
"Maafkan ketidaksopanan saya karena menyimpan perasaan pada anda, Nona."
"Haaa...," Ponsel ditangan Sora jatuh, ia langsung membungkam mulutnya sendiri yang reflek menganga mendengar jawaban Aga.
Aga memejamkan matanya sejenak menyesali kalimat yang baru ia keluarkan.
BUG!!
"Sumpah, Ga!?"
Sora memukul punggung Aga sangat keras, Aga hanya memicing menahan Sakit dengan menggeliat kecil.
"Anda bilang gak mau disentuh, tapi anda memukul saya, Nona." Ujar Aga.
"Aku tuh seneng, Ga! Pikiranku ke kamu selama ini berarti salah!"
Aga mengernyitkan keningnya, "Apa yang anda pikirkan tentang saya?" Aga curiga.
"Aku kira tuh kamu Homo, Ga! Hahahahahaha...," Sora tertawa keras dengan kakinya yang ia gertakkan berulang kali ke tanah.
Aga hanya mendengus, tak menyangka pernyataan cintanya berbalas seperti ini. Dan sebuah senyum yang tak terlalu lebar terbentuk di bibir Aga, ia sedang menertawakan diri sendiri yang sempat berfikir hubungannya dan Sora akan berubah jika wanita itu mengetahui perasaannya. Ia lupa sesaat bagaimana sifat sora sebenarnya.
"Kamu gak pernah deket ma cewek, Sky juga gak mau di deketin cewek. Apalagi kalian ganteng, body oke. Aku tuh menyimpulkan kalian pasti Homo, pecinta sesama jenis. Hahahahaha." Sora masih menertawakan dugaannya.
"Apalagi ketika kamu ama Sky di ruang kerja lama banget, aduuuuh otakku liaaar banget ngebayanginnya—"
Tuk!
"Aduh!" Pekik Sora ketika seseorang memukul kepalanya dengan benda tumpul. "Sky!"
"Dasar otak kotor, pikiranmu bar bar banget!" Ujar Sky sambil duduk disamping Sora.
"Mina mana?" Sora celingukan ketika melihat Sky datang seorang diri.
"Ketemu temannya, jalan sama temennya dia." Jawab Sky. "Kamu ngapain tiba-tiba nyeritain isi sampah dalam otakmu itu?" tanya Sky.
"Si Aga tuh bilang, ternyata dia itu dari dulu udah suka aku, Sky. Padahal aku dari dulu ngira dia itu homo sama kamu. Hahahahaha...," Jawab Sora dengan tawa sekaligus memukul-mukul bahu Sky.
"Iiiiiih, cewek kenapa sih kalo ketawa suka mukul orang. Diem aja napa sih!?" Sky menghempaskan tangan Sora.
"Kan lucu, Sky..."
"Buatku enggak!"
Sora menghentikan tawanya dan melirik jutek pada Sky, "Gak asyik, kamu."
"Dia udah nyatain perasaannya tuh, terima gak?" tanya Sky.
"Gak, lah! Orang aku sukanya sama Almeer, bukan ama—"
Sky langsung membekap mulut Sora, "Mulutmu bar-bar banget sih, Ra. Nolak juga gak gitu-gitu juga kaleeeee." Bisik Sky kesal, ia langsung membuka bekapan tangannya dimulut Sora.
"Cuih cuih... Kamu mau bunuh aku, Sky!?"
"Parah, sumpah parah!!" Sky melihat Aga yang ada disisi lain Sora, "Sorry ya, Ga. Kau tau kan gimana dia."
Aga mengangguk, ia sangat paham dan dia sama sekali tidak terluka.
"Emang aku gimana? Aku ini jujur loh, gak bisa aku bohong-bohong, apalagi soal perasaan." Kata Sora.
"Iya, iya. Paham! Kamu emang manusia paling jujur!" Ujar Sky. "Yuk, pulang. Mau maghrib, nih." ajak Sky.
"Sini aja, disini bagus keknya kalo malem. Lagian ini kan weekend, kita kencan bertiga aja." Rengek Sora.
"Udah mau maghrib, kamu gak sholat?" Sky mengingatkan.
"Aku lagi pe em es." Kata Sora. "Kalean aja sana yang sholat. Sana sana sana, aku disini aja..."
Sky dan Aga diam dan tak bergeming, keduanya menatap ke sekitar lapangan.
"Heh, sholat sana. Malah bengong... Mau beralesan ya? Astaghfirullaah, anak muda." Sora mengelus dada, menggelengkan kepalanya. "Gini nih nasib jomblo gak ada akhlak. Yang kasih jodoh aja dijauhin, gimana mau dapat jodoh?"
