
***
Perlahan lahan matahari mulai menampakkan wujudnya. Cahayanya yang terang menembus celah celah jendela kamar Fatin. Kilauan cahayanya mampu mengusik tidur nyenyak Fatin.
Perlahan lahan Fatin mulai mengerjapkan matanya karena merasa silau. Saat kesadarannya sudah seutuhnya kembali Fatin terkejut setengah mati. Menoleh ke arah jam wekernya yang menunjukkan pukul 06:30. Fatin panik, dengan gerakan cepat Ia membersihlan tempat tidurnya dan mencuci muka.
Dengan tergesa gesa Fatin mulai menuruni satu persatu anak tangga. Fatin mengumpati jam wekernya yang tidak membangunkannya. Dengan cepat Fatin sampai diruang makan. Keterkejutannya ternyata masih berlanjut. Dimeja makan sudah tersedia berbagai macam sarapan pagi. Kondisi lingkungan sekitar juga cukup bersih dan rapi.
Fatin mulai melangkahkan kakinya mendekati meja makan. Dia melihat semua anggota keluarga tlah berkumpul kecuali dirinya.
"Papa udah pulang ? katanya seminggu di sana" Tanya fatin
Papa mengangguk dan tersenyum kecil "Soalnya Sahabat Papa bakal dateng kesini. Jadi Papa percepat pekerjaannya." Ujar Papa
"Kok kamu baru bangun, apa gara gara weekend yaa makanya pengen puas puasin rebahannya"Lajut papa dengan cadaan kecilnya
"Bukan tumben Pa. Kalo gak ada papa juga Kak Fatin selalu telat bangunnya. Jadinya kalo pagi Mawar repot banget harus ngerjain ini itu sendiri. Mawar juga sering telat kesekolah gara gara nungguin Kak Fatin" Sahut Mawar
"Iya pa, Mama juga kadang capek bilangin Fatin. Dia tuh sering keluar malem sama orang orang gak jelas. Kalo dibilangin pasti malah balik marah sama Mama" Tutur Mama dengan nada yang dibuat buat
Fatin terdiam mendengarkan tudingan yang dilontarkan oleh Mama dan Adiknya yang selalu memojokkan dirinya.
Papa terkejut mendengarkan perkataan anak dan istrinya.
"Bener itu Fatin yang dikatakan oleh Mama dan Mawar" Ucap Papa dingin
"Enggak kok Pa, Fatin gak pernah lakuin itu semua" Ucap Fatin mengelak
"Jadi maksud kamu Mama sama Mawar itu bohong. Kamu tega yaa." Sarkas Mama
"hiks hiks Mawar serius kok Pa. Kak Fatin itu suka nyuruh nyuruh Mawar gak nentu waktu. Kadang Mawar capek pulang sekolah tapi langsung disuruh nyuci sama Kak Fatin." Ucap mawar bersedih
"Fatin papa gak nyangka kamu bisa berbuat seperti itu sama Mama dan adik kamu" Ucap Papa
Fatin menggelengka kepalanya "Paa, tolong percaya sama Fatin. Fatin gak pernah ngelakuin itu pa" Ucap Fatin
"Sudah. Papa gak mau denger alasan apapun dari kamu"Ketus Papa
"Ini terakhir kalinya Papa mendengar perilaku buruk kamu Fatin. Jika kamu berani mengulanginya lagi. Papa tidak akan segan segan menghukum kamu" Ucap Papa
Fatin menganggukkan kepalanya. Mama dan Mawar tertawa sinis melihat Fatin.
"Ini masih belum seberapa Fatin. Saya akan membuat kamu diusir dari rumah ini"Batin Mama
****
Fatin duduk merenung dikamarnya sembari memikirkan ucapan Mama dan adiknya tadi.
"Apa rencana kalian sebenernya. Sampai sampai kalian tega mengadu domba aku dan Ayah"Batin Fatin
Fatin menghembuskan kasar nafasnya.
