Anak Titipan

Anak Titipan
Pesta Pertunangan


__ADS_3

Hari yang selalu dinanti-nantikan akhirnya tiba juga. Disebuah ruangan seorang wanita cantik sedang dirias oleh MUA professional. Wajahnya yang sudah cantik natural tidak memerlukan polesan yang berlebihan. Hanya dengan sapuan tipis aura kecantikan sudah timbul dengan sendirinya.


Ayla menatap tak percaya dirinya dicermin. Mua itu tersenyum melihat ekspresi terkejut Ayla saat melihat hasil riasan diwajahnya.


"Gimana Nona, cantik sekali bukan" ucap MUA, Ayla tersenyum seraya mengangguk kecil.


"Wahh, cantik banget sih Kakak Iparku ini" celetuk Fatin yang tiba-tiba sudah berada diantara mereka semua.


"Ya ampun Nona kecil, hampir saja Maya terlepas jantung" ucap MUA yang merupakan pria gemulai itu. Fatin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Kakak udah siap kan, tenang aja gak usah gugup. Ini masih pesta pertunangan kok bukan pesta pernikahan" ucapnya sambil terkikik geli


"Kakak malu Fa" cicit Ayla, Fatin melotot padanya


"Malu sama siapa sih Kak, ngapain juga harus malu. Emang Kakak ngelakuin apa kok bisa malu" balas Fatin


"Ya malu aja gitu" sahut Ayla, Fatin menghembuskan nafasnya kasar.


"Kakak tenang aja, ada Fatin kok disini. Santai Ok" ucapnya


Mereka asik bersenda gurau, hingga tanpa mereka sadari sepasang mata sedang mengawasi setiap gerak-gerik mereka.


Orang itu kembali berdecak kagum melihat pemandangan wanita cantik yang ada di depannya. Rasanya Ia tidak rela jika harus berbagi kecantikan wanitanya dengan orang lain.


"Ekhem" dehem Reza,senda gurau Fatin dan Ayla langsung terhenti saat melihat sesosok pria tampan yang sedang bersidekap sambil bersender di dinding kamar.


Ayla tercengang melihat ketampanan Reza yang berkali-kali lipat itu. Reza tampil dengan tuxedo berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu ditambah dengan tatanan rambut ala oppa korea yang semakin menambah ketampanannya.


"Wooaahhh, Abang tampan banget sihhh. Fatin juga mau dong, sisain satulah yang kaya gini di dunia" ucapnya sambil berdecak kagum, Reza menghampiri mereka berdua.


"Waauu, Mas Reza tampan sekali" ucap Maya (MUA gemulai)


"Terima kasih Maya" balas Reza


Reza menjtuhkan pandangannya kepada sosok wanitacantik yang brbalut gaun mewah disamping adiknya .


"Sudah siap sayang" ucap Reza, Ayla mengangguk kecil. Wajahnya langsung bersemu merah saat Reza memanggilnya dengan sebutan itu.


"Gimana Mas Reza, cantik sekali bukan. Saya saja sangat-sangat mengagumi kecantikan natural calon istri Anda. Wajahnya yang sudah cantik hanya memerlukan sedikit polesan untuk lebih menampilkan aura dalam dirinya" ucap Maya


"Kamu benar sekali Maya, saya akan berikan bonus atas kerja kerasmu" balas Reza, Maya menerbitkan senyum berbinarnya.


"Terima kasih Mas Reza. Maya dengan senang hati akan mendoakan hubungan kalian berdua. Pokoknya waktu Akad nanti, Maya yang akan mendandani Bidadari MasReza ini" ucap Maya, Reza hanya mengangguk sekilas. Tatapannya tak teralihkan dari wajah cantik Ayla.

__ADS_1


Tugasnya sudah selesai, Maya membawa serta parapgawainya untuk mengundurkan diri dari sana. Acara akan segera dimulai, Reza meraih tangan Ayla dan menggandengnya dan diikuti oleh Fatin dibelakangnya.