"Diiiiih, muluuuutnya...." Sky membekap mulut Sora, gemas dengan kata-katanya.
"Ih," Sora melepaskan tangan Sky dari mulutnya, "Beneran tau! Lihat tuh Almeer, deket terus sama Allah, yang antri buat jadi calon istrinya bejibun. Gak kaya kalean, cuma dilirik doang."
"Heh, kamu pikir kita ini gak laku? kita ini membujang juga karena kita levelnya tinggi. Gak semua orang bisa nargetin kita. Lagian aku nih punya kelebihan sendiri tau! Ya kan, Ga?" Sky mencari tambahan suara pendukung.
"Betul, tuan muda." Sahut Aga setuju.
"Kelebihanmu cuma kaya doang, Sky. Tampang juga pas-pasan. Di cabut sama Allah, kelar hidupmu. Jodoh belum ada udah jadi gelandangan. Coba yang kelebihannya cinta sama Allah, Gak mungkin Allah cabut cinta hambanya, malah Allah bakal balas cinta hambanya berkali-kali lipat. Urusan dunia dan akhiratnya di lancarin. Walau ribet ujian onoh inih pasti dikasih hadiah istimewa kalo lulus." Kata Sora.
"Ra! Please, kamu mending ***** aja. Kalo kamu pinter gini, aku merinding nih, ngeri." Sky menunjukkan bulu-bulu ditangannya yang merinding.
"Kau pikir aku hantu!"
"Udah, jangan ceramah lagi. Gak kuat aku... Yuk, Ga!" Sky berdiri dan mengajak Aga.
"Kemana, tuan muda?" tanya Aga, ia ikut berdiri.
"Sholat." Jawab Sky. "Aku juga takut gak disayang Allah."
"Baik, Tuan."
Sora terkekeh melihat Sky dan Aga yang meninggalkannya menuju ke masjid.
***
Sky dan Sora pulang tak terlalu malam. Seperti biasa, ia selalu menyempatkan matanya untuk menelisik keberadaan pria tampan didepan rumahnya itu. Motornya masih terparkir ditempat yang sama sejak kemarin. Dari kejauhan juga tak terlihat tanda-tanda adanya kegiatan didalam rumah Almeer.
"Ngapain sih lihat kesana terus?" protes Sky sebelum masuk ke dalam tempat tinggal adiknya itu.
"Lihat orang ganteng udah datang apa belum." Ujar Sora sambil meneruskan langkahnya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Udah pulang."
"Oya? Mana?" Sora celingukan kembali keluar pagar.
"Nih..., disini." Sky tersenyum lebar.
"Hadeeeeh...," Sora menyesal mendengarkan kalimat Sky. Ia pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam rumah.
Suara dentingan dari sendok garpu dan piring dari meja makan menarik perhatian Sky dan Sora. Mereka menghampiri Mina yang sedang menikmati makan malam sendirian di meja makan.
"Assalamu'alaikum, Dek." Sapa Sora sambil duduk di kursi, ia mengambil gelas dan menuangkan air putih disana.
"Wa'alaikumsalam...," Jawab Mina tanpa mengangkat kepalanya.
Sora meneguk air yang baru diambilnya, "Alhamdullillah...," Ucap Sora, "Kamu tadi kemana, Dek? aku sama Aga tadi ke Malioboro loh nyari kalian, tapi gak ketemu." tanya Sora.
"Ketemu temen, Kak." Jawab Mina masih tanpa mengangkat wajahnya.
"Kalo kamu tahu, Dek. Tadi tuh Aga bilang ternyata udah dari kecil suka sama kakak. Hahahahaha, padahal selama ini kakak ngira dia homo sama Sky. Hahahaha." Sora masih tertawa menceritakan tentang perasaan Aga tadi.
Mina mengangkat wajahnya dan menatap Sora tanpa senyuman. "Kenapa kakak gak nikah aja sama kak Aga?" tanya Mina.
"Ogaah, aku cintanya sama orang lain." Jawab Sora.
"Tapi cinta kakak melukai orang lain." Ujar Mina, Ia tak melanjutkan makannya dan meninggalkan meja makan.
Sora menatap Mina keheranan, "Mina kenapa sih, Sky?" tanya Sora.
Sky diam menatap kepergian adik bungsunya itu. Dari sorot matanya bisa terlihat jelas jika ia sedang mencoba menyimpulkan sesuatu.
"Sky!"
"Diem, ih! Lagi mikir, nih!"
"Mikir apa?"
"Mikir adikku, lah. Kenapa tiba-tiba aneh gitu. Mama juga titip pesen suruh jaga Mina, sering ajak bicara dan jalan-jalan." Ujar Sky.
"Beneran patah hati kali." Kata Sora.
