menjawab Pertanyaan Mona, Ia hanya memandang sebentar Kemudian kembali Fokus pada jalan.
"Dik, Jawab dong! "Kesal Mona sembari menepuk-nepuk pundak Dika,Sedangkan yang ditepuk tak menghiraukan.Dika tetap bergeming sehingga membuat Mona semakin kesal,Mona menatap Keluar jendela dengan bibir manyun.
Diam-diam Dika tersenyum melihat tingkah Mona, Dika sengaja melakukan itu karna ingin memberi kejutan.
Dilain tempat, Rangga yang baru pulang dari Kantor pun Langsung terduduk lemas diruang Keluarga,Ia melepas sepatu yang Ia kenakan.
Saat sedang menunduk,Matanya Tertuju pada Sebuah album yang beberapa bulan Lalu masih terletak Dibawah meja,Ya Album yang berisi Dengan Foto-foto Rangga dan Mona bersama Hans dan Dara,Baik Foto pada hari pernikahan Maupun Saat liburan.
__ADS_1
Rangga pun melepas sepatunya secepat kilat setelah itu langsung mengulurkan Tangannya mengambil Album itu,Sedikit demi sedikit Ia pun membuka album itu. Hal yang dulu Ia sia-sia 'kan kini menjadi hal yang Ia inginkan, Rangga Masih mengharapkan Kembali pada Mona yang jelas-jelas saat ini telah menjadi Mantan istrinya.
Penyesalan memang Ada pada Akhir, Begitulah Rangga saat ini. Ia sangat menyesal Karna telah Melukai Hati Mona,Kesalahannya itu membuat hidupnya dalam kesendirian,Ia kehilangan semuanya.
Keluarga yang Ia banggakan dulu telah hancur karna kesalahannya,Jika saja saat itu Ia berkata jujur Pada Hans dan Dara bahwa tak mencintai Mona dan bersikap baik Pada Mona walau Ia tak mencintainya,Mungkin Saat ini Semua keadaan baik-baik saja atau bahkan Ia bahagia Karna Bisa menerima Mona, Karna cinta hadir saat Seseorang menerima pasangan dengan baik.
Rangga menarik Nafasnya Dalam,Lalu menghebuskannya dengan pelan namun terdengar Kasar.
"Kau sangat Pandai berakting, Mon. Difoto ini Kita seakan-akan pasangan yang sangat Harmonis, Kau Sangat Pandai menyembunyikan semua. Saat Itu Kau begitu sangat mencintaiku, Aku tahu itu Tapi Bodohnya Aku malah Melukai hatimu. Aku menyesal Mon, Jika saja saat itu Aku bisa menerimamu mungkin saat ini Kita telah menjadi keluarga yang bahagia. "Ujar Rangga Pada diri sendiri, sembari terus membuka tiap lembar Album.
Mobil Dika berhenti tepat disebuah Taman yang sangat indah, Taman yang belum pernah Mona kunjungi.
__ADS_1
Dika memegang pundak Mona yang Masih menghadap Luar jendela,Dika mengelus lembuat pundak Mona.
"Mon,Kita sudah sampai "Ujar Dika Lembut. Namun Mona hanya bergeming,tetap ditempat.
Karna tak ada jawaban Dari Mona, Dika Pun mengusap Pundak Mona dengan sedikit Kuat Namun Tak ada perubahan Gerak Mona. Dika pun keluar dan Membuka Pintu sebelah Mona, Ia terkekeh setelah melihat Mona yang tengah tertidur pulas.
"Kiraiin Masih marah, eh taunya Malah Molor. "Ujar Dika dengan Kekehan.
"Berarti Disepanjang jalan Tadi, Aku hanya bicara sendiri. Padahal Aku harap Kau mendengar Walau tak merespon, "Kata Dika lagi sembari mengingat Ia yang terus berbicara sepanjang Jalan.
Dika menyelipkan Anak Rambut Mona yang menutupi wajah pulasnya, Mengusap Lembut Pipi Mulus Mona. Menoel-noel Hidung Mona, Agar Ia segera Bangun.
__ADS_1
Benar saja, Mata Mona mulai membuka Secara perlahan. Mona mengalihkan pandangan ketika melihat Wajah Dika yang sangat dekat dengannya, Membuat Jantung Memompa dengan Cepat.
"Kenapa? Baper? "Dika kembali memegang Wajah Mona dan menghadapkan Pada Wajahnya.