Para tamu undangan sudah berkumpul di ruangan yang telah disediakan. Dekorasinya didominasi dengan warna blue and White yang senada dengan warna gaun yang dikenakan oleh Ayla.


Seluruh tamu undangan menatap kagum kepada pasangan yang sedang melangkah melewati mereka. Berbagai kata-kata decakan kagum terlontar dari mulut para mereka semua. Pesta pertunangan itu berjalan dengan lancar.


Sampai pada acara inti yaitu penyematan cincin oleh Ayla dan Reza. Seluruh sesi berjalan dengan baik, rona kebahagiaan tampak diwajah mereka semua terutama kedua insan yang sedang memadu kasih itu.


Para tamu undangan dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang sudah disediakan.


Rombongan teman-teman Fatin datang menghampiri Reza dan Ayla yang berada dipanggung.


"Wooaahh, selamat Kakak ipar, cantik banget sih malem ini. Semoga lekas diberi momongan yaa" ucap Rico sambil menyalami mereka berdua.


"Ngadi-ngadi lo Ric. Ini baru tunangan kali belum nikahan. Main doain dapet momongan aja" balas Wira


"Bang, dijaga ya calonnya. Longgar dikit gue rebut Bang" ucap Wira dengan seringaian jahilnya.


Reza hanya tersenyum menanggapi perkataan Wira. Seorang gadis kecil yang berbalut dress selutut berwarna biru muda menghampiri mereka semua.


"Uncle Handsome" sapa gadis itu, tatapan mereka kembali berbinar melihat kedatangan sosok bidadari kecil itu.


"Halo Peri kecil, cantik banget sih kamu" ucap Wira sambil mencubit pipi gembul Ara


"Iya dong Uncle. Kan Ara emang cantik" balasnya narsis, Wira gembali mencubit gemas kedua pipi Ara.


Disaat seluruh tamu undangan sudah membubarkan diri masing-masing. Sebuah mobil BMW berwarna hitam parkir tepat didepan gedung dimanatempat acara pesta pertunangan Reza dan Ayla berlangsung.


Mereka adalah Rio, Mira dan putri mereka Mawar. Mereka memasuki area gedung dan menuju ke Aula tempat acara berlangsung.


Suasana sudah sepi, tidak ada lagi tamu undangan yang datang. Sepertinya hanya tersisa mereka bertiga saja. Edo beserta anak dan istrinya menghampiri keluarga besar Rio yang sedang berkumpul di satu sudut.


"Selama malam semua, maaf saya sedikit terlambat" sapa Edo.


"Hai teman, oh tidak apa-apa santai saja. Ngomong-ngomong sudah lama sekali kita tidak bertemu" ucap Rio sambip memeluk singkat sahabat lamanya itu.


"Hahaha, kau ini. Tentu saja kita jarang bertemu, karena kesibukan masing-masing" balas Edo sambil menepuk-nepuk pundak Rio.


"Oh iya ini kenalkan calon menantuku, namanya Ayla" ucap Rio sambil membawa Ayla kehadapan mereka. Ayla mengulurkan tangannya untuk menyalimi Edo dan Mira.


"Ayla Om, Tante" ucapnya, Edo tersenyum membalas ucapannya


"Cantik sekali pilihanmu Za, seleramu bagus juga rupanya" ucap Edo, Reza hanya tersenyum kecil menanggapinya.

__ADS_1


Cindy membawa Ara untuk ikut serta menyapa keluarga Edo.


"Hai Mira, apa kabar ? kenalkan namanya Ara" sapa Cindy, sebenarnya masih sungkan baginya untuk menyapa Mira. Mengingat perlakuannya dulu kepada putrinya.


Mira hanya menampilkan senyum sinisnya keada Ara.


"Apakah ini putrimu juga" tanyanya


"Tidak, dia putri dari menantuku. Berarti dia cucuku" jawab Cindy mencoba tersenyum kepada Mira.


Mira memberikan tatapan meremehkan pada Ara.


"Apakah dia anak dari hasil hubungan gelap. Cih!,, benar-benar memalukan" ucap Mira sinis, Cindy membelalakkan matanya mendengar ucapan Mira.