"Patah hati gigimu itu!"
"Eh, aku juga kalau patah hati uring-uringan gitu. Kamu sih gak pernah ngerasain patah hati." Ejek Sora, "Eh, gimana mau ngerasain patah hati kalau pacaran aja gak pernah...," lanjutnya sambil berlalu pergi.
"Sial!" Umpat Sky.
Sora pun pergi ke kamarnya, membersihkan diri dan kemudian bersantai dengan duduk didekat jendela kamarnya. Menikmati pemandangan cafe milik keluarga Almeer yang selalu ramai pengunjung. Suara musik samar-samar terdengar sampai di kamar Sora.
'I like your eyes you look away when you pretend not to care
I like the dimples on the corners of the smile that you wear
I like you more the world may know but don't be scared
Bibir mungil sora bergerak mengikuti lagu manis yang dinyanyikan Ysabelle Cuevas itu. Senyumnya mengembang dan pipinya bersemu merah mendalami tiap lirik lagu yang samar terdengar itu. Benar-benar mewakili perasaannya pada Almeer.
Ia membuka ponselnya dan mencari pesan dari Almeer. Pria itu tak memasang photo profile di akun whatsappnya, Sora hanya mengulang membaca pesan-pesan dari Almeer untuk menutupi rindunya.
Trrt...
Getaran singkat dan sebuah notifikasi pesan baru masuk di room chat Almeer.
/Lampu kamarmu udah mati, tapi kok aku lihat ada bayangan stalker dijendelamu, ya?/
Sora yang terkejut karena Almeer mengetahui keberadaan dirinya membuat ia mengedarkan padangannya lebih detail di sekitar rumah Almeer. Dan ternyata pria itu masih ada di parkiran mobil sedang menatap kearah kamar Sora.
Sora tersenyum lebar melambaikan tangan kegirangan. Almeer terkekeh kecil memaklumi sifat itu.
Almeer menunjuk sora, kemudian menunjuk kepalanya sendiri. Dengan kedua jari telunjuknya, ia menarik garis lengkung dari ujung kening turun melewati tepian kedua pipi hingga berhenti di dagu. Mengingatkan Sora jika wanita itu sedang tak mengenakan hijab.
"Haaa!" Sora terkejut dan menarik ujung gorden di sampingnya dan ia buat sebagai hijab sementara. "Lupa..." Ujarnya tanpa suara pada Almeer.
Almeer membalas dengan anggukan dan ia mangacungkan ibu jarinya. "Aku masuk dulu ya..." Balas Almeer masih tanpa suara, lalu melambaikan tangannya pada Sora.
Sora menganggukkan kepala dengan lembaian tangan juga. Ia melihat pria itu berjalan masuk ke halaman rumahnya.
/Istirahat ya, Al. Mimpi indah. Assalamu'alaikum...,/
Sora mengirimkan pesan pada Almeer.
Terlihat pria yang sedang berjalan menuju ke rumahnya itu melihat ponselnya, kemudian kembali menatap Sora dan menjawab Wa'alaikumsalam dari bibirnya tanpa mengeluarkan suara lalu kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar.
Bibir Sora masih meyunggingkan senyum, hingga ia menyadari beberapa pasang mata pengunjung cafe yang sedang mengagumi Almeer.
"Heh!! Punya ku itu!! Jangan macem-macem!!" Ocehnya sendiri.
***
Sejak pagi Sora tak melihat Mina keluar kamar, sarapan pagi miliknya juga diantar bi Uci ke kamar. Sky dan sora semakin penasaran dengan adiknya. Memang Mina termasuk orang introvert, ia lebih suka berada di kamar dibandingkan ikut nimbrung-nimbrung gak jelas yang biasa dilakukan kakaknya. Tapi, menurut Sky kali ini berbeda.
Sampai menjelang sore pun mereka juga tak mendapati Mina keluar dari kamarnya.
Tok tok tok.
Ini kali ketiga Sky pergi ke kamar Mina.
"Ya, Kak?" tanya Mina ketika membuka pintu kamarnya.
"Jalan-jalan bareng, yuk." Ajak Sky
Ceklek!
Suara pintu kamar Sora terbuka.
__ADS_1
"Udah selesai sibuknya, Dek?" tanya Sora.
"Belum...," Jawab Mina.
"Jalan-jalan yuk, Ra. Berempat, ama Aga juga." Ajak Sky.
"Gak ah, aku mau kedepan." Tolak Sora sambil menuruni anak tangga.
"Ra! Oeee!" Sky meneriaki Sora.
"Pergi sendiri aja, aku sibuuuk!" Teriak Sora dari bawah.
"Ya udah, Dek. Kita jalan bertiga aja yuk." Ajak Sky.