Ting
Sebuah notifikasi muncul di layar Hp Fatin
***Grup Wara Wiri
Hening***
Fatinnn,,,Wira,,,main yukk
Wira
Males.! Gue sibuk banget
Hening
Sok sibuk luu
Fatin
Hahaa..Lain kali ajadeh Ning. Temen papa mau dateng nanti. Jadi aku gak boleh kemana mana
Hening
Yahhh,,gagal dongπ₯π₯π₯
__ADS_1
Wira
Mending loo bersih bersih kamarl lo yang udah cem kapal pecah itu
Hening
Kayak lo pernah ke kamar gue aja!!!π
Wira
Kan lo emang orangnya jorok banget
Wira
udah, gue mau ngegame dulu. Jan berisik lu
Hening
Iya iya. Gue doa in lu gak menangππ
***
Rio beserta anak dan istrinya sedang menuju ke rumah Edo sahabatnya. Selain untuk silaturahmi tentu saja Rio ingin melihat kondisi peri kecilnya. Mereka semakin tidak sabar untuk menemui putri kecil mereka yang sekarang sudah tumbuh dewasa.
"Paa,, buruan dong. Mama udah gak sabar pengen ketemu anak kita" ucap Cindy bersemangat
"Iya Sayang sabar dong. Bentar lagi nyampek" Ucap Rio
Reza yang duduk dikursi kemudi merasakan kebahagiaan tersendiri. Karena dia akan berjumpa dengan adik kecilnya yang sudah dirindukannya.
****
Setibanya dirumah Edo. Mereka langsung bergegas turun dari mobil.
"Assalamualaikum" Ucap Rio
"Waalaikumsalam" Jawab Mawar sambil membuka pintu
"Cari siapa Om?" Tanya Mawar
"Papa kamu ada" tanya Rio
Rio beserta anak dan istrinya mulai memasuki rumah Edo sahabatnya. Pandangan nya kesana kemari mencari sosok yang Mereka rindukan. Namun tidak menemukan siapa siapa
"Duduk dulu Om Tante , aku panggilin papa sama mama"
Mereka tersenyum menganggukkan kepala.
"Pa, kok Fatin gak keliatan. Apa dia udah gak tinggal dirumah ini lagi" Ucap cindy bersedih
Reza menundukkan kepalanya mendengar ucapan Ibunya.
"Mama gak boleh gitu. Mungkin dia lagi keluar. Papa percaya kok sama Edo" Ucap Rio menenangkan istrinya
Saat sedang asik membaca buku. Tenggorokan Fatin terasa kering. Lalu Ia beranjak menuju kedapur. Saat menuruni tangga dia melihat sepasang suami istri dan seorang laki laki.
Siapa mereka.batin fatin
Saat sampai dianak tangga terakhir, tiba tiba merema bertiga menoleh kearah belakang karena mendengar derap langkah menuruni tangga.
Mereka terdiam seribu bahasa.
*Deg,
Apakah dia Fatin anakku. Ya Allah anak ku sudah tumbuh dewasa. Batin Cindy berkaca kaca
Fatin. Diakah Fatin. Adik kecilku. Kau sudah tumbuh dewasa ternyata. Batin Reza tersenyum
Anakku. Ya dia Fatin Anakku. Batin Rio*
Fatin merasa heran dengan keluarga itu. Mengapa mereka menatapnya seperti itu. Fatin hanya tersenyum kearah mereka. Lalu melanjutkan langkahnya kedapur.
"Riooo,,,maaf membuatmu menunggu lama" ucap Edo sambil memeluk sahabat karibnya itu
Rio dengan senang hati membalas pelukan sahabatnya. Diikuti dengan istri mereka yang sama sama berpelukan.
Reza juga menyalami tangan Edo dan Mira.