"Mira! jaga ucapanmu. Cucuku bukanlah anak dari hasil hubungan gelap. Camkan itu! " balas Cindy seraya menatapnya tajam. Mira langsung tersenyum meremehkan kepada Cindy.


"Jika bukan anak haram, lalu apa lagi. Bagaimana mungkin seorang gadis yang belum menikah audah memiliki seorang putri yang sudah besar jika bukan hasil dari hubungan gelap" ledek Mira sambil menatap Ara sinis. Gadis kecil itu hanya terdiam karena tidak megerti maksud dari pembicaraan kedua wanita itu.


"Oma, siapa yang anak haram. Kenapa Nenek-nenek ini mengatakannya sambil menatap Ara. Memangnya Ara anak haram Oma" tanyanya dengan polos, Cindy langsung menarik Ara kedalam pelukannya.


"Ara sayang, jangan dengerin omongan Nenek itu ya. Ara sekarang Ara temuin Ayah sama Bunda aja ya" ucap Cindy lembut, Ara tersenyum dan mengangguk lalu berlari kecil menghampiri Ayah dan Bundanya


Sementara itu, Fatin masih sibuk bersenda gurau bersama teman-temannya. Fatin yang menyadari keberadaan Mira dan Mawar yang sedang berbincang dengan Ibunya langsung menatap tajam. Fatin melihat ada gelagat aneh dari perbincangan antara Mira dan Cindy. Fatin memutuskan untuk menghampiri mereka.


"Bunda, ada apa" tanya Fatin kepada Cindy, Cindy trlihat berkaca-kaca saat menatap Fatin. Fatin menatap tajam kedua wanita licik yang berada di hadapannya.


"Cih, anak terbuang sok-sokan mau jadi pahlawan kesiangan" celetuk Mawar yang berada disamping Mira


"Kalau kalian cuma ingin merusak suasana, lebih baik pulag aja. Lagipun kami tidak membutuhkan kedatangan kalian disini" ucap Fatin ketus


"Kau lihat itu sayang, anak terbuang sedang mencoba mengusir kita. Seharusnya mereka bersyukur karena kita tiba setelah semua orang telah pergi. Atau mereka akn mengetahui kebusukan dari keluarga ini yang membangga-banggakan menantu murahan serta anak haramnya itu" ucap Mira kepada Mawar seraya tersenyum sinis. Fatin mengepalkan tangannya geram, kedua wanita licik ini benar-benar tidak tahu diri.


"Jaga mulut ular Anda itu Nyonya Mira yang terhormat. Jika Anda tidak mengetahui kebenarannya, sebaiknya tutup mulut kotor Anda itu" kecam Fatin, Mira hanya tersenyum meledek.


"Dasar anak sialan! bersyukur aku sudah merawatmu sampai kau dewasa. Dasar tidak tahu di untung" ucap Mira ketus


Fatin tersenyum sinis " Saya ucapkan terima kasih kepada Anda dan Suami anda yang sudah sudi merawat saya. Saya berjanji akan membalas semua kebaikan Anda beserta dengan bonusnya. Jadi saya minta, sekarang juga kalian tinggalakan ruangan ini" ucap Fatin tajam. Mira mengepalkan tanganya mendegar perkataan Fatin. Mira menyeret kasar tangan Mawar dan mengajaknya pergi.


"Pa, ayo kita pulang. Acara kotor ini sangat tidak pantas untuk kita hadiri" ucap Mira kepada suaminya yang sedang berbincang dengan Rio.


"Ma, apa maksud kamu. Jangan bicara sembarangan Ma, tidak sopan" balas Edo


"Sudahlah Pa, ayo kita pulang. Rio, kami permisi" ucap Mira kemuidian menarik lengan suaminya.

__ADS_1


Rio masih terpaku menatap kepergian Edo dan Istrinya. Ia masih tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Mira. Tiba-tiba dari arah samping Fatin dan Reza daang menghampiri Rio dengan guratan amarah di wajah mereka.


Bersambung...


__ADS_2