"Mina mau nerusin tugas aja, Kak." Kata Mina, "Mina masuk dulu ya, Kak." Mina menutup pintu kamarnya.
"Haduuuuh! Ribet banget sih punya sodara perempuan. Yang satu gak pekanya naudzubillah, yang satu sensitifnya kebangetan. Huhh!" Sky bergumam sendiri.
Sementara wanita yang memakai gamis polos dan jilbab instan berwarna hitam itu sedang berlarian menuju ke halaman rumah Almeer. Ia mengedarkan pandangannya dan menemukan sosok yang dicarinya itu sedang duduk dibawah pohon trengguli memotret bunga yang sedang jatuh diatas mejanya.
"Dor!!"
"Astaghfirullah, Sora." Almeer kaget dengan gertakan Sora.
"Hehe, maaf maaf." Sora terkekeh dan duduk didepan Almeer. "Motoin bunga aja, nih ada yang cantik siap diabadikan." Ia mencakup kedua pipinya dan tersenyum manis.
"Gak ah, bahaya." Kata Almeer sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Bahaya kenapa?" tanya Sora.
"Ya bahaya aja...," Jawab Almeer.
"Apa-an sih, jadi gak jelas gini...," Sora melempar bunga trengguli ke tubuh Almeer, pria itu hanya terkekeh kecil.
"Gak jalan-jalan hari minggu gini?" tanya Almeer.
"Udah semalem, jalan-jalan ama Sky dan Aga juga."
"Kemana?"
"Ke alun-alun yang ada keratonnya."
"Suka?"
"Gak terlalu sih...," Jawab Sora, tangannya sibuk mengumpulkan bunga-bunga trengguli yang ada diatas meja.
"Kenapa?"
"Gak ada kamu, hihihi." Jawab Sora.
"Kok gitu? kan ada saudaramu ada calon suamimu juga."
"Idih, siapa calon suamiku? Aga?" tanya Sora tak terima, "Ogah banget punya suami kaku kayak kulkas gitu. Mana ribet ngomong sama dia."
"Keluargamu jodohin kamu sama dia?" tanya Almeer.
"Enggak, cuma suka maen-maen aja tuh. Oom Marko yang suka nyablak ngomongnya...," Jawab Sora.
"Ku kira kalian beneran di jodohin..., biasanya kan keluarga seperti kalian suka jodoh-jodohin anak-anaknya kan?"
Sora cemberut, "Keluarganya pak kyai juga suka jodohin anak-anaknya ama anaknya kyai lain, kan?"
Almeer menggeleng, "Enggak..., tuh mamaku nikah ama papaku yang orang biasa aja, bahkan ilmu agamanya masih kurang." Jawab Almeer.
"Sama, papaku juga nikah sama mamaku yang dulu cuma karyawan biasa."
Keduanya tertawa kecil.
"Jadi boleh ya orang biasa yang gak pinter agama ngarepin anaknya pak kyai?" tanya Sora.
"Boleh, lah... Lagian kan gak ada yang bisa ngatur perasaan orang, termasuk orang itu sendiri."
"Kalau gitu aku boleh ngarepin kamu jadi calon suamiku?"
Pertanyaan Sora seketika membuat Almeer terdiam, tak berekspresi dan hanya menatap Sora yang matanya terlihat berbinar-binar mengungkapkan apa yang dia rasa dan inginkan.
-Bersambung-
.
.
.
.
.
BACA DULU INFONYA.
Yang udah tau lagu diatas pasti baca sambil nyanyi, yang belom tahu pasti auto nyari abis baca ini. ciyeeeee.
Jadi gini para pembaca budiman yang terlaflafkuh..
Kedepannya aku bakal up satu episode aja tiap harinya, tapi ku buat panjang kok. Aku gak mau terlalu banyak episodenya. jadi dua episode ku gabungin jadi satu.
Maaf juga ya buat kalian yang komentarnya gak kebalas karena masih sibuk Aku balasnya random.
Tapi Alhamdullillah kegiatanku udah sedikit berkurang, terlalu lama di air aku sedikit hilang ingatan. Tiba-tiba aja aku lupa apa yang terjadi dengan masalaluku. Misalnya, ingatan masa kecilku ketika aku didalam rahim. Aku lupaaa....
Jangan lupa BAYAR AKU dengan tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kembali ke halaman sampul buat KASIH BINTANG LIMA dan kalo ada yang punya lebihan poin kasih VOTE novel ini ya.
Terimakasih dukungannya ya, berkat kalian Alinea Cinta kemarin sore dapat kontrak dari Noveltoon. Terlaflaf buat kalian. Dukung aku terus dan terimakasih sudah baca sampai di kata ini.
__ADS_1