__ADS_1
"Ayo ayo silahkan duduk" Ucap Mira
"Kenalin ini anak kita Mawar" ucap Mira sambil tersenyum
Mawar langsung menyalami Rio,Cindy, dan Reza. Mereka tersenyum kecil
"Sudah kelas berapa sayang" Tanya Cindy
"kelas 2 SMP tante"Jawab Mawar
"Cantik kan" Ucap Mira. Dan diberi anggukan oleh mereka semua.
Dari arah dapur Fatin datang dengan membawa nampan berisi minuman untuk Keluarganya dan Tamu Ayahnya. Fatin meletakkan gelas kehadapan mereka dengan hati hati dan sopan.
Rio dan Cindy tersenyum melihat Putri kecil mereka.
"Fatin duduk sini" Ajak Papa Edo
Fatin menganggukkan kepala lalu duduk disamping Mawar.
"Kenalin ini temen papa. Om Rio, Tante Cindy dan Anak mereka Reza" Ucap Papa Edo
Fatin langsung berdiri dan menyalami mereka bertiga " kenalin Om Tante, kakak .Aku Fatin" Ucapnya sambil tersenyum manis
Cindy hampir menumpahkan air matanya mandengar putrinya memanggilnya dengan sebutan tante. Reza yang menyadari keadaan ibunya langsung menggenggam tangan ibunya memberi semangat.
Cindy kemudia tersenyum ke arah Fatin "Kamu udah kelas berapa sayang" Tanya Cindy
"Kelas 2 SMA tante" Jawab Fatin
"Wah gak lama lagi mau lulus dong. Rencana mau kuliah dimana" Lanjut Cindy
"Emm..Dikampus deket deket sini mungkin tante"Jawab Fatin
Cindy tersenyum menganggukkan kepalanya .
"Gimana kabar kamu Yo. Udah lama gak ketemu" Ucap Edo
"Alhamdulillah baik. Dan sekarang aku sudah berhasil merubah nasib keluargaku" Jawab Rio dengan semangat
"Berarti bisa dong nepatin janji kalian yang dulu" Tutur Mira to the point
Mereka semua terdiam
"Kalian tenang saja. Aku pasti menepati janjiku" Ucap Rio
Mira tersenyum sinis
"Bagaimana usahamu saat ini" Tanya Edo
"Lancar. Saat ini aku juga telah mendirikan beberapa cabang" Jawab Rio
Edo menganggukkan kepala. Mereka mulai bercengkrama cukup lama cukup lama untuk melepas rind. Membahas masa masa muda sampai awal karir. Sampai akhirnya Rio dan keluarganya pamit pulang. Edo dan istrinya mengantarkan mereka sampai ke teras.
"Lain kali kalian harus makan malam bersama disini. Jadi kita bisa ngobrol lebih lama." Ucap papa edo sambil menepuk pundak Rio
"Pasti. Aku akan datang lagi" Jawab Rio
"Kami permisi dulu. Assalamualaikum" Ucap Rio
"Waalaikumsalam" Jawab Edo dan Istrinya
Mobil Rio perlahan melaju menjauhi kediaman Edo.
"Pa. Aku kira mereka dateng mau jemput Anak itu. Ternyata cuma ngobrol doang. Mungkin mereka udah membuangnya" ucap Mira
"Kamu kok ngomong gitu sih Ma. Mereka mash menunggu saat yang tepat untuk menjemput Fatin." Ucap Edo
Mira memutar bola matanya malas. Lalu mereka berjalan masuk kedalam rumah.
***
Mereka tadi siapa yaa. Kok aku merasakan seprti ada sesuatu yang aneh. Tapi aku gak tau apa. Ucapan mama tadi juga aku gak ngerti. Janji. Janji apa kira kira yang om Rio berikan.
Fatin terus bergelut dengan fikirannya di dalam kamar. Dia menjadi gelisah mengingat pertemuan dengan Teman Papanya tadi.
Bersambung..
__ADS_1
Huhh,,,sampek sini dulu yaa readers..Author udah gak bisa mikir.π